Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Daun Sirih Cina Viral di Media Sosial, Benarkah Bisa Atasi Rambut Rontok hingga Nyeri Sendi?

Divka Vance Yandriana • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:20 WIB

Daun sirih Cina viral di media sosial. Tanaman liar ini disebut bisa atasi rambut rontok hingga nyeri sendi, benarkah manfaatnya?
Daun sirih Cina viral di media sosial. Tanaman liar ini disebut bisa atasi rambut rontok hingga nyeri sendi, benarkah manfaatnya?

JAKARTA - Daun sirih Cina belakangan ramai diperbincangkan di media sosial karena disebut memiliki berbagai manfaat kesehatan. Tanaman yang sering dianggap sebagai rumput liar ini bahkan disebut mampu mengatasi rambut rontok hingga meredakan nyeri sendi.

Padahal, banyak orang belum mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk daun sirih Cina dan manfaatnya bagi kesehatan. Tanaman ini sering tumbuh liar di sekitar rumah, terutama di tanah yang lembap atau dekat sumber air.

Dalam dunia ilmiah, daun sirih Cina dikenal dengan nama Peperomia pellucida. Tanaman ini juga memiliki beberapa sebutan lain di masyarakat seperti ketumpang air, daun seruhan, atau babawangan. Ciri khasnya adalah batang yang berair serta daun kecil yang tampak mengilap.

Baca Juga: Kenapa Malioboro Jogja Selalu Ramai ? Ini 5 Alasan Utama dari Wisata Malam, Kuliner hingga Fasilitas Gratis

Kandungan Zat Aktif Daun Sirih Cina

Secara alami, tanaman ini mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa zat aktif yang terdapat dalam daun sirih Cina antara lain flavonoid, tanin, saponin, serta sejumlah mineral seperti kalsium, kalium, dan zat besi.

Kandungan tersebut diketahui memiliki potensi untuk menunjang kesehatan, termasuk dalam membantu pertumbuhan rambut. Berdasarkan penelitian pada hewan uji, ekstrak daun sirih Cina diketahui dapat merangsang pertumbuhan rambut.

Namun, para ahli menegaskan bahwa penelitian tersebut masih terbatas pada hewan percobaan. Artinya, efektivitasnya pada manusia masih memerlukan penelitian lanjutan.

Baca Juga: Partai Buruh Desak THR Bebas Pajak, Pemerintah Buka Suara soal Skema PPh 21 untuk ASN dan Swasta

“Daun sirih Cina memiliki beberapa zat aktif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan rambut. Namun untuk penggunaan pada manusia masih perlu uji klinis lebih lanjut,” jelas dokter dalam program kesehatan yang membahas tanaman herbal tersebut.

Viral Digunakan untuk Perawatan Rambut

Belakangan ini muncul tren penggunaan daun sirih Cina sebagai bahan alami untuk mengatasi rambut rontok. Cara yang beredar di masyarakat adalah dengan menghaluskan daun tersebut kemudian mengaplikasikannya ke kulit kepala saat keramas.

Meski memiliki potensi manfaat, penggunaan herbal secara langsung pada kulit tetap perlu kehati-hatian. Reaksi setiap orang bisa berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Baca Juga: Juknis THR ASN 2026 Resmi Beredar, Guru Sertifikasi Dipastikan Dapat Tambahan 1 Bulan TPG dalam THR

Potensi untuk Kesehatan Kulit

Selain untuk rambut, daun sirih Cina juga kerap digunakan dalam perawatan kulit wajah. Salah satu cara yang viral adalah membuat masker dari daun sirih Cina yang dicampur dengan jeruk nipis.

Jeruk nipis diketahui mengandung vitamin C yang dapat membantu mencerahkan kulit. Sementara daun sirih Cina mengandung senyawa prosianidin yang berfungsi menghambat enzim tirosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin.

Namun para ahli tidak menyarankan penggunaan campuran tersebut secara langsung pada kulit wajah. Kandungan asam dalam jeruk nipis berpotensi menyebabkan iritasi jika diaplikasikan tanpa pengolahan yang tepat.

Digunakan dalam Ramuan Tradisional untuk Nyeri Sendi

Dalam pengobatan tradisional, daun sirih Cina juga sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri sendi atau pegal-pegal. Tanaman ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan.

Ramuan herbal biasanya dibuat dengan mencampurkan daun sirih Cina dan serai. Kombinasi kedua bahan ini dipercaya memiliki efek sinergis dalam membantu meredakan nyeri.

Cara membuatnya cukup sederhana. Rebus sekitar 500 mililiter air, kemudian masukkan satu genggam daun sirih Cina dan dua batang serai yang telah dipotong-potong. Setelah mendidih, air rebusan dapat diminum setelah hangat dan bisa ditambahkan madu.

Ramuan ini umumnya diminum satu hingga dua kali sehari sebelum makan. Namun penggunaannya disarankan untuk anak usia di atas 12 tahun dan sebaiknya diberi jeda sekitar dua jam jika sedang mengonsumsi obat dari dokter.

Jenis-Jenis Daun Sirih di Indonesia

Selain sirih Cina, tanaman sirih memiliki beberapa jenis lain yang juga dikenal masyarakat Indonesia.

Pertama adalah sirih hitam, yang tergolong langka karena tidak dapat tumbuh di semua wilayah. Tanaman ini dipercaya memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah serta membantu mengatasi gusi bengkak.

Kemudian ada sirih kuning, yang mudah dikenali dari warna daunnya yang kekuningan. Tanaman ini mengandung antiseptik alami yang dipercaya dapat membantu menghilangkan bau badan dan bau mulut.

Selanjutnya sirih merah, yang banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Tanaman merambat ini sering dimanfaatkan sebagai herbal untuk membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

Sementara itu, daun sirih Cina sering dianggap gulma oleh petani karena tumbuh di sela-sela tanaman budidaya. Padahal tanaman ini memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan, mulai dari membantu mengatasi jerawat, bisul, hingga radang kulit.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan tanaman herbal sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis jika diperlukan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#daun sirih cina #obat herbal #tanaman herbal