JAKARTA - Herbal untuk kolesterol menjadi salah satu cara alami yang banyak dicari masyarakat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Terlebih saat menjalani puasa, konsumsi herbal tertentu disebut dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Namun para pakar kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan herbal untuk kolesterol tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak dibarengi dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.
Dalam sebuah penjelasan mengenai kesehatan metabolik, disebutkan bahwa banyak orang berharap kolesterol bisa turun hanya dengan minum obat herbal. Padahal, sumber utama kolesterol tinggi sering kali berasal dari pola makan yang tidak terkontrol.
Pola Makan Menentukan 80 Persen Kondisi Tubuh
Menurut penjelasan tersebut, kebiasaan makan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh, termasuk kadar kolesterol.
Orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi minyak, tepung, serta jarang makan sayur dan buah berisiko mengalami peningkatan kolesterol. Apalagi jika kebiasaan tersebut tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.
Bahkan disebutkan bahwa sekitar 80 persen kondisi tubuh seseorang terbentuk dari pola makan yang dijalani setiap hari. Hal ini juga sering disampaikan oleh para pelatih kebugaran atau personal trainer kepada orang yang rutin berolahraga.
Baca Juga: Partai Buruh Desak THR Bebas Pajak, Pemerintah Buka Suara soal Skema PPh 21 untuk ASN dan Swasta
Artinya, meskipun seseorang rajin berolahraga atau mengonsumsi herbal tertentu, hasilnya tetap tidak maksimal jika pola makan masih buruk.
Karena itu, penggunaan herbal untuk kolesterol sebaiknya dipadukan dengan pola hidup sehat agar memberikan manfaat yang lebih optimal.
Jenis Herbal yang Dipercaya Membantu Turunkan Kolesterol
Meski tidak bisa menjadi satu-satunya solusi, beberapa bahan herbal diketahui memiliki potensi membantu menurunkan kadar kolesterol.
Salah satu yang cukup populer adalah habbatussauda. Bahan herbal ini sering dikonsumsi dalam bentuk biji atau kapsul. Dalam praktik tradisional, habbatussauda biasanya diminum sekitar lima butir pada pagi hari dan lima butir pada malam hari.
Selain habbatussauda, rempah-rempah seperti jahe dan kunyit juga kerap digunakan sebagai herbal untuk kolesterol.
Baca Juga: Juknis THR ASN 2026 Resmi Beredar, Guru Sertifikasi Dipastikan Dapat Tambahan 1 Bulan TPG dalam THR
Kedua bahan ini dapat diolah menjadi minuman herbal dengan cara direbus. Ramuan tersebut biasanya diminum dua kali sehari untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Tidak hanya itu, konsumsi air putih yang cukup juga sangat dianjurkan. Beberapa ahli kesehatan menyarankan minum sekitar dua hingga tiga liter air putih setiap hari untuk membantu metabolisme tubuh bekerja lebih baik.
Terapi Tambahan seperti Bekam
Selain konsumsi herbal, beberapa metode terapi tradisional juga dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan, salah satunya adalah bekam.
Bekam dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit menggunakan teknik tertentu. Dalam pengobatan tradisional, terapi ini dipercaya dapat membantu memperlancar peredaran darah dan mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Namun efektivitas terapi tersebut tetap bergantung pada gaya hidup seseorang secara keseluruhan.
Jika seseorang masih mengonsumsi makanan berlemak tinggi, makanan olahan, atau jarang makan sayur dan buah, maka upaya menurunkan kolesterol akan menjadi lebih sulit.
Rempah Lokal Jadi Alternatif Herbal Murah
Salah satu keuntungan menggunakan herbal adalah bahan-bahannya mudah ditemukan di dapur rumah tangga.
Rempah-rempah seperti jahe dan kunyit bahkan bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan modal sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, seseorang sudah bisa membeli berbagai jenis rempah untuk dijadikan minuman herbal.
Selain itu, pilihan herbal lain seperti madu, propolis, hingga minyak zaitun juga sering digunakan sebagai pelengkap untuk menjaga kesehatan tubuh.
Meski demikian, pemilihan herbal biasanya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan ekonomi masing-masing orang.
Kunci Utama Tetap pada Pola Hidup Sehat
Pada akhirnya, para pakar kesehatan menegaskan bahwa tidak ada satu herbal pun yang bisa secara instan menurunkan kolesterol jika pola hidup masih tidak sehat.
Pengendalian kolesterol harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, hingga menjaga asupan nutrisi harian.
Herbal memang dapat menjadi pendukung untuk menjaga kesehatan, tetapi perubahan gaya hidup tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Dengan kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta konsumsi herbal untuk kolesterol, risiko kolesterol tinggi dapat ditekan secara lebih efektif.
Editor : Divka Vance Yandriana