RADAR TULUNGAGUNG - Sel kanker merupakan sel tubuh yang mengalami perubahan sifat sehingga tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.
Dalam kondisi normal, setiap sel memiliki mekanisme pengaturan yang ketat, mulai dari pembelahan hingga kematian sel secara alami. Namun pada sel kanker, mekanisme tersebut tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Dokter spesialis bedah onkologi konsultan RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Bintoro Hartanto SpB SubspOnk(K), menjelaskan bahwa sel kanker memiliki kemampuan khusus yang membedakannya dari sel normal.
“Sel kanker adalah sel yang memiliki kemampuan untuk berproliferasi tanpa terkendali, mampu menghindar dari program kematian sel, serta mampu merusak jaringan tubuh dan menyebar ke organ lain,” ujarnya.
Menurut dia, sel kanker yang terus tumbuh dan merusak jaringan sehat inilah yang kemudian menjadikan kanker sebagai sebuah penyakit.
Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut dapat mengganggu fungsi organ, bahkan membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan tepat.
Lebih lanjut, dr Bintoro menerangkan, perubahan sel normal menjadi sel kanker pada umumnya dipicu oleh adanya perubahan genetik di dalam sel.
Perubahan genetik ini menyebabkan sel kehilangan kendali terhadap proses pertumbuhan dan pembelahan.
“Pemicunya bisa bermacam-macam dan biasanya disebut sebagai faktor risiko,” jelasnya.
Faktor risiko tersebut dapat berasal dari lingkungan, gaya hidup, maupun agen biologis. Salah satu contohnya adalah paparan sinar ultraviolet berlebihan dari matahari yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
Selain itu, faktor kimia juga berperan besar. Produk tembakau, baik melalui kebiasaan merokok maupun menginang, diketahui meningkatkan risiko kanker pada rongga mulut.
Sementara dari sisi biologis, infeksi virus tertentu juga dapat memicu kanker. Virus Human Papillomavirus (HPV) diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks, sedangkan virus hepatitis B dan C berisiko menyebabkan kanker hati.
"Dengan memahami bagaimana sel kanker terbentuk dan apa saja pemicunya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan sejak dini," tandas pria ramah ini. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri