Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jejak Kejayaan Kekaisaran Persia: Dari Cyrus The Great hingga Runtuh oleh Alexander Agung, Kisah Bangkit dan Jatuhnya Peradaban Raksasa Dunia

Izahra Nurrafidah • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:50 WIB

Jejak Kejayaan Kekaisaran Persia: Dari Cyrus The Great hingga Runtuh oleh Alexander Agung, Kisah Bangkit dan Jatuhnya Peradaban Raksasa Dunia
Jejak Kejayaan Kekaisaran Persia: Dari Cyrus The Great hingga Runtuh oleh Alexander Agung, Kisah Bangkit dan Jatuhnya Peradaban Raksasa Dunia

TULUNGAGUNG - Kekaisaran Persia dikenal sebagai salah satu kekaisaran terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Berdiri sekitar tahun 550 sebelum masehi, kekaisaran ini pernah menguasai wilayah sangat luas yang membentang dari Balkan di Eropa hingga Lembah Indus di Asia Selatan.

Pada puncak kejayaannya, Kekaisaran Persia mengendalikan wilayah sekitar 8 juta kilometer persegi. Daerah kekuasaannya mencakup wilayah yang kini menjadi Iran, Turki, Irak, Afghanistan, sebagian Asia Tengah, Mesir, hingga pesisir Laut Hitam.

Kekuatan besar ini dipimpin oleh dinasti Akemenia, sebuah dinasti yang tidak hanya dikenal karena kekuatan militernya, tetapi juga karena kemajuan administrasi, budaya, serta inovasi yang memengaruhi peradaban dunia. Namun di balik kejayaan tersebut, sejarah juga mencatat bagaimana Kekaisaran Persia akhirnya mengalami kemunduran hingga runtuh.

Awal Mula Peradaban Persia

Sejarah Persia sebenarnya telah dimulai jauh sebelum berdirinya kekaisaran besar itu. Sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, wilayah dataran tinggi Iran sudah dihuni oleh berbagai suku nomaden yang hidup dari peternakan.

Kerajaan pertama di wilayah tersebut muncul pada abad ke-7 sebelum masehi ketika bangsa Medes membentuk kekuasaan politik di kawasan Iran. Namun perubahan besar baru terjadi sekitar tahun 550 sebelum masehi ketika seorang tokoh besar bernama Cyrus The Great muncul.

Cyrus, yang dikenal juga sebagai Kores Agung, menjadi tokoh penting yang membuka era baru dalam sejarah Persia. Ia lahir sekitar tahun 576 sebelum masehi sebagai putra Cambyses I, raja Persia.

Menurut catatan sejarah yang ditulis oleh sejarawan Yunani Herodotus, masa kecil Cyrus dipenuhi cerita legenda dan misteri. Konon, kakeknya yang merupakan raja Media, Astyages, pernah bermimpi bahwa cucunya akan menggulingkan kekuasaannya. Karena takut ramalan itu menjadi kenyataan, ia memerintahkan seorang jenderal untuk membunuh bayi Cyrus.

Namun perintah tersebut tidak dilaksanakan. Bayi Cyrus justru disembunyikan dan dibesarkan oleh seorang penggembala hingga akhirnya identitas aslinya terungkap.

Pemberontakan yang Mengubah Sejarah

Pada tahun 559 sebelum masehi, Cyrus naik takhta sebagai raja Persia setelah ayahnya meninggal. Awalnya ia hanyalah penguasa lokal yang berada di bawah kekuasaan Media.

Namun pada tahun 553 sebelum masehi, Cyrus memimpin pemberontakan melawan kakeknya sendiri, Astyages. Perang yang berlangsung selama tiga tahun itu berakhir dengan kemenangan Persia pada tahun 550 sebelum masehi dan menjadikan Cyrus penguasa baru.

Keberhasilan tersebut menjadi awal berdirinya Kekaisaran Persia Akemenia.

Setelah menguasai Media, Cyrus melanjutkan ekspansi militernya ke berbagai wilayah lain. Salah satu penaklukan terkenal terjadi saat ia mengalahkan Kerajaan Lydia yang dipimpin oleh Raja Croesus, yang terkenal sangat kaya.

Dalam pertempuran tersebut, pasukan Persia menggunakan strategi unik dengan menempatkan unta di garis depan. Kuda-kuda pasukan Lydia yang tidak terbiasa dengan bau dan suara unta menjadi panik, sehingga pasukan Cyrus berhasil memenangkan pertempuran.

Penaklukan Babilonia yang Legendaris

Salah satu kemenangan terbesar Cyrus terjadi pada tahun 539 sebelum masehi ketika ia menaklukkan Babilonia.

Pasukan Persia menggunakan taktik cerdik dengan mengalihkan aliran Sungai Efrat ke kanal lain. Saat permukaan air surut, tentara Persia berjalan melalui dasar sungai dan masuk ke kota Babilonia pada malam hari.

Kota tersebut jatuh tanpa perlawanan besar. Penaklukan ini membuat wilayah kekuasaan Persia meluas hingga mencakup Mesopotamia, Suriah, dan Levant.

Keberhasilan Cyrus menjadikan Persia sebagai negara adidaya pertama di dunia yang menguasai tiga pusat peradaban kuno sekaligus, yakni Mesopotamia, Lembah Sungai Nil, dan Lembah Indus.

Masa Keemasan di Era Darius Agung

Setelah Cyrus wafat pada tahun 530 sebelum masehi, kekuasaan dilanjutkan oleh putranya Cambyses II dan kemudian oleh Darius The Great.

Di bawah kepemimpinan Darius, Persia mencapai puncak kejayaannya. Wilayah kekuasaan membentang dari Asia Barat hingga Balkan di Eropa serta sebagian Afrika Utara.

Darius dikenal sebagai pemimpin yang memperkenalkan berbagai inovasi penting. Ia mengembangkan sistem administrasi provinsi, memperbaiki jaringan jalan raya kerajaan, serta menciptakan sistem pos yang efisien.

Selain itu, Persia juga memperkenalkan sistem mata uang dan timbangan yang mempermudah perdagangan internasional. Jalan Raya Kerajaan yang dibangun saat itu menjadi jalur komunikasi dan perdagangan utama di dunia kuno.

Awal Kemunduran Kekaisaran

Setelah masa pemerintahan Darius berakhir pada tahun 486 sebelum masehi, kekuatan Persia mulai melemah. Putranya, Xerxes I, menghadapi berbagai konflik besar termasuk perang melawan Yunani.

Kegagalan Persia dalam invasi Yunani menjadi salah satu titik balik yang mempercepat kemunduran kekaisaran tersebut.

Pada akhirnya, dominasi Persia berakhir ketika Alexander Agung dari Makedonia melancarkan invasi besar. Pada tahun 330 sebelum masehi, pasukan Alexander berhasil menaklukkan ibu kota Persepolis dan mengakhiri kekuasaan dinasti Akemenia.

Meski kekaisaran itu runtuh, warisan Persia tetap bertahan. Sistem administrasi, toleransi budaya, serta inovasi perdagangan yang mereka kembangkan masih memengaruhi dunia hingga saat ini.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Alexander Agung #Darius Agung #sejarah Persia #Kekaisaran Persia #Cyrus the Great