RADAR TULUNGAGUNG – Kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak yang menyerang masyarakat di Tulungagung.
Data terbaru dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat, kanker payudara menempati urutan teratas dengan ratusan kasus selama 2025, disusul kanker serviks, yang sebagian besar menyerang perempuan usia produktif.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Dinkes Tulungagung, tercatat 984 kasus kanker payudara dan 278 kasus kanker serviks.
Selain itu, terdapat 92 kasus kanker paru serta 113 kasus kanker kolorektal atau kanker usus.
Angka tersebut menjadi perhatian serius karena kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman pasien kanker berbeda-beda, namun dapat dihadapi bersama melalui kepedulian dan dukungan kolektif.
“Kanker memang dikenal sebagai penyakit yang ganas, tetapi sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan apabila ditemukan sejak dini,” ujar Desi.
Menurut dia, proses pengobatan kanker tidaklah mudah dan membutuhkan waktu panjang serta dukungan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, langkah pencegahan melalui deteksi dini menjadi sangat krusial untuk menekan angka kematian akibat kanker.
“Sel kanker atau pertumbuhan sel abnormal akan jauh lebih mudah ditangani apabila terdeteksi pada tahap awal. Tingkat keberhasilan pengobatan dan peluang kesembuhan juga lebih tinggi,” jelasnya.
Desi menambahkan, kanker yang paling banyak menyerang perempuan adalah kanker serviks atau leher rahim dan kanker payudara.
Keduanya dapat dideteksi sejak dini melalui tes IVA dan pemeriksaan HPV DNA untuk kanker serviks serta pemeriksaan SADANIS untuk kanker payudara.
Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Dinkes Tulungagung menyediakan layanan deteksi dini secara gratis melalui program CKG (cek kesehatan gratis).
“Kami mengimbau seluruh wanita usia subur untuk melakukan deteksi dini. Pemeriksaan tersebut bisa diperoleh secara gratis melalui program CKG di 32 puskesmas yang ada di Tulungagung,” tegas Desi.
Tak hanya itu, program CKG juga melayani deteksi dini kanker paru dan kanker kolorektal atau usus sehingga masyarakat memiliki akses lebih luas untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia, dinkes berharap kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan semakin meningkat.
“Periksa lebih dini untuk hidup lebih pasti,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri