RADAR TULUNGAGUNG - Saat flu menyerang, tubuh memerlukan waktu dan energi untuk melawan virus.
Namun banyak orang tidak sadar bahwa beberapa makanan dan minuman justru bisa memperparah gejala flu.
Agar pemulihan lebih cepat, berikut daftar pantangan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari ketika flu.
1. Minuman Dingin dan Mengandung Es
Suhu dingin dapat memicu iritasi pada tenggorokan dan memperparah hidung tersumbat. Selain itu, minuman dingin membuat produksi lendir meningkat sehingga gejala flu semakin terasa berat.
2. Makanan Berminyak dan Gorengan
Gorengan cenderung sulit dicerna dan dapat memicu peradangan. Saat flu, tubuh membutuhkan makanan yang ringan, bukan yang membebani sistem pencernaan.
3. Minuman Bersoda
Kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda dapat menurunkan respons sistem imun. Karbonasinya juga bisa mengiritasi tenggorokan yang sudah meradang.
4. Makanan Terlalu Pedas
Meski beberapa orang merasa pedas membantu melancarkan hidung, konsumsi berlebihan justru berisiko membuat perut tidak nyaman dan memperburuk iritasi tenggorokan.
Baca Juga: Manfaat Mengonsumsi Lemon bagi Kesehatan, Buah Asam Kaya vitamin C yang Penting untuk Tubuh
5. Produk Susu Tinggi Lemak
Susu sebenarnya tidak menyebabkan lendir, tetapi produk susu tinggi lemak dapat membuat lendir terasa lebih kental sehingga kamu merasa semakin sulit bernapas.
6. Kopi dan Minuman Berkafein
Kafein dapat memicu dehidrasi, padahal tubuh membutuhkan banyak cairan saat flu. Jika tetap ingin minum kopi, batasi jumlahnya dan pastikan cukup air putih.
7. Makanan Cepat Saji
Fast food umumnya tinggi garam dan lemak, kandungan yang dapat menghambat proses pemulihan dan membuat tubuh terasa lebih lemas.
8. Makanan atau Minuman Terlalu Manis
Gula berlebih dapat menekan fungsi sistem imun, membuat virus lebih sulit dikendalikan. Pilih sumber manis alami seperti buah segar bila ingin camilan.
Dengan menghindari sejumlah pantangan di atas, tubuh dapat lebih fokus memulihkan diri dan meredakan gejala flu.
Memilih makanan hangat, kaya nutrisi, dan mudah dicerna akan membantu proses penyembuhan lebih cepat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana