JAKARTA - Penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan harian menjadi kunci utama untuk menjaga kebugaran tubuh serta mencegah timbulnya berbagai serangan penyakit fatal. Meneladani cara hidup sehat ala Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi umat Islam dalam menjalankan rutinitas harian mulai dari bangun pagi hingga kembali tidur.
Melalui riwayat kesehatan, Nabi Muhammad SAW dikenal hampir tidak pernah mengalami sakit berat semasa hidupnya, kecuali beberapa hari menjelang beliau wafat. Keberhasilan menjaga kondisi fisik tersebut tidak lepas dari kedisiplinan beliau dalam menerapkan pola makan, kebersihan, serta tata cara beristirahat.
Menjalankan cara hidup sehat ala Rasulullah SAW tidak hanya memberikan dampak positif bagi kebugaran fisik, tetapi juga bernilai ibadah dan ketaatan. Berikut ulasan 13 kebiasaan harian Rasulullah SAW yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan modern.
Baca Juga: Rekomendasi 15 Wisata Malang dan Batu yang Wajib Dikunjungi, dari Pantai hingga Kampung Heritage
1. Bangun Sebelum Subuh dan Menjaga Rutinitas Pagi
Kebiasaan pertama yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah bangun tidur sebelum tiba waktu subuh. Bangun lebih awal di pagi hari memberikan kesempatan besar bagi tubuh untuk menghirup udara segar serta mempersiapkan mental menghadapi aktivitas harian.
Selain manfaat kesehatan fisik, bangun sebelum subuh memberi kesempatan umat untuk menunaikan salat sunah qobliah subuh. Rutinitas ini diteruskan dengan persiapan menunaikan salat subuh secara berjamaah.
2. Menggosok Gigi Menggunakan Siwak dan Membaca Doa
Dikutip dari buku Sunah-Sunah Rasulullah Sehari-hari karya Abdullah Hamud Al-Furaih, Rasulullah SAW selalu menggosok gigi menggunakan siwak setelah bangun tidur. Kebiasaan ini menegaskan pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan organ mulut sejak awal hari.
Selain menjaga kebersihan mulut, beliau tidak pernah lupa membaca doa atau zikir setelah bangun tidur. Hal ini menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan hidup yang diberikan setiap harinya.
3. Menghirup Udara Pagi yang Murni Tanpa Polusi
Seperti diungkapkan Aimatun Nisak dalam bukunya Begini Caranya Hidup Sehat ala Para Nabi, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan menghirup udara pagi. Udara di pagi hari dikenal sangat segar karena masih bebas dari polusi serta zat-zat pencemar lingkungan.
Kandungan oksigen yang masih murni dan bersih sangat bermanfaat untuk memberikan energi baru bagi organ tubuh. Menghirup udara segar pagi hari efektif meningkatkan vitalitas agar tubuh lebih siap menjalani aktivitas.
Baca Juga: Harga Bonsai Bisa Naik 200 Persen Usai Menang Kontes, Pak Agung Ungkap Strategi dari Bahan Murah
4. Mencampur Makanan dengan Minyak Zaitun dan Cuka
Dalam hal pola makan, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mencampurkan hidangan seperti roti dengan cuka dan minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki berbagai kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan yang sangat luar biasa bagi tubuh penderita.
Menurut para ahli, konsumsi minyak zaitun secara rutin dapat membantu mencegah kepikunan di usia lanjut serta mencegah pelemahan tulang. Selain itu, minyak zaitun juga efektif menekan risiko timbulnya penyakit kanker.
5. Tidak Menyisakan Makanan dan Mengambil Makanan yang Terjatuh
Mengutip buku Berkata Baik atau Diam: 294 Adab Kebiasaan Rasulullah SAW karya Ninik R. N., beliau mencontohkan untuk tidak menyisakan makanan. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya dihabiskan dan tidak dibuang secara sia-sia.
Apabila terdapat makanan yang tak sengaja terjatuh, Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera mengambilnya. Bagian yang kotor dapat dibuang, sementara bagian yang masih bersih tetap dimakan.
6. Memperbanyak Mengonsumsi Sayur-Sayuran di Malam Hari
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur-sayuran sebagai menu utama saat makan malam. Sayuran kaya akan kandungan nutrisi penting yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh manusia.
