TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung membagikan sejumlah langkah pencegahan untuk menghadapi fenomena bediding yang terjadi saat musim kemarau.
Masyarakat dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan memakai pakaian hangat berlapis, mengonsumsi makanan bergizi, hingga tetap aktif bergerak.
Dinkes Tulungagung mengingatkan, fenomena bediding berupa udara dingin yang menusuk tubuh tidak perlu disikapi dengan kepanikan.
Namun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena suhu udara rendah dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardhani mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan selama fenomena bediding berlangsung.
Menurutnya, perubahan suhu udara dapat berdampak pada daya tahan tubuh apabila kondisi fisik tidak dijaga dengan baik.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Imbau Waspadai Fenomena Bediding, Udara Dingin Bisa Turunkan Daya Tahan Tubuh
Langkah Sederhana Kurangi Dampak Bediding
Desi menjelaskan, salah satu cara mengurangi dampak udara dingin adalah melindungi tubuh dengan pakaian yang sesuai.
Masyarakat dianjurkan menggunakan pakaian hangat secara berlapis agar tubuh tetap nyaman saat suhu udara mengalami penurunan.
Selain menjaga kehangatan tubuh, masyarakat juga perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman.
Konsumsi makanan bergizi serta minuman hangat menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh selama musim bediding.
Kebutuhan cairan tubuh juga tetap harus dipenuhi meskipun cuaca terasa dingin.
Dinkes Tulungagung mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebutuhan cairan karena tetap berpengaruh terhadap kebugaran tubuh.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dianjurkan beristirahat dengan cukup dan tetap melakukan aktivitas fisik.
Bergerak secara aktif dinilai dapat membantu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima di tengah perubahan suhu udara.
"Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak bediding, di antaranya menggunakan pakaian hangat secara berlapis, mengonsumsi makanan bergizi dan minuman hangat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, beristirahat yang cukup, serta tetap aktif bergerak agar kondisi tubuh tetap prima," terang Desi.
Udara Dingin Bisa Picu Gangguan Kesehatan
Fenomena bediding merupakan kondisi alam yang umumnya terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
Meski menjadi fenomena rutin, Dinkes Tulungagung menilai masyarakat tetap perlu waspada karena udara dingin dapat memengaruhi kesehatan.
Desi menyebut, suhu udara yang rendah dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Beberapa keluhan yang dapat muncul akibat kondisi tersebut di antaranya batuk, pilek, maupun penyakit pernapasan lainnya.
Selain memicu gangguan pernapasan, udara dingin juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah terserang penyakit apabila tidak menjaga kondisi fisiknya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan pola hidup sehat selama musim kemarau.
Menjaga kesehatan diri dan keluarga menjadi langkah penting agar dampak dari suhu dingin dapat diminimalkan.
Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian
Dinkes Tulungagung juga mengingatkan agar kelompok tertentu mendapatkan perhatian lebih saat fenomena bediding terjadi.
Kelompok tersebut meliputi bayi, balita, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya.
Menurut Desi, keluarga perlu memastikan kelompok rentan tersebut tetap merasa hangat selama cuaca dingin.
Selain itu, kebutuhan gizi harus tetap tercukupi dan kondisi kesehatan mereka perlu dipantau secara berkala.
Upaya pencegahan juga dilakukan dengan meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi cuaca.
Dinkes mengimbau warga rutin memantau informasi dari BMKG atau sumber resmi lainnya untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca.
Dengan mengetahui perkembangan cuaca lebih awal, masyarakat dapat melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan suhu yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat udara dingin.
Desi menegaskan bahwa fenomena bediding bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Hal terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.
"Bediding bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi harus diantisipasi dengan menjaga kesehatan, melindungi diri dan keluarga, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, masyarakat dapat melewati musim kemarau dengan aman dan tetap sehat," pungkasnya.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri