RADAR TULUNGAGUNG - RSUD dr Iskak Tulungagung memastikan penggunaan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2025 berjalan sesuai ketentuan serta berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan. Hal ini disampaikan Plt Direktur RSUD dr Iskak, dr Zuhrotul Aini SpA MKes.
Menurut dia, DBHCHT bidang kesehatan tahun ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan standar, sebagai bagian dari upaya penguatan fasilitas pelayanan di rumah sakit tipe A yang menjadi rujukan tertinggi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
“RSUD dr Iskak Tulungagung terus meningkatkan mutu layanan melalui pengembangan fasilitas dan pemenuhan alat kesehatan. DBHCHT kami gunakan secara tepat sasaran untuk menunjang layanan prioritas,” ungkapnya.
Dia memaparkan, anggaran DBHCHT dimanfaatkan untuk beberapa sektor pelayanan kunci yaitu rawat jalan, kemoterapi, ruang intensif, bedah sentral, serta instalasi gawat darurat.
Baca Juga: Jam Besuk Pasien RSUD dr Iskak Tulungagung Mengalami Perubahan, Plt Direktur Ungkap Alasannya
Yang pertama pada pelayanan rawat jalan. Fasilitas rawat jalan yang mendapat dukungan mencakup klinik anak, paru, jantung, saraf, rehab medik, serta klinik gigi dan mulut.
RSUD dr Iskak saat ini memiliki enam dokter gigi spesialis antara lain dpesialis Konservasi, Periodonsia, Prostodonsia, Penyakit Mulut, Pedodonsi, dan Orthodonti.
Klinik gigi, klinik anak, dan klinik jantung yang menempati gedung poli baru membutuhkan tambahan alat kesehatan untuk menunjang layanan.
Kemudian yang kedua untuk pelayanan kemoterapi. Layanan kemoterapi RSUD dr Iskak menjadi rujukan utama bagi pasien kanker dari Tulungagung dan daerah sekitar.
Pelayanan dilakukan secara komprehensif, mulai diagnosis hingga terapi lanjutan. Peningkatan alat kesehatan diperlukan karena jumlah pasien terus mengalami kenaikan.
Yang ketiga digunakan untuk layanan bedah jantung dan ruang intensif. Sebagai RS tipe A, RSUD dr Iskak sudah mampu melaksanakan operasi bedah jantung terbuka.
Untuk itu diperlukan ruang intensif yang lebih lengkap guna menjamin keberhasilan perawatan pascaoperasi yang bersifat kritis dan berisiko tinggi.
Selanjutnya yang keempat digunakan juga untuk pelayanan bedah sentral. Unit bedah sentral memiliki beban operasi tinggi. Karena itu dibutuhkan kamar operasi yang memenuhi standar, dilengkapi SDM terlatih, serta alat kesehatan memadai.
Tidak kalah pentingnya yaitu dana tersebut digunakan untuk pelayanan instalasi gawat darurat (IGD). Layanan IGD dilengkapi dengan pra-rumah sakit melalui Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS), bagian dari public service center (PSC), yang dapat diakses masyarakat melalui nomor 0355-320119.
Baca Juga: Negara Rugi Rp 4,3 Miliar, Ini Modus Penyelewengan SKTM Mantan Wadir RSUD dr Iskak Tulungagung
Selain itu, IGD juga didukung program unggulan SKA (Sistem Kegawatdaruratan Akut) yang menangani kasus serangan jantung secara cepat dan tepat.
dr Zuhrotul Aini menegaskan bahwa seluruh alokasi DBHCHT digunakan secara transparan dan berorientasi pada peningkatan layanan publik.
“Demikian rincian penggunaan anggaran DBHCHT di RSUD dr Iskak Tulungagung. Tidak lupa kami turut berterima kasih atas perhatian dan kerja sama dari semua pihak,” tutupnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana