Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinkes Tulungagung Bekali Siswa Bahaya HIV/AIDS dan Cegah Bullying di MPLS

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:46 WIB
Kepala Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, saat memberikan materi bahaya bullying di sekolah. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kepala Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, saat memberikan materi bahaya bullying di sekolah. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru dimanfaatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung untuk memperkuat edukasi kesehatan bagi para pelajar. Tak sekadar mengenalkan pola hidup sehat, siswa juga dibekali pemahaman tentang bahaya bullying, kesehatan reproduksi remaja, HIV, stunting, hingga pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini. Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, Selasa (14/7).

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Bagikan Cara Hadapi Bediding, Ini Langkah Sederhana agar Tubuh Tetap Prima

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Dinkes, seluruh puskesmas, dan satuan pendidikan yang melaksanakan MPLS secara serentak di seluruh Kabupaten Tulungagung, mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

 

"Ini merupakan bentuk kemitraan kami dengan seluruh sekolah. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi seluruh puskesmas juga ikut berperan aktif memberikan materi selama pelaksanaan MPLS yang berlangsung satu minggu," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, saat membekali para siswa-siswi baru di SMAN 1 Kedungwaru, Selasa (14/7). (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, saat membekali para siswa-siswi baru di SMAN 1 Kedungwaru, Selasa (14/7). (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Imbau Waspadai Fenomena Bediding, Udara Dingin Bisa Turunkan Daya Tahan Tubuh

Menurut Desi, tenaga kesehatan telah dibagi sesuai jadwal dan jenjang pendidikan. Untuk sekolah yang tidak dapat dijangkau langsung oleh Dinkes, edukasi diberikan oleh puskesmas di wilayah masing-masing sehingga seluruh sekolah tetap mendapatkan layanan penyuluhan kesehatan.

 

Materi yang disampaikan disesuaikan dengan tantangan kesehatan remaja saat ini. Mulai dari edukasi HIV, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan stunting, hingga penyisipan materi mengenai bullying yang dinilai menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Kejar Eliminasi HIV/AIDS 2030, Dinkes Tulungagung Minta Masyarakat Hentikan Stigma terhadap ODHIV

"Kami sengaja menyisipkan materi bullying karena melihat masih banyak kasus yang terjadi. Harapan kami, masa sekolah menjadi kenangan yang indah bagi anak-anak, bukan justru meninggalkan trauma akibat perundungan," jelasnya.

 

Selain edukasi kesehatan, Dinkes juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh siswa di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Tradisional Tulungagung Masih Terkendala Anggaran, Disperindag Cari Cara Dongkrak Pengunjung

Desi berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan tidak berhenti pada kegiatan MPLS semata. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat, produktif, dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

 

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang telah membuka ruang kolaborasi dengan Dinkes. Bagi para siswa baru, ia berpesan agar masa SMA menjadi titik awal meraih cita-cita sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.

Baca Juga: 3 SD Negeri di Tulungagung Tak Dapat Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Disdik Ungkap Penyebab dan Siapkan Opsi Penggabungan Sekolah

"Isi masa sekolah dengan kegiatan yang positif. Jaga kesehatan, cegah penyakit sejak dini, dan jadilah contoh bagi teman maupun keluarga. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih siap mewujudkan cita-citanya," pungkasnya. 

Editor : Sandy Sri Yuwana
CKG 2026 tulungagung HIV / AIDs dinkes stunting