RADAR TULUNGAGUNG – Gula merupakan bahan pemanis yang hampir selalu hadir dalam setiap makanan maupun minuman. Rasanya yang manis menjadikan gula digemari oleh banyak orang.
Namun, di balik kelezatan tersebut, konsumsi gula secara berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Risiko terhadap Kesehatan
Asupan gula berlebih berpotensi memicu sejumlah penyakit serius, di antaranya obesitas, diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan jantung.
Baca Juga: Sering Makan Manis sejak Muda? Waspadai Akibat Konsumsi Gula Berlebihan bagi Kesehatan Saat Menua
Para pakar kesehatan menyebutkan, tingginya kadar gula dalam darah dapat meningkatkan kadar lemak, sehingga memperbesar risiko hipertensi dan penyakit metabolik lainnya.
Menyebabkan Kerusakan Gigi
Selain berdampak pada kesehatan tubuh, gula juga dapat merusak gigi. Bakteri dalam rongga mulut mengubah gula menjadi asam yang perlahan mengikis lapisan email gigi.
Proses tersebut dapat menimbulkan gigi berlubang serta gangguan kesehatan gigi lainnya.
Memengaruhi Energi Tubuh
Gula memang sering dianggap sebagai sumber energi instan. Namun, konsumsi berlebihan justru menimbulkan efek sebaliknya.
Setelah kadar gula darah meningkat drastis, tubuh akan mengalami penurunan energi mendadak atau sugar crash. Kondisi ini menyebabkan rasa lelah, mengantuk, hingga sulit berkonsentrasi.
Batas Aman Konsumsi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara empat sendok makan.
Dengan menjaga asupan sesuai anjuran, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan sekaligus mendukung kebugaran tubuh.
Langkah untuk Hidup Sehat
Upaya sederhana dapat dilakukan masyarakat guna menekan konsumsi gula. Misalnya dengan memilih minuman tanpa pemanis tambahan, mengganti camilan manis dengan buah segar, serta memperhatikan label kandungan gizi pada makanan kemasan.
Langkah tersebut diyakini mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana