Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sariawan Tiba-Tiba Muncul? Simak Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tips Pencegahan dari Dokter Ahli

Divka Vance Yandriana • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:19 WIB

Penyebab sariawan beragam, dari cedera mulut hingga kekurangan vitamin. Simak cara mengatasi dan tips pencegahannya di sini.
Penyebab sariawan beragam, dari cedera mulut hingga kekurangan vitamin. Simak cara mengatasi dan tips pencegahannya di sini.

JAKARTA - Sariawan merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang umum terjadi dan sering membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Luka kecil di bibir, lidah, pipi bagian dalam, atau langit-langit mulut ini bisa menimbulkan rasa perih, sehingga makan, minum, atau berbicara menjadi tidak nyaman. Menurut Dr. Abi dari Alo Dokter, sariawan atau stomatitis aftosa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik ringan maupun yang memerlukan perhatian medis.

Secara medis, sariawan berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan di bagian tengah, dan dikelilingi lapisan merah. Meskipun sebagian besar sariawan sembuh dalam beberapa hari hingga satu minggu, kondisi ini bisa menjadi kronis atau berulang jika penyebabnya tidak diatasi. Memahami penyebab sariawan sangat penting agar penanganannya tepat dan mencegah munculnya kembali.

Baca Juga: Ramuan Kunyit dan Madu untuk Sakit Lambung Viral, Benarkah Bisa Sembuhkan Luka Lambung? Ini Cara Membuatnya

Penyebab Sariawan yang Sering Tidak Disadari

Banyak faktor yang memicu timbulnya sariawan. Salah satunya adalah cedera mekanis di mulut, misalnya tergigit, tergosok gigi terlalu keras, atau mengunyah makanan keras dan bersuhu panas. Selain itu, iritasi akibat pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauril sulfat (SLS) dan alkohol juga dapat memicu sariawan.

Infeksi virus, jamur, atau bakteri di mulut juga menjadi pemicu umum. Contohnya flu Singapura, candidiasis oral, atau infeksi Helicobacter pylori. Risiko ini semakin tinggi jika tubuh mengalami dehidrasi karena kurang minum. Kekurangan nutrisi, terutama zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin B12, turut meningkatkan kemungkinan timbulnya sariawan.

Faktor lain termasuk stres berlebihan, perubahan hormon saat menstruasi atau kehamilan, serta penyakit autoimun seperti lupus. Dr. Abi menekankan bahwa meskipun sariawan umumnya tidak berbahaya, kondisi yang parah, jumlah sariawan banyak, atau berlangsung lama perlu perhatian medis agar tidak menimbulkan komplikasi.

Baca Juga: Cara Menurunkan Kolesterol dan Darah Tinggi Tanpa Obat? Dokter Ungkap Pentingnya Lifestyle Changing, Puasa hingga Air Kelapa

Cara Mengatasi Sariawan di Rumah

Untuk mempercepat penyembuhan, terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Pertama, gunakan pasta gigi yang lembut dan bebas bahan iritasi. Konsumsi makanan lunak dan hindari makanan pedas, asam, atau terlalu panas. Mengompres sariawan dengan es batu dapat membantu mengurangi nyeri.

Penggunaan permen antiseptik yang mengandung dequalinium chloride atau obat kumur antiseptik juga dianjurkan. Beberapa herbal seperti teh kamomil atau echinacea dapat digunakan sebagai larutan penyegar untuk membantu meredakan iritasi. Bila perlu, obat oles antiinflamasi dapat diberikan sesuai anjuran dokter. Kini, bagi pasien yang sibuk, obat-obatan ini bisa dibeli secara online melalui aplikasi kesehatan, seperti fitur Allo Shop, dengan konsultasi dokter terlebih dahulu.

Baca Juga: 15 Herbal Alami untuk Kesehatan yang Mudah Ditemukan di Dapur, dari Jahe hingga Pala Ternyata Punya Khasiat Luar Biasa

Pencegahan Sariawan Agar Tidak Kambuh

Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat lembut dan rutin menggunakan benang gigi sangat dianjurkan. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali juga membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Pola makan yang sehat dan cukup vitamin B6, B9, dan B12 sangat penting. Konsumsi brokoli, bayam, buah bit, dan hati sapi dapat membantu menjaga kesehatan mulut. Hindari makanan yang terlalu pedas atau bersifat iritatif, serta jangan terburu-buru saat makan agar tidak tergigit.

Kekeringan mulut juga memicu sariawan, sehingga kebutuhan cairan harus tercukupi, minimal delapan gelas per hari. Permen karet bebas gula dapat merangsang produksi air liur, batasi kafein, dan hentikan kebiasaan merokok. Jika kondisi mulut tetap kering, penggunaan obat kumur khusus juga dapat membantu mencegah timbulnya sariawan.

Dr. Abi mengingatkan bahwa sariawan yang tidak kunjung sembuh atau sering muncul berulang harus diperiksakan ke dokter. Penanganan tepat dapat menghindarkan komplikasi, serta memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang lebih serius.

Dengan memahami penyebab sariawan, melakukan perawatan mandiri, dan menerapkan langkah pencegahan, masalah sariawan dapat dikurangi secara signifikan, sehingga aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan bebas dari rasa perih di mulut.

Editor : Divka Vance Yandriana
#obat herbal #sariawan #Obat Alami