JAKARTA - Dokter Gama membeberkan gejala kolesterol tinggi dan cara mengatasinya demi mencegah komplikasi penyakit jantung serta stroke. Penjelasan medis tersebut disampaikan secara rinci dalam tayangan edukasi kesehatan Kata Dokter.
Memahami gejala kolesterol tinggi dan cara mengatasinya menjadi langkah krusial bagi masyarakat untuk menjaga kestabilan kadar lipid di dalam darah. Peningkatan kolesterol yang diabaikan dapat membahayakan keselamatan jiwa penderitanya.
Edukasi mengenai gejala kolesterol tinggi dan cara mengatasinya mencakup perubahan gaya hidup hingga penggunaan obat resep dokter. Kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol perlu ditingkatkan demi investasi kesehatan masa depan.
Kolesterol merupakan senyawa lipid atau lemak yang ditemukan di dalam darah serta sel-sel tubuh manusia. Meskipun sering dipandang negatif, senyawa ini sebenarnya sangat diperlukan oleh tubuh untuk mendukung fungsi fisiologis.
Kadar kolesterol di dalam tubuh manusia berasal dari dua sumber utama yaitu internal dan eksternal. Tubuh memerlukan keseimbangan kadar kolesterol agar seluruh organ dapat bekerja dengan optimal setiap hari.
Penyakit kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai pembunuh diam-diam oleh para praktisi medis. Julukan ini disematkan karena gejalanya sering tidak disadari oleh para penderitanya hingga memicu komplikasi fatal.
Baca Juga: Daftar Buah yang Dilarang untuk Penderita Diabetes: Ada Semangka dan Pisang
Pengertian, Sumber, dan Fungsi Utama Kolesterol
Sumber internal menyumbang sekitar 75 persen kolesterol yang berada di dalam tubuh manusia. Organ hati memproduksi kolesterol ini melalui proses biosintesis kimia kompleks yang mengubah asetil koenzim A.
Sementara itu, sumber eksternal menyumbang sekitar 25 persen sisa kadar kolesterol di dalam tubuh. Sumber eksternal ini berasal dari asupan makanan hewani yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Makanan hewani tinggi kolesterol meliputi daging merah, kuning telur, serta produk susu tinggi lemak. Masyarakat perlu membatasi asupan makanan tersebut agar kadar kolesterol harian tetap terjaga stabil.
Kolesterol memiliki berbagai fungsi yang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Senyawa ini berperan penting dalam pembentukan serta pemeliharaan integritas dinding membran sel tubuh.
Selain menjaga keutuhan membran sel, kolesterol menjadi prekursor utama pembentukan hormon steroid. Hormon steroid tersebut meliputi hormon seks seperti estrogen dan testosteron serta hormon adrenal kortisol.
Kolesterol juga terlibat dalam pembentukan hormon aldosteron serta sintesis vitamin D saat kulit terkena matahari. Senyawa ini pun dibutuhkan organ tubuh untuk membentuk asam empedu guna mencerna lemak.
Baca Juga: Resep Soto Ayam Kampung Lamongan Asli, Kuah Gurih Berempah dengan Koya yang Bikin Ketagihan
Batas Kadar Normal Total, LDL, dan HDL
Kadar kolesterol di dalam tubuh diukur menggunakan satuan miligram per desiliter darah. Penilaian kadar kolesterol dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jenis lipoprotein yang ada.
Batas aman untuk kolesterol total disarankan tidak melebihi angka 200 miligram per desiliter. Kadar antara 200 hingga 239 masuk kategori batas tinggi, sedangkan angka 240 ke atas tergolong tinggi.
Kolesterol LDL atau low density lipoprotein kerap dikenal luas oleh masyarakat sebagai lemak jahat. Kadar optimal kolesterol LDL di dalam darah sebaiknya berada di bawah angka 100 miligram per desiliter.
Kadar LDL antara 100 hingga 129 miligram per desiliter sudah masuk dalam kategori batas tinggi. Makin tinggi kadar LDL dalam darah, makin besar pula risiko terbentuknya penumpukan plak Arteri.
Sebaliknya, kolesterol HDL atau high density lipoprotein dikenal masyarakat sebagai jenis lemak baik. Kadar HDL yang terlampau rendah justru akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada pembuluh darah.
Kadar HDL kurang dari 40 hingga 50 miligram per desiliter dinilai kurang baik bagi tubuh. Angka optimal untuk kadar kolesterol HDL berada pada kisaran 40 hingga 60 miligram per desiliter atau lebih.
Pemeriksaan kolesterol total dapat dilakukan secara praktis melalui tes darah kapiler di ujung jari. Namun pemeriksaan profil lipid yang lebih lengkap membutuhkan sampel darah dari pembuluh darah vena.
