Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Virus Nipah Mengintai, Penularan Bisa dari Hewan hingga Manusia: Gejala Awalnya Mirip Demam Biasa tapi Berujung Fatal

Manda Dwi Agustin • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:16 WIB

Virus Nipah menular dari hewan ke manusia, gejalanya mirip demam biasa tapi bisa berujung ensefalitis dan kematian jika terlambat ditangani.
Virus Nipah menular dari hewan ke manusia, gejalanya mirip demam biasa tapi bisa berujung ensefalitis dan kematian jika terlambat ditangani.

RADAR TULUNGAGUNG - Virus Nipah merupakan penyakit yang penularannya bisa dari hewan hingga manusia.

Gejala awal virus Nipah mirip demam biasa tapi berujung fatal jika terlambat ditangani 

Virus Nipah kembali menjadi perhatian serius dunia kesehatan.

Penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, terutama jika terlambat dikenali dan ditangani.

Banyak kasus menunjukkan, gejala awal infeksi virus Nipah sering kali dianggap sepele karena menyerupai penyakit ringan sehari-hari.

Baca Juga: Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Pemeriksaan Bandara Diperketat dengan Thermal Scanner dan Skrining Kesehatan

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Hewan pembawa virus ini, seperti kelelawar buah, dapat menularkan virus melalui cairan tubuhnya, mulai dari air liur, urine, darah, hingga sekresi saluran pernapasan.

Kontak tanpa pelindung dengan cairan tersebut membuka peluang besar bagi virus masuk ke tubuh manusia.

Tak hanya dari hewan, virus Nipah juga bisa menular melalui konsumsi daging mentah atau produk makanan mentah yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan terinfeksi.

Baca Juga: Virus Nipah di Indonesia Jadi Sorotan, Kemenkes Tegaskan Belum Ada Kasus meski Tingkat Kematian Tinggi

Risiko semakin tinggi bila makanan tersebut tidak diolah dengan benar atau dikonsumsi tanpa proses pemanasan yang cukup.

Penularan dari Manusia ke Manusia

Selain dari hewan, virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita.

Penularan umumnya terjadi lewat droplet pernapasan saat pasien batuk atau bersin, serta melalui paparan cairan tubuh seperti darah, urine, air liur, dan sekresi saluran napas yang mengandung virus.

Kasus penularan paling sering ditemukan di lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan.

Anggota keluarga yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai, serta tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien, memiliki risiko tinggi tertular virus Nipah.

Penularan antarmanusia ini menjadikan virus Nipah sangat berbahaya.

Tanpa penerapan protokol pencegahan infeksi yang ketat, seperti penggunaan alat pelindung diri dan isolasi pasien, penyebaran virus dapat berlangsung cepat dan memicu klaster baru.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Seseorang yang terinfeksi virus Nipah bisa menunjukkan gejala yang sangat bervariasi.

Ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimptomatik), namun tidak sedikit yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat.

Gejala awal yang paling sering muncul adalah demam dan sakit kepala.

Karena tergolong umum, banyak orang menganggapnya sebagai flu biasa.

Padahal, demam yang disertai nyeri otot (mialgia), nyeri tenggorokan, muntah, serta rasa tidak enak badan perlu diwaspadai sebagai tanda awal infeksi virus Nipah.

Pada beberapa kasus, gejala ini disertai pusing, mudah mengantuk, dan penurunan tingkat kesadaran.

Kondisi tersebut menandakan adanya gangguan pada sistem saraf pusat yang dapat berkembang menjadi ensefalitis akut.

Baca Juga: Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Pemeriksaan Bandara Diperketat dengan Thermal Scanner dan Skrining Kesehatan

Risiko Ensefalitis dan Gangguan Pernapasan Berat

Virus Nipah dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis.

Pada fase ini, pasien dapat mengalami kejang, gangguan neurologis, hingga kehilangan kesadaran.

Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, kondisi ini bisa memburuk dalam waktu singkat.

Dalam 24 hingga 48 jam, pasien dengan ensefalitis berat berisiko jatuh ke dalam koma dan berujung pada kematian.

Selain itu, beberapa penderita juga mengalami pneumonia atipik atau gangguan pernapasan berat yang membutuhkan perawatan intensif.

Pentingnya Deteksi Dini dan Konsultasi Medis

Karena gejala virus Nipah sering kali rancu dan mirip penyakit ringan, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis.

Baca Juga: BPOM Temukan 21 Produk Kosmetik Bermasalah, Izin Edar Dicabut karena Komposisi Tak Sesuai Data Pendaftaran

Jika mengalami demam disertai sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan kesadaran meski ringan, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Dokter akan melakukan penilaian klinis dan memberikan penanganan yang sesuai, mulai dari anjuran istirahat, pemberian obat, hingga pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.

Deteksi dini menjadi kunci penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih fatal.

Kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri saat muncul gejala awal sangat berperan dalam menekan risiko kematian akibat virus Nipah.

Jangan menunggu hingga gejala memberat, karena penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#gejala virus nipah #virus nipah #kesehatan #penularan virus