RADAR TULUNGAGUNG – Kasus HIV/AIDS di Tulungagung mulai bergeser ke kelompok usia yang lebih muda.
Data kumulatif hingga 2026 mencatat 630 remaja terdiagnosis HIV/AIDS dari total 4.540 kasus yang tercatat sejak 2006.
Kelompok usia 15-19 tahun menjadi salah satu penyumbang temuan terbanyak, bahkan sebagian masih berstatus pelajar.
Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah mengatakan, pergeseran kasus ke usia sekolah harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, masih banyak remaja yang belum memahami risiko hubungan seksual selain kehamilan, seperti infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS.
“Yang menjadi perhatian sekarang justru usia 15 sampai 19 tahun. Itu sudah usia sekolah,” ujarnya.
Karena itu, KPAD mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini.
Remaja dinilai perlu dibekali pemahaman tentang risiko perilaku seksual, batasan tubuh, serta kemampuan menolak ajakan yang berisiko.
Ifada menegaskan, angka 630 kasus merupakan akumulasi temuan sejak 2006, bukan seluruhnya kasus baru pada 2026.
Data berasal dari layanan kesehatan dan dihimpun dinas kesehatan bersama KPAD serta jejaring lembaga yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Bekali Siswa Bahaya HIV/AIDS dan Cegah Bullying di MPLS
Menurutnya, meningkatnya angka temuan juga dipengaruhi semakin aktifnya skrining dan penemuan kasus di fasilitas kesehatan.
“Kenapa kasusnya terlihat banyak? Karena kita aktif menemukan. Jadi bukan semata-mata kasusnya baru muncul,” katanya.
KPAD berharap data tersebut menjadi momentum memperkuat edukasi dan mendorong masyarakat, khususnya remaja, tidak ragu memanfaatkan layanan konseling maupun pemeriksaan HIV.
“Data ini dipublikasikan agar semua pihak lebih peduli dan mengambil langkah pencegahan,” pungkasnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri