4 Gejala Diabetes yang Jarang Disadari, Muncul di Kulit, Penglihatan, Pendengaran, dan Infeksi

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:40 WIB
Kenali gejala diabetes yang jarang disadari, mulai dari akantosis nigrikans pada kulit, penglihatan kabur, gangguan pendengaran, hingga infeksi. (Pinterest)
Kenali gejala diabetes yang jarang disadari, mulai dari akantosis nigrikans pada kulit, penglihatan kabur, gangguan pendengaran, hingga infeksi. (Pinterest)

 

JAKARTA - Penyakit diabetes merupakan gangguan kesehatan kronis yang sering kali mengintai dan datang tanpa disadari oleh penderitanya. Banyak orang baru menyadari dirinya mengidap penyakit ini justru ketika tubuhnya telah mengalami komplikasi medis yang tergolong serius.

Perkembangan timbulnya tanda-tanda penyakit sangat tergantung pada jenis penyakit yang dialami oleh seseorang. Pada penderita penyakit tipe 1, gejala diabetes dapat muncul secara cepat hanya dalam hitungan beberapa minggu atau beberapa bulan saja.

Sementara itu, pada penderita tipe 2, gejala diabetes dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Kondisi ini membuat penanganan sering kali terlambat dilakukan karena penderita tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti.

Saat proses diagnosis medis dilakukan, penderita umumnya menunjukkan gejala diabetes yang tergolong umum dan sering ditemui. Tanda-tanda umum tersebut antara lain rasa kelelahan, peningkatan frekuensi buang air kecil, serta rasa haus dan lapar yang berlebihan.

Baca Juga: Arta Bonsai Batu Simpan Cemara 100 Tahun Seharga Rp750 Juta, Dirintis Keluarga Sejak 1979

Namun, terdapat beberapa gejala diabetes yang kurang umum terjadi tetapi menjadi tanda peringatan penting yang sering kali diabaikan. Berikut adalah beberapa tanda khusus yang patut diwaspadai agar dapat terdeteksi sejak dini.

Perubahan Pada Kulit dan Kemunculan Akantosis Nigrikans

Kondisi perubahan pada jaringan kulit tertentu bisa menjadi tanda awal pertama bahwa seseorang menderita gangguan metabolisme ini. Salah satu contoh perubahan khas pada area kulit tersebut adalah kemunculan kondisi yang dikenal sebagai akantosis nigrikans.

Akantosis nigrikans ditandai dengan munculnya bercak-bercak seperti lapisan beludru berwarna gelap pada permukaan kulit penderita. Flek atau bercak gelap ini biasanya berkembang dan terlihat jelas pada area lipatan-lipatan kulit tubuh.

Penyebab utama munculnya akantosis nigrikans adalah akibat terjadinya peningkatan kadar hormon insulin di dalam aliran darah. Peningkatan kadar insulin tersebut merupakan indikasi kuat terjadinya resistensi insulin yang menjadi pemicu utama kondisi prediabetes dan tipe 2.

Perubahan Pada Kemampuan Penglihatan dan Kejernihan Mata

Perubahan pada fungsi penglihatan mata juga bisa menjadi penanda bahwa kadar gula darah di dalam tubuh sedang mengalami peningkatan. Kelebihan gula di dalam darah dapat merusak pembuluh-pembuluh darah kecil yang berada di sekitar organ mata.

Selain merusak pembuluh darah kecil, penumpukan gula tersebut menyebabkan perubahan keseimbangan cairan yang mempengaruhi tingkat kejernihan penglihatan. Kondisi cairan yang terganggu ini berdampak langsung pada ketajaman fokus pandangan penderita.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Bertapa, Relief Arjuna Wiwaha hingga Altar Suci di Goa Selomangleng Tulungagung Diduga Berkaitan dengan Raja Jawa Kuno

Beberapa perubahan kemampuan penglihatan paling awal yang dapat dirasakan meliputi pandangan mata yang menjadi kabur secara mendadak. Penderita juga akan mengalami kesulitan saat membaca tulisan atau ketika melihat objek-objek yang berada pada jarak jauh.

Gangguan Pendengaran Akibat Kerusakan Pembuluh Darah dan Saraf

Orang yang mengidap gangguan gula darah ini memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pada sistem pendengaran mereka. Gangguan pendengaran ini terjadi akibat adanya kerusakan pada jaringan saraf yang terletak di dalam organ telinga penderita.

Kerusakan saraf telinga tersebut dapat dipicu baik oleh kondisi kadar gula darah yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang dapat merusak jaringan pembuluh darah kecil serta saraf di telinga bagian dalam.

Sementara itu, kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah dalam jangka panjang juga berdampak buruk pada sistem saraf. Rendahnya gula darah dapat merusak cara sinyal-sinyal saraf dikirimkan dari area telinga bagian dalam menuju ke organ otak.

Kerentanan Terkena Infeksi Bakteri dan Penurunan Respon Imun

Penderita gangguan ini memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk terkena berbagai jenis infeksi pada jaringan tubuh mereka. Risiko ini mencakup serangan infeksi bakteri, seperti infeksi yang muncul di sekitar area kuku maupun folikel rambut.

Selain itu, penderita juga sangat rentan mengalami kemunculan bisul serta bintil-bintil infeksi pada permukaan kulit tubuh. Infeksi-infeksi ini dapat berkembang dengan cepat dan sering kali membutuhkan waktu lama untuk disembuhkan.

Tingginya frekuensi infeksi ini terjadi akibat kombinasi dari kadar gula darah tinggi yang menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk tumbuh. Pada saat yang bersamaan, tingginya kadar gula darah tersebut juga memperlemah respon sistem kekebalan imun tubuh.

Baca Juga: Pecatur Muda Tulungagung Vania Fradella Mayra Shafa Raih Medali Emas Kejurprov Jatim, Target Berikutnya Kejurnas

Editor : Natasha Eka Safrina
Sumber : kompas.com
gejala diabetes akantosis nigrikans penyebab penglihatan kabur bahaya gula darah tinggi komplikasi diabetes