RADAR TULUNGAGUNG – Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung periode 2025–2028 digelar di Hotel Crown Victoria, Sabtu (18/4) pukul 08.00–13.00 WIB.
Kegiatan ini dirangkai dengan Halal Bihalal serta seminar hukum kesehatan yang mengangkat isu profesionalisme dokter di era saat ini.
Dalam kegiatan tersebut, dr H. Moch. Mundir Arif SpTHT-KL resmi dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Tulungagung periode 2025–2028.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Cabang (Muscab) yang telah dilaksanakan pada 6 Desember 2025, dilanjutkan dengan penyusunan struktur kepengurusan dan penerbitan Surat Keputusan dari pengurus pusat di Jakarta.
Baca Juga: Heru Tjahjono Edukasi Masyarakat Tulungagung soal Penggunaan Alat Kesehatan yang Tepat
dr Mundir menjelaskan, pergantian kepengurusan di tubuh IDI dilakukan setiap tiga tahun.
Sebelumnya, kepemimpinan IDI Tulungagung dipegang oleh dr. Yogi untuk periode 2022–2025.
“Setelah muscab, kami menyusun struktur kepengurusan, kemudian diajukan ke pusat dan diterbitkan SK. Selanjutnya baru dilaksanakan pelantikan oleh IDI wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Sebelum prosesi pelantikan, kegiatan diawali dengan seminar hukum kesehatan yang membahas tantangan dokter dalam aspek etik dan hukum.
Menurut dr Mundir, persoalan hukum yang menimpa tenaga medis kerap berawal dari komunikasi yang kurang optimal dengan pasien.
“Banyak persoalan sebenarnya muncul karena komunikasi yang kurang lengkap. Padahal risiko tindakan atau komplikasi itu bisa diprediksi, namun penyampaiannya sering kurang maksimal. Ini yang ingin kami perbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, seminar tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dokter terhadap aspek hukum sekaligus memperkuat profesionalisme dalam pelayanan kesehatan.
Saat ini, jumlah anggota IDI Cabang Tulungagung tercatat sekitar 469 dokter.
Baca Juga: Heru Tjahjono Gencarkan Sosialisasi GERMAS, Untuk Tulungagung Sehat
Dengan jumlah tersebut, dr Mundir membawa visi yang dirangkum dalam konsep “Ayo Mengembara” akronim dari mengayomi, mengembangkan, dan menyejahterakan.
“Kami ingin IDI menjadi wadah yang mengayomi, memberikan perlindungan, serta memastikan seluruh anggota bekerja secara legal dengan memiliki STR dan SIP sesuai aturan. Selain itu, kami juga ingin mendorong pengembangan potensi anggota, baik di bidang medis maupun non-medis,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi profesional, kepengurusan baru juga membuka ruang bagi dokter untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk pendidikan lanjutan hingga sektor non-medis seperti bisnis dan kreativitas.
Baca Juga: Heru Tjahjono Bersama BGN, Sosialisasikan Manfaat Program MBG di Kepatihan Tulungagung
Ke depan, IDI Tulungagung juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Harapannya, IDI bisa semakin berperan, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga untuk masyarakat luas, agar pelayanan kesehatan semakin optimal,” pungkas dr Mundir. (yay)
Editor : Vidya Sajar Fitri