JAKARTA - Penyakit asam urat menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar asam urat atau uric acid dalam tubuh yang dapat memicu nyeri dan peradangan pada persendian.
Ketika kadar asam urat meningkat, zat tersebut dapat membentuk kristal di dalam sendi. Akibatnya, penderita akan merasakan nyeri hebat, pembengkakan, hingga rasa panas pada bagian tubuh tertentu seperti jari kaki, lutut, hingga pergelangan tangan.
Selain pengobatan medis, sejumlah pakar kesehatan juga menyebut bahwa herbal untuk asam urat dapat dimanfaatkan sebagai cara alami membantu meredakan gejala. Beberapa bahan dapur bahkan dipercaya mampu membantu menyeimbangkan kadar asam urat dalam tubuh.
Dalam sebuah penjelasan kesehatan, disebutkan bahwa salah satu penyebab meningkatnya kadar asam urat adalah pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi lemak trans, gula, serta produk olahan tertentu dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Karena itu, perubahan pola makan menjadi langkah penting untuk membantu menurunkan kadar asam urat secara alami.
Kurangi Makanan Tinggi Lemak dan Gula
Para ahli menyarankan agar penderita asam urat mulai membatasi beberapa jenis makanan yang dapat memperparah kondisi tersebut. Makanan yang mengandung gula tinggi, tepung olahan, hingga daging berlebihan sebaiknya dikurangi.
Produk makanan seperti nasi berlebih, gula pasir, serta daging merah termasuk yang perlu dibatasi dalam menu harian penderita asam urat.
Selain itu, konsumsi air putih juga perlu ditingkatkan. Tubuh yang cukup terhidrasi akan membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme, termasuk asam urat, melalui urin.
“Air yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh membuang zat-zat yang tidak diperlukan,” ujar seorang praktisi kesehatan.
Serai Disebut Bisa Membantu Menurunkan Asam Urat
Salah satu bahan herbal yang disebut bermanfaat adalah serai. Tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu dapur ini ternyata juga dipercaya memiliki efek kesehatan.
Serai dapat direbus dan airnya diminum sebagai minuman herbal. Ramuan ini diyakini dapat membantu memperbaiki keseimbangan metabolisme tubuh, termasuk dalam mengontrol kadar asam urat.
Selain serai, beberapa bahan alami lain juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu meredakan gejala asam urat.
Baca Juga: Perbedaan Perlakuan Pajak THR ASN vs Swasta, Begini Penjelasan Kementerian Keuangan!
Jahe dan Kunyit Bantu Redakan Peradangan
Jahe dan kunyit termasuk dua tanaman rimpang yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan senyawa aktif di dalam kedua tanaman ini dipercaya mampu membantu meredakan peradangan pada sendi.
Jahe sering digunakan untuk membantu mengurangi nyeri akibat peradangan. Sementara itu, kunyit mengandung senyawa kurkumin yang dikenal memiliki efek anti radang.
Kedua bahan tersebut dapat diolah menjadi minuman herbal dengan cara direbus atau diseduh dengan air hangat.
Ramuan herbal ini biasanya dikonsumsi ketika tubuh mengalami rasa nyeri atau peradangan akibat serangan asam urat.
Konsumsi Makanan Bersifat Basa
Selain menggunakan ramuan herbal, penderita asam urat juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang bersifat basa atau alkaline forming food. Jenis makanan ini dipercaya membantu menyeimbangkan kondisi tubuh.
Beberapa sayuran seperti kacang panjang dan seledri termasuk yang sering dianjurkan untuk dikonsumsi. Bahkan keduanya dapat diolah menjadi minuman sehat dengan cara diblender.
Campuran jus kacang panjang dan seledri dipercaya membantu mendukung metabolisme tubuh serta membantu mengontrol kadar asam urat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan bahan herbal sebaiknya tidak menggantikan sepenuhnya pengobatan medis.
Pemeriksaan dokter tetap diperlukan, terutama jika gejala asam urat terjadi berulang atau semakin parah.
Dengan mengombinasikan pola makan sehat, konsumsi herbal alami, serta pengobatan medis yang tepat, penderita asam urat dapat mengelola penyakit ini dengan lebih baik.
Editor : Divka Vance Yandriana