RADAR TULUNGAGUNG - Sakit kepala yang muncul tiba-tiba setelah minum atau makan sesuatu yang dingin sering dianggap sepele, namun fenomena ini memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai brain freeze atau sphenopalatine ganglioneuralgia.
Meski terasa tajam dan mengganggu, reaksi ini sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan suhu ekstrem.
Ketika makanan atau minuman dingin menyentuh langit-langit mulut, pembuluh darah di area tersebut akan menyempit secara mendadak.
Beberapa saat kemudian, tubuh bereaksi dengan melebarkan kembali pembuluh darah tersebut untuk mengembalikan kestabilan suhu.
Perubahan cepat ini memicu sinyal nyeri yang dibawa oleh saraf trigeminal—saraf besar yang juga bertugas menghantarkan sensasi di bagian kepala.
Akibatnya, otak menerima sinyal seolah terjadi gangguan di kepala, bukan di mulut, sehingga timbul rasa sakit yang tajam.
Selain brain freeze, faktor lain seperti sensitivitas sinus juga menjadi pemicu. Pada sebagian orang, rongga sinus bereaksi terhadap suhu dingin dengan meningkatkan tekanan, sehingga menimbulkan rasa nyeri di area dahi, hidung, atau pipi.
Bahkan, bagi pengidap migrain, minuman dingin dapat menjadi pemicu serangan, terutama jika dikonsumsi terlalu cepat.
Secara fisiologis, otot di sekitar wajah dan leher juga dapat menegang saat menerima rangsangan dingin secara mendadak. Ketegangan ini terkadang menimbulkan sakit kepala tipe tegang atau tension headache.
Baca Juga: Ini Cara Alami Mengatasi Batuk dengan Kencur yang Terbukti Ampuh, Simak Selengkapnya!
Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini bisa diminimalkan. Mengonsumsi minuman dingin secara perlahan, menggunakan sedotan, atau membiarkan suhu minuman sedikit naik sebelum ditelan dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala.
Cara sederhana seperti menekan lidah ke langit-langit mulut juga dapat mempercepat proses pemanasan area yang sensitif dan meredakan nyeri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme perlindungan yang cepat terhadap perubahan suhu ekstrem.
Dengan memahami penyebabnya, kita bisa menikmati minuman segar tanpa harus khawatir munculnya nyeri yang tiba-tiba. ****
Editor : Dharaka R. Perdana