Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramuan Herbal untuk Rematik, Dokter Ungkap Tanaman Alami yang Bisa Membantu Redakan Nyeri Sendi

Divka Vance Yandriana • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:17 WIB

Ramuan herbal untuk rematik dari akar sembung, jahe merah, hingga daun sendok dipercaya membantu meredakan nyeri sendi secara alami.
Ramuan herbal untuk rematik dari akar sembung, jahe merah, hingga daun sendok dipercaya membantu meredakan nyeri sendi secara alami.

JAKARTARamuan herbal untuk rematik ternyata dapat dibuat dari berbagai tanaman yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Sejumlah tanaman obat tradisional dipercaya memiliki kandungan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri sendi akibat rematik.

Rematik merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkan rasa nyeri pada persendian. Saat kambuh, penderita biasanya mengalami kesulitan bergerak karena sendi terasa kaku dan sakit.

Dalam pengobatan herbal, beberapa tanaman diketahui memiliki senyawa aktif yang berfungsi mengurangi peradangan serta membantu meredakan nyeri. Ramuan tersebut bahkan dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami.

Baca Juga: 8 Wisata Baru Jogja yang Lagi Viral 2026, Obelix Sea View hingga Dreamy Park Bikin Liburan Serasa di Luar Negeri

Ramuan Rebusan Akar Sembung untuk Rematik

Salah satu tanaman herbal yang kerap digunakan untuk mengatasi rematik adalah akar sembung. Tanaman ini diketahui memiliki senyawa aktif yang bermanfaat membantu meredakan peradangan pada sendi.

Untuk membuat ramuan herbal ini, akar sembung biasanya dikombinasikan dengan beberapa tanaman lain seperti kunyit, temulawak, dan tanaman anting-anting.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Akar sembung diiris tipis terlebih dahulu agar senyawa aktifnya lebih mudah keluar saat direbus. Setelah itu, semua bahan dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sekitar 15 menit.

Baca Juga: Perbedaan Perlakuan Pajak THR ASN vs Swasta, Begini Penjelasan Kementerian Keuangan!

Ramuan herbal tersebut kemudian disaring dan diminum saat hangat. Jika rasa pahit terlalu kuat, minuman herbal ini dapat ditambahkan madu atau gula aren agar lebih mudah dikonsumsi.

Ramuan ini umumnya dapat diminum hingga tiga kali sehari untuk membantu meredakan keluhan rematik.

Ramuan Herbal untuk Oles Nyeri Sendi

Selain diminum, tanaman herbal juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk meredakan nyeri sendi.

Ramuan ini dibuat dengan cara menumbuk beberapa bahan alami seperti serai wangi, jahe merah, dan daun sambiloto hingga menjadi pasta. Campuran tersebut kemudian dioleskan langsung pada bagian sendi yang terasa nyeri.

Serai wangi diketahui mengandung senyawa sitronelal yang memiliki sifat antiinflamasi. Sementara jahe merah mengandung gingerol yang juga dikenal mampu membantu mengurangi peradangan pada tubuh.

Baca Juga: THR Lebaran 2026 Kena Pajak? Ini Aturan PPh 21, Batas Gaji yang Tidak Dipotong hingga Sanksi Jika Perusahaan Tak Membayar

Daun sambiloto sendiri sering digunakan dalam pengobatan tradisional karena dipercaya dapat membantu meredakan bengkak pada sendi.

Pegagan dan Daun Sendok untuk Asam Urat

Selain rematik, keluhan nyeri sendi juga sering berkaitan dengan kadar asam urat yang tinggi. Dalam pengobatan herbal, beberapa tanaman seperti pegagan dan daun sendok sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Pegagan diketahui memiliki kandungan senyawa antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan pada tubuh. Sementara daun sendok dipercaya membantu mengurangi kadar asam urat.

Untuk membuat ramuan ini, pegagan dan daun sendok biasanya direbus bersama dengan kunyit dan temulawak selama sekitar 15 menit. Setelah itu, air rebusan disaring dan diminum ketika hangat.

Ramuan ini dapat dikonsumsi dua hingga tiga kali sehari tergantung kondisi keluhan yang dirasakan.

Herbal Bisa Dikombinasikan dengan Obat Medis

Meski memiliki potensi manfaat kesehatan, para ahli menegaskan bahwa penggunaan herbal tidak selalu menggantikan terapi medis.

Bagi penderita yang sedang menjalani pengobatan dari dokter, ramuan herbal masih dapat dikonsumsi sebagai pendamping terapi. Namun konsumsi obat herbal dan obat medis sebaiknya diberi jarak sekitar dua jam.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan interaksi antara senyawa herbal dengan obat yang dikonsumsi.

Konsumsi Herbal Secara Teratur

Ramuan herbal umumnya perlu dikonsumsi secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Dalam beberapa kasus, perubahan kondisi biasanya mulai terasa setelah sekitar satu minggu penggunaan.

Selain mengonsumsi herbal, penderita rematik juga disarankan menjaga pola makan dan berat badan agar tidak memperburuk kondisi sendi.

Penggunaan tanaman herbal sebagai pengobatan tradisional memang telah lama dikenal di Indonesia. Dengan pemanfaatan yang tepat, tanaman-tanaman tersebut dapat menjadi alternatif alami untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Obat Alami #tanaman obat #ramuan herbal