Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kunjungan Pasien Kanker di Puskesmas Tulungagung Naik Tiga Tahun Terakhir, Kanker Payudara dan Serviks Dominasi Kasus

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 5 Februari 2026 | 08:55 WIB
Jumlah kunjungan pasien kanker di puskesmas wilayah Tulungagung meningkat.(Ilustrasi Gemini AI)
Jumlah kunjungan pasien kanker di puskesmas wilayah Tulungagung meningkat.(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Jumlah kunjungan pasien kanker di puskesmas wilayah Tulungagung menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga 2025.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat, beberapa jenis kanker mengalami kenaikan cukup signifikan, terutama kanker payudara dan kanker serviks.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menjelaskan bahwa meningkatnya angka kunjungan ini menjadi indikator bertambahnya beban kasus kanker.

Sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas,” ujar Desi.

Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2023, jumlah kunjungan pasien kanker payudara tercatat 632 kunjungan.

Angka tersebut meningkat menjadi 847 kunjungan pada 2024 dan kembali naik menjadi 984 kunjungan pada 2025.

“Kanker payudara masih menjadi persoalan kesehatan dominan yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam upaya deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan,” tambahnya.

Tren serupa juga terjadi pada kanker serviks. Pada 2023, jumlah kunjungan pasien kanker serviks di puskesmas tercatat 153 kunjungan, meningkat menjadi 198 kunjungan pada 2024, dan melonjak cukup tajam menjadi 278 kunjungan pada 2025.

Kenaikan ini mengindikasikan masih tingginya risiko kanker serviks pada perempuan, sekaligus meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, kanker paru juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2023 tercatat 55 kunjungan, bertambah menjadi 71 kunjungan pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 92 kunjungan pada 2025.

“Kenaikan ini diduga berkaitan dengan faktor gaya hidup serta paparan lingkungan yang masih menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit tidak menular,” ungkapnya.

Berbeda dengan jenis kanker lainnya, kanker kolorektal atau usus sempat mengalami penurunan pada 2024.

Dari 96 kunjungan pada 2023, jumlahnya turun menjadi 80 kunjungan di 2024.

Namun pada 2025, angka tersebut kembali meningkat menjadi 113 kunjungan.

Fluktuasi ini menunjukkan pentingnya konsistensi penerapan pola hidup sehat dan skrining rutin untuk menekan angka kejadian kanker usus.

Desi menambahkan, secara keseluruhan, data kunjungan di puskesmas se-Tulungagung tersebut mencerminkan meningkatnya beban kasus kanker di Bumi Ngrowo ini.

"Kondisi itu sekaligus menegaskan peran strategis puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengendalian kanker di tengah masyarakat," pungkasnya. (sri/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#puskesmas #kesehatan #hari kanker sedunia 2026 #kanker