Program Cek Kesehatan Gratis di Tulungagung Belum Optimal, Capaian Masih di Bawah 20 Persen dari Target 46 Persen

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:25 WIB
(ILUSTRASI: HENDRA/AI)
(ILUSTRASI: HENDRA/AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di  Tulungagung belum berjalan optimal.

Indikasinya hingga memasuki pertengahan tahun atau semester pertama 2026, cakupan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut masih berada di bawah 20 persen dari total penduduk.

Padahal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menargetkan cakupan CKG tahun ini mencapai 46 persen penduduk.

Artinya masih diperlukan kerja ekstra untuk mengejar target tersebut hingga akhir tahun.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, capaian sementara CKG memang masih rendah. Namun, pihaknya tidak serta-merta menjadikan angka tersebut sebagai gambaran final pelaksanaan program.

Baca Juga: Lebih Banyak Pengguna Double L yang Datang Sukarela untuk Rehabilitasi dalam Kasus Narkoba di Tulungagung

Sebab, berdasarkan hasil evaluasi di sejumlah puskesmas masih terdapat pemeriksaan CKG yang telah dilakukan, tetapi belum seluruhnya masuk dalam sistem atau dientri.

"Masih rendah, di bawah 20 persen. Sementara target kita 46 persen penduduk dalam setahun. Jadi kalau masih berkutat di angka itu, kita harus kerja keras untuk bisa mencapai 46 persen," ujar Desi.

Menurut dia, persoalan entri data menjadi salah satu faktor yang membuat capaian CKG secara administratif belum menunjukkan angka sebenarnya.

Petugas di lapangan disebut telah melaksanakan pemeriksaan, tetapi belum semuanya dapat langsung memasukkan hasil pemeriksaan ke dalam sistem.

"Setelah saya evaluasi, ternyata banyak yang belum dientri. Teman-teman sudah melakukan CKG, tetapi karena entriannya itu, siang mereka juga disibukkan dengan pelayanan yang lain," jelasnya.

Desi mengaku telah meminta puskesmas untuk segera menyelesaikan proses entri data tersebut.

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Bekali Siswa Bahaya HIV/AIDS dan Cegah Bullying di MPLS

Pihaknya masih menunggu perkembangan capaian hingga akhir bulan ini untuk melihat seberapa besar peningkatan angka cakupan CKG setelah seluruh data pemeriksaan yang sudah dilakukan masuk ke sistem.

Dia menegaskan, pelaksanaan CKG tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang telah diperiksa. Namun, seluruh hasil pemeriksaan juga harus terdokumentasi melalui proses entri data.

"CKG tidak hanya pelaksanaannya saja, tetapi harus dientri. Karena indikatornya kan entrian itu," tegasnya.

Dengan jumlah penduduk Tulungagung yang mencapai sekitar lebih dari 1 juta jiwa, target 46 persen berarti cakupan pemeriksaan yang harus dicapai sekitar 450 ribu penduduk.

Karena itu, percepatan pelaksanaan dan penginputan data menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran dinkes dan puskesmas.

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Bagikan Cara Hadapi Bediding, Ini Langkah Sederhana agar Tubuh Tetap Prima

Desi menyebut, secara capaian, Tulungagung masih masuk jajaran daerah dengan angka yang relatif rendah. Namun, dia berharap angka tersebut dapat terkerek setelah seluruh data pemeriksaan yang masih menumpuk di puskesmas selesai dientri.

"Terus terang, kita masih masuk 10 besar terbawah. Makanya saya tunggu sampai akhir bulan Juli ini," katanya.

Selain persoalan entri data, dinkes juga menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan. Beban pelayanan rutin di puskesmas harus berjalan bersamaan dengan pelaksanaan CKG yang menyasar masyarakat luas.

Tantangan tersebut semakin besar dengan adanya pelaksanaan CKG bagi pelajar. Jumlah siswa yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan mencapai ribuan sehingga membutuhkan koordinasi dan pengaturan tenaga yang lebih matang.

"Makanya kita akan koordinasi. Ribuan jumlahnya. Tenaga saya juga terbatas," pungkas Desi. (sri/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
cek kesehatan gratis puskesmas dinkes tulungagung CKG