JAKARTA - Berbagai obat herbal asam urat alami mulai banyak dilirik masyarakat sebagai alternatif untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain obat medis dari dokter, sejumlah bahan alami disebut memiliki kandungan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan akibat asam urat.
Asam urat merupakan penyakit radang sendi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat atau uric acid dalam darah. Ketika kadarnya meningkat, zat tersebut dapat membentuk kristal yang menumpuk pada sendi sehingga memicu nyeri, pembengkakan, hingga peradangan.
Karena itu, penggunaan obat herbal asam urat alami kerap menjadi pilihan tambahan untuk membantu mengurangi gejala serta mencegah kekambuhan. Beberapa bahan herbal bahkan telah diteliti memiliki potensi menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
Berikut sejumlah obat herbal yang sering digunakan untuk membantu mengatasi asam urat secara alami.
Kunyit dan Jahe untuk Meredakan Peradangan
Kunyit menjadi salah satu tanaman herbal yang sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Bahan alami ini mengandung senyawa kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi.
Kurkumin dipercaya mampu membantu meredakan peradangan pada sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat. Cara mengonsumsinya cukup mudah, yaitu dengan memarut kunyit segar, memeras airnya, lalu diminum dalam keadaan hangat.
Selain kunyit, jahe juga termasuk dalam daftar obat herbal asam urat alami yang banyak digunakan. Jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki efek antiinflamasi.
Jahe dapat dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air hangat seperti teh. Selain diminum, jahe juga bisa diolah menjadi pasta lalu dioleskan pada sendi yang terasa sakit.
Cuka Apel dan Biji Seledri
Cuka apel juga sering disebut sebagai bahan alami yang dapat membantu meredakan gejala asam urat. Kandungan asam organik di dalamnya diyakini mampu mengurangi rasa sakit akibat radang sendi.
Bahkan, sebuah penelitian di Jepang pada tahun 2010 menyebutkan bahwa cuka apel dapat meningkatkan tingkat kebasaan urin. Kondisi ini membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urine sehingga mengurangi risiko penumpukan pada sendi.
Biasanya cuka apel dikonsumsi dengan mencampurkan dua sendok makan ke dalam air hangat. Minuman ini bisa diminum beberapa kali sehari dan dapat ditambahkan madu untuk meningkatkan manfaat antiinflamasinya.
Baca Juga: Partai Buruh Desak THR Bebas Pajak, Pemerintah Buka Suara soal Skema PPh 21 untuk ASN dan Swasta
Selain itu, ekstrak biji seledri juga dikenal memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut dipercaya mampu membantu mengurangi pembengkakan pada sendi akibat asam urat.
Kembang Sepatu dan Brotowali
Tanaman kembang sepatu juga disebut memiliki potensi sebagai obat herbal asam urat alami. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Food menunjukkan bahwa ekstrak kembang sepatu dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan dalam penelitian pada hewan.
Biasanya kembang sepatu dikonsumsi dalam bentuk suplemen herbal atau teh herbal.
Selain itu, brotowali juga dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang dipercaya mampu membantu menurunkan kadar asam urat. Penelitian dalam jurnal Pharmacognosy and Phytochemistry pada 2017 menyebutkan bahwa ekstrak batang brotowali dapat membantu menetralkan kadar asam urat dalam tubuh.
Tanaman ini juga dilaporkan memiliki efek pereda nyeri pada serangan asam urat berdasarkan penelitian lain yang dilakukan pada hewan percobaan.
Meniran Hijau, Jelatang, dan Dandelion
Meniran hijau juga termasuk tanaman herbal yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini dipercaya mampu menghambat produksi asam urat berlebih dalam tubuh sekaligus membantu memecah kristal asam urat yang menumpuk pada sendi.
Selain meniran, tanaman jelatang juga memiliki kandungan zat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan. Tanaman ini juga kaya mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan sendi.
Sementara itu, bunga dandelion juga disebut memiliki potensi sebagai obat herbal untuk menurunkan kadar asam urat. Sebuah penelitian pada 2016 menemukan bahwa ekstrak tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat pada penderita yang berisiko mengalami gangguan ginjal.
Tetap Perlu Pendampingan Medis
Meski banyak bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal asam urat alami, para ahli mengingatkan agar penggunaannya tidak menggantikan pengobatan medis sepenuhnya.
Jika seseorang sedang menjalani terapi obat dari dokter, konsumsi obat herbal sebaiknya tidak menghentikan pengobatan tersebut tanpa konsultasi medis.
Penggunaan bahan alami dapat menjadi terapi pendamping untuk membantu mengontrol kadar asam urat, namun pemeriksaan dan penanganan medis tetap penting terutama jika gejala semakin sering muncul atau semakin parah.
Editor : Divka Vance Yandriana