Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terbongkar! 15 Mitos Kesehatan yang Selama Ini Dipercaya Banyak Orang, dari Makan Malam Bikin Gemuk hingga Olahraga Pagi Paling Sehat

Izahra Nurrafidah • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:20 WIB

Terbongkar! 15 Mitos Kesehatan yang Selama Ini Dipercaya Banyak Orang, dari Makan Malam Bikin Gemuk hingga Olahraga Pagi Paling Sehat
Terbongkar! 15 Mitos Kesehatan yang Selama Ini Dipercaya Banyak Orang, dari Makan Malam Bikin Gemuk hingga Olahraga Pagi Paling Sehat

TULUNGAGUNG- Banyak orang menjalani kebiasaan sehari-hari berdasarkan informasi yang dianggap benar tentang kesehatan. Mulai dari larangan makan malam karena dianggap bikin gemuk hingga keyakinan bahwa olahraga pagi adalah waktu terbaik untuk tubuh. Namun, sejumlah fakta ilmiah menunjukkan bahwa banyak kepercayaan tersebut ternyata hanya mitos kesehatan yang terus diwariskan tanpa bukti kuat.

Fenomena ini membuat banyak orang menjalani pola hidup yang sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Padahal, memahami fakta di balik mitos kesehatan sangat penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menjaga tubuh tetap sehat.

Dalam sebuah video edukasi kesehatan yang beredar di YouTube, berbagai mitos kesehatan populer dibongkar satu per satu berdasarkan penjelasan ilmiah.

Rambut dan Kuku Tidak Tumbuh Setelah Meninggal

Salah satu mitos yang cukup populer adalah rambut dan kuku seseorang masih tumbuh setelah meninggal dunia. Faktanya, hal itu tidak benar.

Ketika seseorang meninggal, tubuh berhenti memproduksi sel baru sehingga rambut dan kuku juga berhenti tumbuh. Ilusi rambut dan kuku tampak lebih panjang terjadi karena kulit tubuh kehilangan cairan dan menyusut, sehingga bagian akar terlihat lebih menonjol.

Gula Tidak Membuat Anak Hiperaktif

Banyak orang tua percaya konsumsi gula berlebihan membuat anak menjadi hiperaktif. Namun penelitian ilmiah menunjukkan bahwa gula sebenarnya tidak secara langsung memicu perilaku hiperaktif pada anak.

Perilaku anak yang terlihat sangat aktif setelah makan manis sering kali dipengaruhi suasana sekitar, seperti pesta ulang tahun atau lingkungan yang ramai dan menyenangkan.

Sit Up Ribuan Kali Tidak Otomatis Membentuk Perut Six Pack

Banyak orang berpikir melakukan sit up sebanyak mungkin akan membuat perut langsung berotot. Kenyataannya, latihan tersebut hanya memperkuat otot perut, bukan secara khusus membakar lemak di area tersebut.

Agar perut terlihat six pack, seseorang harus menurunkan kadar lemak tubuh secara keseluruhan melalui kombinasi olahraga, latihan kekuatan, dan pola makan sehat.

Kuning Telur Tidak Selalu Berbahaya

Kuning telur sering dihindari karena dianggap menyebabkan kolesterol tinggi. Padahal, bagi kebanyakan orang sehat, kolesterol dari makanan tidak terlalu memengaruhi kadar kolesterol darah.

Justru kuning telur mengandung banyak nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh.

Duduk Dekat TV Tidak Merusak Mata

Larangan duduk terlalu dekat dengan televisi sering didengar sejak kecil. Faktanya, kebiasaan tersebut tidak menyebabkan kerusakan mata permanen.

Yang terjadi biasanya hanya kelelahan mata karena otot mata dipaksa fokus terlalu lama. Gejalanya bisa berupa mata kering atau sakit kepala ringan, namun bersifat sementara.

Sarapan Tidak Wajib Semua Orang

Sarapan sering disebut sebagai makanan paling penting dalam sehari. Namun kenyataannya, tidak semua orang membutuhkan sarapan.

Sebagian orang merasa lebih berenergi setelah makan pagi, tetapi ada juga yang justru merasa lebih fokus saat belum sarapan. Selama kebutuhan nutrisi harian terpenuhi, melewatkan sarapan tidak selalu menjadi masalah.

Olahraga Tidak Harus Pagi Hari

Banyak orang menganggap olahraga pagi adalah yang paling sehat. Padahal penelitian menunjukkan olahraga pada sore atau malam hari juga memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Pada waktu tersebut, suhu tubuh dan kelenturan otot biasanya berada pada kondisi optimal sehingga performa olahraga bisa lebih maksimal.

Makan Malam Tidak Selalu Bikin Gemuk

Salah satu mitos kesehatan paling populer adalah makan malam membuat berat badan naik. Faktanya, tubuh tidak secara otomatis menyimpan lebih banyak lemak hanya karena makan di malam hari.

Yang sering menyebabkan kenaikan berat badan adalah jenis makanan yang dikonsumsi, seperti camilan tinggi gula dan lemak saat begadang.

Target 10.000 Langkah Berasal dari Strategi Marketing

Banyak orang merasa harus berjalan 10.000 langkah setiap hari agar sehat. Angka tersebut ternyata berasal dari strategi pemasaran pedometer di Jepang pada tahun 1960-an.

Penelitian terbaru menunjukkan berjalan sekitar 6.000 langkah sehari sudah cukup memberikan manfaat kesehatan bagi kebanyakan orang.

Jus Tidak Selalu Lebih Sehat dari Buah Utuh

Minum jus sering dianggap lebih sehat daripada makan buah secara langsung. Padahal proses membuat jus biasanya menghilangkan serat yang sangat penting bagi pencernaan.

Buah utuh memberikan manfaat lebih lengkap karena mengandung serat yang membantu mengontrol gula darah dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Hidup Sehat Tidak Bergantung pada Satu Kebiasaan

Dari berbagai contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak mitos kesehatan berkembang karena kebiasaan lama, kesalahpahaman, atau bahkan strategi pemasaran.

Para ahli menekankan bahwa kunci kesehatan sebenarnya bukan terletak pada satu kebiasaan saja, melainkan kombinasi gaya hidup sehat seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, dan manajemen stres yang baik.

Dengan memahami fakta ilmiah di balik berbagai mitos, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjaga kesehatan tubuh.

Editor : Izahra Nurrafidah
#fakta kesehatan #mitos kesehatan #olahraga pagi #makan malam bikin gemuk