Rutin mengonsumsi sayuran segar membantu sistem imun menjadi lebih kuat. Kondisi tubuh yang stabil akan lebih tahan terhadap berbagai ancaman serangan penyakit.
Baca Juga: Era Bonsai Depok Simpan Ribuan Koleksi, Anting Putri 26 Tahun Dibuka Rp150 Juta
7. Mengatur Porsi Makan dan Tidak Makan Berlebihan
Prinsip penting yang diajarkan Rasulullah SAW adalah menghindari makan secara berlebihan, yang dikenal dalam Islam dengan istilah tisam. Beliau melarang umatnya mengonsumsi makanan berlapis-lapis secara terus-menerus, terutama ketika perut sudah terasa kenyang.
Makan berlebihan dapat membahayakan kesehatan karena aneka makanan yang bercampur dalam perut berpotensi memicu timbulnya penyakit. Rasulullah SAW mengajarkan prinsip bijak dengan berhenti makan sebelum merasa kenyang sepenuhnya.
8. Membatasi Konsumsi Daging Agar Ginjal Tetap Sehat
Rasulullah SAW dikenal sangat menjaga pola makan dengan tidak mengonsumsi daging secara berlebihan selama hidupnya. Konsumsi daging berlebih dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan kronis, khususnya pada organ persendian dan ginjal.
Sahabat Umar bin Khattab juga menegaskan nasihat ini kepada generasi penerus dengan pesan untuk tidak menjadikan perut sebagai kuburan hewan. Pesan mendalam ini bertujuan agar masyarakat membatasi daging demi menjaga kesehatan organ dalam.
9. Tidak Mencampur Makanan Panas dan Cold Properties
Kebiasaan unik Rasulullah SAW lainnya adalah tidak mencampur dua jenis makanan yang memiliki efek bersuhu panas dan dingin secara bersamaan. Makanan dengan efek panas mencakup berbagai jenis daging dan ikan yang meningkatkan suhu tubuh.
Sementara itu, makanan berefek dingin merujuk pada aneka jenis sayuran dan buah-buahan. Memisahkan kedua sifat makanan ini bermanfaat menjaga keseimbangan proses pencernaan di dalam perut.
10. Tidur Siang Sejenak atau Mengamalkan Qailulah
Mengutip buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa karya Abdillah F. H., tidur sejenak di siang hari atau qailulah merupakan sunah yang dianjurkan. Rasulullah SAW menganjurkan istirahat siang karena setan tidak pernah mengambil waktu untuk beristirahat.
Kebiasaan qailulah telah menjadi tradisi di kalangan para sahabat sejak zaman dahulu. Tidur siang singkat ini terbukti efektif menyegarkan kembali daya pikir dan stamina fisik.
11. Menggunakan Wangi-Wangian untuk Kebersihan Diri
Kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu menggunakan wangi-wangian dan menjaga kebersihan membuat para istri merasa nyaman di dekat beliau. Menjaga aroma tubuh tetap segar merupakan bagian dari adab menjaga keharmonisan rumah tangga.
Penggunaan wangi-wangian juga mencerminkan kepribadian yang rapi dan menghargai orang lain di sekitar. Kebiasaan ini sangat disukai oleh Allah SWT.
12. Menjaga Kebersihan Tempat Tinggal dan Pakaian
Mengutip buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karangan M. H. B. Abdullah dan kawan-kawan, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Rasulullah SAW mewajibkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri, Pakaian, serta tempat tinggal.
Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tuntutan fisik, melainkan bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta. Tempat yang bersih dan rapi sangat disukai oleh Allah SWT.
13. Memperhatikan Waktu dan Cara Tidur yang Tepat
Rasulullah SAW mempraktikkan tata cara tidur yang sehat dengan memilih posisi miring ke arah kanan. Tidur menghadap ke kanan bermanfaat bagi sistem pernapasan dan kerja organ jantung saat beristirahat.
Selain itu, beliau membiasakan untuk tidur lebih awal setelah menuaikan salat isya dan bangun di sepertiga malam. Pengaturan waktu tidur ini menjaga ritme metabolisme tubuh tetap berjalan secara seimbang.
Editor : Natasha Eka SafrinaSumber : Calon Penghuni Surga.