RADAR TULUNGAGUNG– Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, pada Rabu (1/4), menunjukkan hasil cukup menggembirakan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat cakupan vaksinasi pada hari pertama mencapai 68,4 persen dari total sasaran.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan, menyebut capaian tersebut tergolong baik mengingat pelaksanaan dilakukan secara serentak dalam waktu terbatas.
Baca Juga: Kasus Suspek Campak Tinggi, Dinkes Lakukan ORI di Ringinpitu Tulungagung
“Alhamdulillah, kemarin cakupannya lumayan bagus. Bisa mencapai 68,4 persen,” ujarnya.
Meski belum menyentuh seluruh sasaran, dinkes memastikan sisa balita yang belum mendapatkan vaksin akan tetap dilayani melalui jadwal imunisasi rutin di fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas dan posyandu.
“Yang belum terjangkau akan dilanjutkan saat jadwal imunisasi rutin,” imbuhnya.
Pelaksanaan ORI di Ringinpitu sebelumnya dilakukan sebagai respons atas temuan kasus suspek campak yang memiliki keterkaitan epidemiologis dalam satu wilayah.
Baca Juga: Kasus Suspek Campak di Tulungagung Capai 44, Dinkes Gencarkan Imunisasi Kejar untuk Cegah Penyebaran
Karena itu, vaksinasi diberikan kepada seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.
Dinkes berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan hingga mendekati target maksimal.
Tingginya cakupan vaksinasi dinilai penting untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan menekan potensi penyebaran virus campak di wilayah tersebut. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri