RADAR TULUNGAGUNG - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di awal 2026 di Tulungagung baru menyentuh 0,76 persen.
Meski capaian sementara masih jauh dari target tahunan, Dinkes Tulungagung terus bergerilya untuk sukseskan program kesehatan dari pemerintah pusat tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung sekaligus Koordinator CKG, dr Aris Setiawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG tahun ini tetap berlanjut dengan pola penguatan di masyarakat.
“Ini awal tahun sudah mulai berjalan. Memang tidak seperti CKG anak sekolah, tetapi lebih mengoptimalkan peran kelompok masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, capaian CKG di awal 2026 baru menyentuh 0,76 persen dari total sasaran.
Angka tersebut merupakan akumulasi untuk semua golongan umur. Meski masih rendah, target yang dipatok tahun ini tetap sama seperti sebelumnya yakni 35 persen dari total sasaran penduduk.
“Iya, targetnya masih sama, yaitu tetap di angka 35 persen,” tegasnya.
Menurut dr Aris, tantangan utama program ini bukan pada teknis pelayanan, melainkan pada tingkat partisipasi masyarakat.
Banyak warga yang belum aktif memanfaatkan layanan skrining kesehatan tersebut.
“Tantangannya keaktifan masyarakat untuk mengakses skrining CKG ini. Pemahaman masyarakat juga perlu ditingkatkan, karena CKG ini tindakan preventif, bukan kuratif. Jadi sebelum sakit sudah terdeteksi dulu,” jelasnya.
Dia menambahkan, pola pikir masyarakat yang cenderung memeriksakan diri saat sudah sakit menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tenaga kesehatan.
Karena itu, puskesmas dan petugas kesehatan dituntut lebih proaktif.
Mereka harus mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang ada agar program berjalan berkelanjutan.
“Puskesmas dan petugas harus lebih aktif serta mengoptimalkan setiap kemampuan maupun sarpras-nya untuk keberhasilan dan keberlanjutan program ini,” tandasnya.
Dinkes berharap kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat bisa mendongkrak capaian CKG hingga memenuhi target 35 persen di akhir 2026.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri