JAKARTA - Kolesterol tinggi dan asam urat sering menjadi dua penyakit metabolik yang datang bersamaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak penderita mengeluhkan rasa nyeri pada sendi, leher kaku, hingga telapak kaki terasa seperti tertusuk jarum saat bangun tidur.
Meski sudah menjalani pengobatan dan membatasi makanan tertentu, tidak sedikit orang yang masih mengalami naik turunnya kadar kolesterol tinggi dan asam urat dalam tubuh. Kondisi ini membuat banyak penderita merasa frustrasi karena hasil pemeriksaan laboratorium kerap berubah-ubah.
Sejumlah ahli kesehatan menyebut bahwa selain menjaga pola makan, penderita juga perlu membantu tubuh membuang penumpukan zat sisa metabolisme. Salah satu cara yang mulai banyak dibahas adalah penggunaan ramuan herbal alami untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi dan asam urat.
Salah satu ramuan herbal yang sering direkomendasikan terdiri dari tiga bahan dapur sederhana, yakni jahe, daun salam, dan serai. Kombinasi ketiganya dipercaya memiliki efek sinergis yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mengontrol asam urat dalam tubuh.
Jahe Bantu Redakan Nyeri dan Lindungi Pembuluh Darah
Jahe dikenal sebagai salah satu tanaman herbal dengan banyak manfaat kesehatan. Rimpang ini mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki sifat antiinflamasi atau anti peradangan.
Senyawa tersebut dipercaya mampu membantu meredakan nyeri sendi yang sering muncul saat asam urat kambuh. Selain itu, jahe juga disebut dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol jahat di dalam usus.
Dengan demikian, konsumsi jahe secara rutin dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta mengurangi risiko penumpukan lemak dalam tubuh.
Tidak hanya itu, jahe juga dapat merangsang produksi cairan empedu di hati. Cairan empedu ini menggunakan kolesterol sebagai bahan baku, sehingga proses tersebut dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
Daun Salam Dapat Menekan Produksi Asam Urat
Selain jahe, daun salam juga menjadi bahan penting dalam ramuan herbal ini. Selama ini daun salam sering digunakan sebagai bumbu masakan, namun ternyata memiliki manfaat kesehatan yang cukup besar.
Daun salam mengandung flavonoid dan quercetin yang dipercaya mampu menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Enzim tersebut berperan dalam proses pembentukan asam urat dari zat purin yang berasal dari makanan.
Ketika enzim ini dihambat, produksi asam urat dalam tubuh dapat berkurang. Tidak hanya itu, daun salam juga memiliki sifat diuretik ringan yang membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urin.
Baca Juga: Perbedaan Perlakuan Pajak THR ASN vs Swasta, Begini Penjelasan Kementerian Keuangan!
Dengan kata lain, daun salam tidak hanya membantu menekan produksi asam urat tetapi juga mempercepat proses pembuangannya dari tubuh.
Serai Membantu Proses Detoksifikasi Tubuh
Bahan ketiga dalam ramuan herbal ini adalah serai. Tanaman yang memiliki aroma khas ini mengandung senyawa sitral yang dikenal memiliki manfaat kesehatan.
Serai dipercaya memiliki efek diuretik alami yang dapat membantu tubuh mengeluarkan cairan berlebih melalui urin. Proses ini membantu membuang kristal asam urat yang menumpuk di dalam tubuh.
Selain itu, serai juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Hal ini penting bagi penderita kolesterol tinggi yang sering mengalami gangguan aliran darah.
Dengan sirkulasi yang lebih lancar, keluhan seperti pegal, leher kaku, dan rasa berat di pundak dapat berkurang.
Cara Membuat Ramuan Herbal Jahe, Salam, dan Serai
Ramuan herbal ini cukup mudah dibuat di rumah dengan bahan yang sederhana.
Bahan yang dibutuhkan antara lain dua ruas jahe segar yang telah digeprek, lima hingga tujuh lembar daun salam segar, serta dua batang serai yang dimemarkan. Siapkan juga sekitar 800 mililiter air.
Semua bahan dimasukkan ke dalam panci lalu direbus hingga mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan proses perebusan berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit.
Setelah selesai, air rebusan disaring dan diminum saat hangat.
Ramuan herbal ini dianjurkan diminum dua kali sehari, yakni pada pagi hari sebelum sarapan dan sore hari sebelum makan malam.
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa ramuan herbal sebaiknya digunakan sebagai pendukung pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Mengatur pola makan, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan purin, serta rutin berolahraga tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kadar kolesterol dan asam urat tetap stabil.
Editor : Divka Vance Yandriana