Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

8 Pantangan Saat Batuk Menurut Dokter Saddam Ismail, Nomor 5 Sering Diabaikan Padahal Bisa Bikin Parah

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 13 November 2025 | 04:15 WIB
Dokter Saddam Ismail menjelaskan manfaat ramuan herbal di dapur rumahnya yang nyaman.
Dokter Saddam Ismail menjelaskan manfaat ramuan herbal di dapur rumahnya yang nyaman.

 

 

 

RADAR TULUNGAGUNG – Banyak orang mengira batuk bisa sembuh hanya dengan obat atau bahan alami.

Namun menurut Dokter Saddam Ismail, penyembuhan batuk juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan makanan yang dikonsumsi.

Ada sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari agar batuk tidak semakin parah dan proses pemulihan bisa berjalan optimal.

 

Dalam video di kanal YouTube miliknya berjudul Pantangan Saat Batuk Biar Tidak Makin Parah, Dokter Saddam menjelaskan, pantangan ini penting karena beberapa jenis makanan dan kebiasaan tertentu dapat memicu peradangan tenggorokan dan memperbanyak lendir.

“Kalau tidak dihindari, batuk bisa makin berat bahkan mengganggu aktivitas,” ujarnya.

 

 

1. Hindari Makanan Pemicu Alergi

Menurut Dokter Saddam, batuk bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan tertentu.

Jenis makanan pemicu alergi berbeda-beda pada setiap orang, tetapi yang paling umum antara lain seafood, telur, dan kacang-kacangan.

“Saat batuk, perhatikan reaksi tubuh setelah makan. Kalau setelah makan makanan tertentu batuk malah makin parah, sebaiknya hindari dulu,” jelasnya.

 

2. Jangan Konsumsi Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng juga menjadi pantangan utama.

Dokter Saddam menyebutkan, minyak yang digunakan untuk menggoreng, apalagi minyak jelantah, bisa memicu gatal di tenggorokan.

“Selain itu, tekstur makanan yang keras dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat batuk sulit sembuh,” katanya.

Minyak yang berulang kali dipakai juga bisa menimbulkan reaksi peradangan karena kualitasnya sudah menurun.

 

3. Batasi Minuman Berkafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda juga sebaiknya dibatasi.

Menurut Dokter Saddam, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung yang kemudian naik ke tenggorokan.

“Asam lambung yang naik ini bisa mengiritasi saluran napas dan menimbulkan rasa gatal atau lendir yang membuat batuk makin sering,” jelasnya.

Ia menyarankan untuk membatasi konsumsi teh dan kopi selama masa penyembuhan.

 

4. Hindari Makanan Olahan dan Kemasan

Makanan olahan seperti fast food, keripik, dan makanan kemasan umumnya minim nutrisi dan tinggi garam.

Padahal, tubuh yang sedang sakit membutuhkan asupan gizi seimbang agar sistem imun tetap kuat.

“Kalau terus makan makanan olahan, daya tahan tubuh sulit meningkat dan penyembuhan jadi lambat,” ujar Dokter Saddam.

 

5. Jauhi Rokok dan Asapnya

Merokok, baik aktif maupun pasif, disebut Dokter Saddam sebagai pantangan paling penting saat batuk.

Asap rokok bisa mengiritasi saluran pernapasan, memperbanyak lendir, dan memperparah batuk.

“Kalau sedang batuk dan masih terpapar asap rokok, penyembuhan akan semakin lama. Lebih baik hentikan dulu merokok, bahkan kalau bisa berhenti selamanya,” tegasnya.

 

6. Jangan Makan Banyak Saat Malam Hari

Konsumsi makanan dalam jumlah besar menjelang tidur juga dapat memperburuk kondisi batuk.

“Makan banyak di malam hari bisa memicu naiknya asam lambung, yang akhirnya mengiritasi tenggorokan,” terang Dokter Saddam.

Ia menyarankan makan terakhir dilakukan dua jam sebelum tidur dan dalam porsi wajar agar pencernaan tetap nyaman.

 

7. Hindari Tidur Telentang

Posisi tidur ternyata juga berpengaruh pada kondisi batuk.

Menurut Dokter Saddam, tidur telentang bisa membuat lendir menumpuk di saluran napas.

“Lebih baik tidur miring agar lendir mudah mengalir dan tidak menumpuk di tenggorokan,” sarannya.

Dengan posisi ini, tidur juga menjadi lebih nyenyak dan proses pemulihan lebih cepat.

 

8. Jangan Begadang

Kebiasaan begadang juga termasuk pantangan.

Waktu tidur yang kurang bisa menurunkan imunitas tubuh.

“Ketika tubuh lelah dan kurang istirahat, proses penyembuhan batuk jadi lebih lama.

Jadi kalau sedang batuk, usahakan tidur cukup dan hindari begadang,” imbau Dokter Saddam.

 

Di akhir video, Dokter Saddam menegaskan bahwa pengobatan alami maupun medis akan lebih efektif jika dibarengi dengan gaya hidup sehat dan pola makan yang tepat.

“Kalau batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu seminggu atau justru semakin parah, sebaiknya periksa ke dokter agar diketahui penyebab pastinya,” tutupnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kesehatan #batuk #makanan penyebab batuk #pantangan batuk