JAKARTA - Penyebab sariawan sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, luka kecil yang muncul di mulut ini bisa menimbulkan rasa perih yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, berbicara, hingga minum.
Sariawan umumnya berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan di bagian tengah dan dikelilingi kemerahan. Meski bukan penyakit menular, kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman dalam menjalani aktivitas.
Banyak orang mengira penyebab sariawan hanya karena tergigit saat makan. Faktanya, ada berbagai faktor lain yang juga dapat memicu munculnya luka di mulut tersebut. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Berikut beberapa penyebab sariawan yang sering tidak disadari serta cara mengatasinya.
Mulut Kering Bisa Memicu Sariawan
Salah satu penyebab sariawan yang sering diabaikan adalah kondisi mulut yang terlalu kering. Ketika mulut kekurangan cairan, bakteri dapat berkembang lebih cepat dan tidak terkendali.
Hal ini kemudian dapat memicu iritasi pada jaringan mulut hingga menyebabkan sariawan. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting.
Disarankan untuk minum sekitar delapan gelas atau sekitar dua liter air per hari agar mulut tetap lembap dan kesehatan rongga mulut terjaga.
Makanan Pedas dan Asam Menjadi Pemicu
Konsumsi makanan pedas dan asam juga bisa menjadi penyebab munculnya sariawan. Kedua jenis makanan tersebut dapat mengiritasi mukosa atau lapisan dalam mulut.
Jika seseorang sudah memiliki sariawan, makanan pedas dan asam bahkan dapat memperparah rasa perih dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi konsumsi makanan tersebut, terutama jika sering mengalami sariawan.
Kebiasaan Menggosok Gigi Terlalu Keras
Menggosok gigi memang penting untuk menjaga kebersihan mulut. Namun, melakukannya dengan terlalu keras justru dapat melukai gusi maupun jaringan di dalam mulut.
Luka kecil akibat sikat gigi yang terlalu kuat dapat berkembang menjadi sariawan. Karena itu, dianjurkan menyikat gigi dengan teknik yang benar dan tidak terburu-buru.
Menggunakan sikat gigi berbulu lembut juga dapat membantu mencegah iritasi pada rongga mulut.
Alergi Makanan
Beberapa orang juga bisa mengalami sariawan akibat alergi terhadap makanan tertentu. Umumnya, alergi makanan lebih dikenal dengan gejala seperti gatal atau bentol di kulit.
Namun pada sebagian orang, alergi juga dapat memicu luka di dalam mulut. Makanan yang sering menjadi pemicu antara lain telur, makanan laut, atau jenis makanan tertentu yang sensitif bagi tubuh.
Jika mengetahui memiliki alergi terhadap suatu makanan, sebaiknya hindari konsumsi makanan tersebut untuk mencegah munculnya sariawan.
Penggunaan Kawat Gigi
Orang yang menggunakan kawat gigi atau behel juga lebih rentan mengalami sariawan. Hal ini disebabkan oleh gesekan antara kawat atau bracket dengan bagian dalam bibir dan pipi.
Gesekan tersebut dapat menimbulkan luka kecil yang kemudian berkembang menjadi sariawan. Untuk mengurangi rasa nyeri, penderita dapat berkumur dengan air dingin atau menggunakan kompres dingin pada area yang terasa sakit.
Kekurangan Vitamin B
Kekurangan nutrisi juga menjadi salah satu penyebab sariawan yang cukup sering terjadi. Terutama jika tubuh kekurangan vitamin B seperti vitamin B3, B9, dan B12.
Vitamin-vitamin tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk jaringan di dalam mulut. Kekurangan vitamin ini dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan.
Karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral agar tubuh tetap sehat.
Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh
Sariawan juga lebih mudah muncul pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak, lansia, atau orang yang memiliki penyakit tertentu.
Penderita yang menjalani terapi kanker atau memiliki penyakit yang memengaruhi sistem imun juga cenderung lebih rentan mengalami sariawan.
Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga dapat memicu timbulnya sariawan, terutama pada wanita. Kondisi ini sering terjadi saat menstruasi atau menopause.
Perubahan hormon dapat membuat jaringan di dalam mulut menjadi lebih sensitif sehingga mudah mengalami luka atau iritasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, sariawan yang berlangsung lama perlu diwaspadai.
Jika sariawan tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dengan memahami berbagai penyebab sariawan, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan mulut serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegahnya.
Editor : Divka Vance Yandriana