Pemeriksaan darah vena di laboratorium akan menampilkan data rinci mengenai kadar LDL, HDL, dan trigliserida. Informasi profil lemak secara menyeluruh sangat berguna untuk menentukan langkah penanganan medis selanjutnya.
Gejala Klinis dan Bahaya Komplikasi Kolesterol
Seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi umumnya tidak menunjukkan tanda atau gejala klinis secara langsung. Gejala baru akan muncul apabila peningkatan kolesterol sudah berlangsung lama atau kadarnya sangat tinggi.
Nyeri dada atau angina menjadi salah satu tanda utama akibat penumpukan plak pada pembuluh darah Arteri. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kondisi kesulitan bernapas jika plak menyumbat Arteri paru-paru.
Penderita kolesterol tinggi jangka panjang kerap mengeluhkan sesak napas saat melakukan aktivitas fisik harian. Pada tingkat yang lebih ringan, gejala dapat berupa rasa lelah berlebihan serta nyeri kepala.
Rasa nyeri pada bagian tengkuk juga menjadi pertanda adanya penumpukan plak akibat aterosklerosis. Kondisi penyempitan pembuluh darah ini menghambat kelancaran sirkulasi darah ke seluruh bagian organ tubuh.
Gejala khas lainnya adalah kemunculan santoma berupa benjolan kuning berisi endapan lemak di bawah kulit. Benjolan lemak ini paling sering ditemukan bertumpuk pada area bawah mata para penderita kolesterol.
Santoma menjadi penanda visual bahwa kadar lemak dalam tubuh sudah terdeposit di bawah jaringan kulit. Penumpukan lemak yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu komplikasi penyakit fatal seperti jantung koroner.
Penumpukan plak pada Arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung mendadak yang sangat membahayakan keselamatan. Jika penyumbatan plak tersebut terjadi pada pembuluh darah otak, penderita dapat mengalami serangan stroke.
Baca Juga: Resep Soto Ayam Kampung Lamongan Asli, Kuah Gurih Berempah dengan Koya yang Bikin Ketagihan
Makanan dan Minuman Pemicu Kolesterol Tinggi
Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi wajib membatasi konsumsi makanan yang kaya akan kandungan lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau lemak jahat di dalam aliran darah.
Contoh makanan tinggi lemak jenuh antara lain daging merah dan produk olahan susu tinggi lemak. Selain itu, makanan olahan yang mengandung lemak trans juga harus dihindari secara ketat oleh penderita.
Makanan yang tinggi kolesterol secara langsung meliputi bagian kuning telur serta jeroan hewan ternak. Jeroan hewan yang sering dikonsumsi masyarakat seperti usus dan babat memiliki kadar kolesterol tinggi.
Sajian makanan laut atau seafood seperti udang juga terkandung kadar kolesterol yang tergolong tinggi. Penderita kolesterol tinggi diimbau untuk lebih berhati-hati saat hendak mengonsumsi hidangan udang.
Minuman manis yang tinggi gula seperti minuman bersoda dan minuman berenergi turut memicu masalah kolesterol. Konsumsi minuman manis berlebihan meningkatkan berat badan yang berdampak buruk pada kenaikan kadar kolesterol.
Langkah Penanganan Medis dan Gaya Hidup Sehat
Menurunkan kadar kolesterol tinggi dapat diawali dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan serat. Sayur-sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian efektif membantu menurunkan kadar kolesterol LDL di dalam darah.
Asupan lemak sehat sangat dianjurkan untuk menggantikan konsumsi lemak jenuh dalam pola makan harian. Makanan kaya lemak sehat meliputi daging ikan segar, aneka kacang-kacangan, serta minyak zaitun murni.
Olahraga secara teratur terbukti membantu meningkatkan kadar HDL sekaligus menurunkan kadar LDL di dalam tubuh. Olahraga atau aktivitas fisik sebaiknya dilakukan minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Durasi olahraga disarankan minimal 30 menit pada setiap sesi kegiatan dengan tingkat intensitas yang cukup. Pengaturan berat badan ideal juga berkontribusi secara signifikan dalam menekan angka kolesterol tinggi.
Kebiasaan merokok harus segera dihentikan karena merokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL. Konsumsi alkohol juga wajib dibatasi secara bijak demi memelihara kesehatan organ jantung.
Apabila perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat meresepkan obat golongan statin seperti simvastatin. Penggunaan obat statin efektif membantu menurunkan kadar kolesterol berlebih di dalam tubuh penderita.
Pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin sangat penting dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan fisik. dr. Gama menegaskan bahwa menjaga kesehatan jantung merupakan bentuk investasi terbaik bagi masa depan.
Editor : Natasha Eka SafrinaSumber : Kata Dokter