TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Menjaga kesehatan mental kini menjadi perhatian banyak orang, terutama ketika tekanan hidup semakin meningkat. Tidak hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga melalui pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup seimbang, kondisi psikologis juga membutuhkan perhatian agar seseorang mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Banyak orang memahami pentingnya kesehatan mental, tetapi masih bingung bagaimana cara memulainya. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah membangun penerimaan terhadap diri sendiri atau self acceptance.
Kesehatan mental bukan hanya tentang tidak mengalami gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan seseorang memahami dirinya, mengelola tekanan, serta menjalankan kehidupan secara produktif.
Memahami Arti Sehat Mental
Menurut World Health Organization (WHO), sehat mental merupakan kondisi ketika seseorang menyadari kesejahteraan psikologis dirinya, mampu mengelola stres, dapat bekerja secara produktif, serta berperan aktif dalam lingkungan sosial.
Ada beberapa ciri seseorang yang memiliki kondisi mental sehat. Pertama, individu mampu memahami kondisi psikologis dirinya. Kedua, mampu menghadapi tekanan atau stres yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, seseorang yang sehat secara mental juga mampu menjalankan aktivitas secara produktif serta memiliki hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar.
Namun, kesehatan mental memiliki cakupan yang luas. Untuk memulainya, seseorang dapat mengambil langkah sederhana dengan mengenali dan menerima dirinya sendiri.
Penerimaan Diri Menjadi Langkah Awal
Dalam teori psychological well-being yang dikembangkan psikolog asal Amerika Serikat, Carol Ryff, terdapat konsep enam aspek yang dapat membantu seseorang mencapai kesejahteraan psikologis.
Salah satu aspek utama dalam teori tersebut adalah self acceptance atau penerimaan diri.
Penerimaan diri berarti kemampuan seseorang menerima seluruh bagian dalam dirinya, baik kelebihan maupun kekurangan. Hal ini bukan hanya tentang menerima kondisi yang ada, tetapi juga berdamai dengan kegagalan maupun pencapaian yang telah diraih.
Seseorang yang memiliki penerimaan diri yang baik tidak hanya melihat kehidupan berdasarkan hasil akhir, seperti berhasil atau gagal.
Mereka memahami bahwa kehidupan merupakan sebuah proses yang dipengaruhi banyak faktor sehingga satu kegagalan tidak menentukan seluruh nilai dirinya.
Begitu pula ketika mendapatkan keberhasilan, seseorang tetap memahami bahwa masih ada ruang untuk berkembang.
Baca Juga: Perbedaan DTSEN dan DTKS, Ini Penjelasan Lengkap Data Acuan Penyaluran PKH dan BPNT
Hubungan Self Acceptance dengan Kesehatan Mental
Penerimaan diri memiliki hubungan erat dengan kemampuan seseorang menghadapi masalah.
Individu dengan tingkat self acceptance tinggi cenderung lebih mampu menyelesaikan persoalan karena sudah memahami kondisi dirinya. Mereka tidak terlalu larut dalam menyalahkan diri sendiri maupun orang lain ketika menghadapi kesulitan.
Sebaliknya, seseorang dengan penerimaan diri rendah biasanya lebih mudah terjebak dalam kritik berlebihan terhadap dirinya sendiri.
Misalnya ketika menghadapi masalah pekerjaan atau tugas, mereka lebih banyak mempertanyakan kelemahan diri dibandingkan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang semakin sulit berkembang karena terlalu fokus pada penyesalan dan kekhawatiran.
Cara Mulai Menerima Diri Sendiri
Meningkatkan penerimaan diri dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu mengenali diri sendiri.
Seseorang dapat mencoba menuliskan berbagai hal tentang dirinya, mulai dari kebiasaan sehari-hari, kondisi fisik, hal yang membuat stres, hingga aktivitas yang membuat dirinya merasa nyaman.
Melalui proses tersebut, seseorang dapat lebih memahami karakter, kebutuhan, serta pola pikir dirinya.
Setelah mengenali diri, langkah berikutnya adalah belajar menerima seluruh aspek dalam diri, termasuk kekurangan.
Penerimaan diri bukan berarti menyerah terhadap kelemahan, melainkan memahami bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan tetap dapat melakukan perbaikan.
Ketika seseorang mampu menerima dirinya secara utuh, proses pengembangan diri juga menjadi lebih mudah dilakukan.
Pentingnya Memulai Perubahan dari Hal Kecil
Membangun kesehatan mental tidak harus dimulai dengan langkah besar. Mengenali diri sendiri dan belajar menerima keadaan diri merupakan fondasi penting untuk menciptakan kesejahteraan psikologis.
Dengan memiliki penerimaan diri yang baik, seseorang dapat lebih percaya diri, lebih siap menghadapi tantangan, serta mampu menghargai proses kehidupan yang sedang dijalani.
Kesehatan mental menjadi bagian penting dalam kehidupan karena manusia tidak hanya membutuhkan tubuh yang sehat, tetapi juga pikiran yang mampu beradaptasi dan menghadapi berbagai situasi.
Baca Juga: KKS Bansos Tidak Aktif? Ini Penyebab Saldo PKH dan BPNT Tak Kunjung Masuk Meski Sudah Punya Kartu
Editor : Cholifatun NisakSumber : Pinterest