Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

7 Bahan Alami Penurun Tekanan Darah Tinggi, Jahe hingga Kapulaga Disebut Ampuh Bantu Atasi Hipertensi

Divka Vance Yandriana • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:25 WIB

7 bahan alami penurun tekanan darah tinggi seperti jahe, bawang putih hingga kapulaga dipercaya membantu mengontrol hipertensi secara alami.
7 bahan alami penurun tekanan darah tinggi seperti jahe, bawang putih hingga kapulaga dipercaya membantu mengontrol hipertensi secara alami.

JAKARTA - Bahan alami penurun tekanan darah tinggi ternyata cukup mudah ditemukan di sekitar kita, bahkan sebagian besar tersedia di dapur rumah. Sejumlah rempah dan tanaman herbal dipercaya dapat membantu mengontrol hipertensi secara alami.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang harus dikontrol secara rutin. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga kerusakan ginjal.

Selain pengobatan medis dari dokter, beberapa bahan alami penurun tekanan darah tinggi juga dapat dimanfaatkan sebagai pendamping terapi. Namun, para ahli mengingatkan bahwa herbal tidak boleh menggantikan obat yang diresepkan dokter.

Baca Juga: 8 Wisata Baru Jogja yang Lagi Viral 2026, Obelix Sea View hingga Dreamy Park Bikin Liburan Serasa di Luar Negeri

Berikut tujuh bahan alami yang dipercaya dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi.

Jahe, Minuman Tradisional yang Baik untuk Tekanan Darah

Jahe sudah lama dikenal sebagai rempah tradisional yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Tanaman rimpang ini kerap dijadikan minuman herbal karena memiliki efek menenangkan sekaligus menyehatkan tubuh.

Dalam kaitannya dengan hipertensi, jahe mengandung senyawa aktif yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Cara kerjanya bahkan disebut memiliki kemiripan dengan beberapa obat hipertensi.

Konsumsi jahe dapat dilakukan dengan merebus irisan jahe segar kemudian diminum airnya. Minuman ini bisa dikonsumsi secara rutin sebagai pendamping terapi medis atau untuk membantu mencegah hipertensi.

Baca Juga: Perbedaan Perlakuan Pajak THR ASN vs Swasta, Begini Penjelasan Kementerian Keuangan!

Bawang Putih Bantu Rilekskan Pembuluh Darah

Bawang putih juga termasuk bahan alami yang banyak diteliti terkait manfaatnya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Rempah dapur ini mengandung senyawa alisin yang berperan membantu melebarkan dan merilekskan pembuluh darah. Dengan pembuluh darah yang lebih rileks, tekanan darah dapat menurun secara alami.

Selain itu, bawang putih juga diketahui membantu menurunkan kadar kolesterol yang menjadi salah satu faktor risiko hipertensi. Untuk mendapatkan manfaatnya, bawang putih dapat dikonsumsi mentah sekitar dua hingga tiga siung per hari.

Baca Juga: THR Lebaran 2026 Kena Pajak? Ini Aturan PPh 21, Batas Gaji yang Tidak Dipotong hingga Sanksi Jika Perusahaan Tak Membayar

Kayu Manis Berpotensi Turunkan Tekanan Darah

Kayu manis merupakan rempah yang sering digunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada makanan atau minuman. Namun di balik rasanya yang khas, kayu manis juga memiliki potensi manfaat kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2. Temuan tersebut pernah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan yang meneliti hubungan antara kayu manis dan tekanan darah.

Tanaman Akar Kucing

Tanaman akar kucing atau dikenal juga dengan nama catnip sering dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional. Tanaman ini diyakini memiliki efek membantu menurunkan tekanan darah.

Cara kerjanya adalah dengan menghambat reaksi kalsium pada sel-sel tubuh. Mekanisme ini mirip dengan cara kerja beberapa obat hipertensi yang berfungsi melebarkan pembuluh darah.

Saat ini, ekstrak akar kucing bahkan sudah tersedia dalam bentuk suplemen herbal yang dapat ditemukan di apotek.

Seledri Kaya Mineral Penting

Seledri tidak hanya populer sebagai pelengkap makanan, tetapi juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan jantung.

Tanaman ini mengandung senyawa kimia bernama phthalide yang berfungsi membantu mengendurkan jaringan pada dinding pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah dapat menurun.

Selain itu, seledri juga kaya akan magnesium dan kalium yang penting untuk menjaga keseimbangan tekanan darah.

Daun Basil

Daun basil atau kemangi juga termasuk tanaman herbal yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.

Daun ini mengandung senyawa eugenol yang dapat membantu memblokir reaksi kalsium dalam tubuh. Mekanisme tersebut membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga tekanan darah dapat turun.

Efeknya bahkan disebut mirip dengan cara kerja obat hipertensi seperti amlodipin yang sering digunakan dalam terapi tekanan darah tinggi.

Kapulaga

Kapulaga merupakan rempah yang sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional maupun minuman herbal. Selain memberikan aroma khas, kapulaga juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Rempah ini dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah karena kemampuannya menghambat reaksi kalsium dalam tubuh. Mekanisme ini mirip dengan beberapa herbal lain yang digunakan untuk membantu mengontrol hipertensi.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan herbal tidak boleh menggantikan pengobatan medis. Obat dari dokter tetap harus dikonsumsi sesuai anjuran.

Herbal hanya berfungsi sebagai pendamping terapi medis atau sebagai upaya pencegahan bagi orang yang belum mengalami hipertensi.

Dengan mengombinasikan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, serta pengobatan yang tepat, tekanan darah tinggi dapat dikontrol sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#rempah #obat herbal #bahan alami