RADAR TULUNGAGUNG – Upaya pengendalian penyebaran campak di Kabupaten Tulungagung terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Rabu (1/4). Menyusul tingginya temuan kasus suspek di wilayah tersebut.
Kegiatan vaksinasi dipusatkan di Balai Desa Ringinpitu dan dilaksanakan serentak di tujuh titik. Sasaran utamanya adalah balita usia 9 hingga 59 bulan, dengan total sekitar 350 anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan ORI di Ringinpitu didasarkan pada temuan enam kasus suspek yang memiliki keterkaitan secara epidemiologis di satu lokasi.
“Karena ada enam kasus yang saling berhubungan secara epidemiologi di satu wilayah, maka sesuai petunjuk teknis dilakukan ORI,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum kondisi kasus campak di Tulungagung hingga akhir Maret 2026 masih didominasi suspek.
Dari total 44 suspek yang tercatat, baru satu yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium, dan kasus tersebut terjadi pada awal tahun.
“Kasus positif itu terjadi di Januari dan saat ini kondisinya sudah sembuh serta stabil,” ujarnya.
dr. Aris menyebutkan, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah suspek pada 2026 memang cenderung lebih tinggi.
Pada Februari tahun sebelumnya, jumlah suspek masih di bawah tahun ini yang mencapai lebih dari 40 kasus.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Dinkes menilai tren kasus masih fluktuatif dan saat ini mulai menunjukkan penurunan dibandingkan awal Januari.
Pelaksanaan ORI di Ringinpitu menjadi langkah khusus, berbeda dengan kebijakan di wilayah lain di Tulungagung yang tetap mengedepankan program imunisasi kejar (catch up campaign).
Dalam program tersebut, vaksin hanya diberikan kepada anak yang belum mendapatkan imunisasi campak lengkap.
“Kalau di Ringinpitu, semua balita usia 9 sampai 59 bulan divaksin tanpa melihat status imunisasinya. Tapi di wilayah lain tetap menggunakan skema imunisasi kejar,” terangnya.
Dinkes juga memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman dan mencukupi, baik untuk pelaksanaan ORI maupun imunisasi rutin di fasilitas kesehatan.
Selain vaksinasi, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala, dinilai penting untuk mencegah penularan.
“Campak ini bisa dicegah dengan imunisasi. Kalau cakupan imunisasi tinggi, kekebalan kelompok akan terbentuk dan risiko penyebaran bisa ditekan,” tandas dr. Aris.
Editor : Sandy Sri Yuwana