TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Seorang polisi Jombang mencuri perhatian karena memiliki kegiatan unik di luar tugas kedinasannya. Aipda Dedy, anggota kepolisian yang bertugas di Polres Jombang, membuka layanan konseling psikologi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait kesehatan mental.
Berbeda dengan kebanyakan anggota polisi yang hanya menjalankan tugas pelayanan keamanan, polisi Jombang ini memilih memberikan ruang aman bagi warga untuk bercerita, berdiskusi, dan mendapatkan pendampingan psikologis.
Layanan tersebut diwujudkan melalui sebuah bangunan sederhana berbahan bambu yang berada di belakang rumahnya. Tempat tersebut diberi nama WANI Ngopi, singkatan dari Wadah Golek Inspirasi, Ngobrol Psikologi.
Rumah Bambu Jadi Ruang Konseling Masyarakat
Rumah konselor sederhana milik Aipda Dedy dibangun menggunakan modal pribadi. Meski tampil sederhana, tempat tersebut memiliki fungsi besar sebagai ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Aipda Dedy menjelaskan, WANI Ngopi tidak hanya digunakan untuk konseling psikologi, tetapi juga menjadi tempat pembinaan masyarakat serta ruang komunikasi antara polisi dan warga.
“Ini wadah golek inspirasi, ngobrol psikologi,” ujar Aipda Dedy saat menjelaskan konsep layanan tersebut.
Melalui tempat itu, masyarakat dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, baik persoalan pribadi, keluarga, maupun kondisi psikologis yang membutuhkan perhatian.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026 Belum Cair, KKS Lama Tak Perlu Diganti, Ada Beras 30 Kg
Konseling Gratis untuk Masyarakat dan Keluarga Polri
Layanan yang diberikan Aipda Dedy tidak dipungut biaya. Masyarakat yang datang dapat memperoleh pendampingan secara gratis, termasuk fasilitas sederhana yang tersedia di lokasi.
Selain memberikan layanan kepada warga umum, konseling tersebut juga diperuntukkan bagi pegawai negeri pada Polri (PNPP), keluarga anggota kepolisian, serta lingkungan sekitar.
Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan mental menjadi hal penting di tengah berbagai tekanan kehidupan yang dialami masyarakat.
Dengan adanya ruang konseling tersebut, warga diharapkan tidak merasa sendiri ketika menghadapi persoalan dan memiliki tempat untuk mencari solusi melalui komunikasi yang sehat.
“Alhamdulillah di sini gratis. Layanan gratis, kopi gratis, untuk hal yang lain semuanya kita gratiskan,” kata Aipda Dedy.
Satu-Satunya Konselor di Polres Jombang
Selain menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian, Aipda Dedy juga dikenal sebagai satu-satunya konselor di lingkungan Polres Jombang.
Kemampuannya dalam bidang konseling menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pendekatan sosial kepada masyarakat.
Saat ini, Aipda Dedy menjabat sebagai PS Kanit Binmas. Dalam kesehariannya, ia tetap menunjukkan gaya hidup sederhana.
Ia biasa menggunakan sepeda motor saat berangkat bertugas menuju Polsek Gudo. Sebelum menjalankan pekerjaan, dirinya juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar sebagai bagian dari pendekatan kepada masyarakat.
Polisi Humanis Lewat Pendekatan Psikologi
Kehadiran WANI Ngopi menjadi salah satu contoh pelayanan kepolisian berbasis kemanusiaan. Melalui layanan konseling gratis tersebut, Aipda Dedy berupaya membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan psikologis, keberadaan ruang konseling yang mudah diakses menjadi hal yang sangat dibutuhkan.
Tidak hanya memberikan pendampingan, Aipda Dedy juga ingin membangun budaya masyarakat agar lebih terbuka dalam membicarakan masalah psikologis.
Langkah yang dilakukan polisi asal Jombang tersebut menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan manfaat secara langsung bagi kehidupan sosial masyarakat.
Melalui inovasi sederhana dari sebuah rumah bambu, Aipda Dedy membuktikan bahwa kepedulian dan empati dapat menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.
Baca Juga: KKS Bansos Tidak Aktif? Ini Penyebab Saldo PKH dan BPNT Tak Kunjung Masuk Meski Sudah Punya Kartu
Editor : Cholifatun Nisak