Bahaya Rokok Bisa Picu Serangan Jantung hingga Kanker Paru, Ini Dampaknya ke Tubuh

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Bahaya rokok mengintai jantung, otak, paru-paru hingga ginjal. Kenali risiko serangan jantung, stroke, kanker paru dan pentingnya berhenti merokok.(pinterest)
Bahaya rokok mengintai jantung, otak, paru-paru hingga ginjal. Kenali risiko serangan jantung, stroke, kanker paru dan pentingnya berhenti merokok.(pinterest)

JAKARTA - Bahaya rokok terhadap kesehatan tidak hanya berkaitan dengan paru-paru. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, kanker paru, gangguan pernapasan, hingga gagal ginjal.

Bahaya rokok juga semakin mengkhawatirkan karena kebiasaan tersebut mulai dilakukan sejak usia muda. Dalam paparan dokter, rokok disebut bahkan mulai dikenal anak usia SMP dan di sejumlah tempat sudah dikonsumsi sejak usia SD.

Rokok tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan bagi penggunanya. Asap dan sisa rokok juga dapat memicu persoalan lain, seperti kebakaran dan sampah yang sulit ditangani. Namun, dampak terhadap organ tubuh menjadi salah satu persoalan paling serius.

Risiko Serangan Jantung dan Stroke Meningkat

Salah satu dampak bahaya rokok yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Perokok disebut memiliki kemungkinan mengalami serangan jantung dua hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Gunung Kidul 4 Meter Menggila, Jembatan Ambruk dan Warga Berhamburan

Risiko stroke juga dapat meningkat hingga dua sampai lima kali. Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh rokok terhadap pembuluh darah.

Zat dari asap rokok yang masuk melalui saluran pernapasan dapat masuk ke aliran darah. Setelah itu, pengaruhnya dapat menyebar ke berbagai organ tubuh, termasuk jantung, otak, ginjal, hati, dan usus.

Rokok juga dapat merangsang penimbunan kerak di pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat pembuluh darah menyempit dan dapat meningkatkan tekanan darah atau hipertensi.

Jika aliran darah ke otak terganggu, stroke dapat terjadi. Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, termasuk kelumpuhan pada bagian tertentu.

Sementara jika pembuluh darah jantung mengalami gangguan, serangan jantung dapat terjadi dan berisiko mengancam nyawa.

Bahaya Rokok pada Paru-Paru

Asap rokok pertama kali masuk melalui saluran pernapasan. Gangguan dapat terjadi mulai dari hidung dan tenggorokan hingga mencapai paru-paru.

Baca Juga: Kecanduan Sabu Bukan Sekadar Ketagihan, Ini yang Terjadi pada Otak Pengguna

Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah batuk dan peradangan berulang pada saluran pernapasan. Rokok juga dapat merangsang produksi lendir di saluran napas.

Lendir tersebut sebenarnya terdapat secara alami pada tubuh. Namun, jika menumpuk, lendir dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme.

Pada perokok, kondisi saluran pernapasan yang penuh lendir juga dapat menjadi persoalan ketika menjalani tindakan medis tertentu. Misalnya, saat menjalani operasi dengan pembiusan, lendir berlebih dapat menjadi salah satu penyulit dalam proses pemulihan pernapasan.

Asap rokok juga membawa panas yang dapat merusak jaringan paru-paru. Kerusakan tersebut dapat mengganggu proses pernapasan sehingga seseorang mengalami sesak akibat berkurangnya kemampuan tubuh memperoleh oksigen.

Kanker Paru Mengintai Perokok

Kanker paru menjadi salah satu penyakit yang sangat berkaitan dengan kebiasaan merokok. Dalam paparan tersebut disebutkan, risiko kanker paru pada pria perokok dapat mencapai 25 kali lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak merokok.

Pada perempuan, risikonya disebut mencapai 25,7 kali lebih tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah perempuan yang merokok juga disebut semakin meningkat.

Bahaya rokok terhadap kesehatan perempuan tidak berhenti pada kanker. Kebiasaan merokok juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan dan kehamilan.

Perempuan perokok disebut memiliki risiko mengalami kesulitan hamil. Jika kehamilan terjadi, terdapat risiko kehamilan di luar kandungan, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga kematian bayi.

Rokok Elektrik Bukan Berarti Aman

Penggunaan produk alternatif seperti rokok elektrik atau vape juga disoroti. Dalam paparan tersebut, kandungan nikotin pada vape disebut dapat memiliki konsentrasi tinggi sehingga berpotensi memperkuat ketergantungan.

Penggunaan perangkat vape juga perlu memperhatikan kebersihan. Perangkat yang digunakan bersama orang lain dapat menjadi media paparan berbagai mikroorganisme.

Karena itu, mengganti rokok konvensional dengan produk lain tidak serta-merta menghilangkan persoalan kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan nikotin.

Berhenti Merokok Jadi Langkah Pencegahan

Berbagai penyakit akibat rokok pada dasarnya dapat dicegah dengan tidak merokok. Karena itu, langkah utama yang disampaikan adalah tidak memulai kebiasaan tersebut.

Bagi orang yang sudah merokok, berhenti menjadi pilihan penting untuk mengurangi berbagai risiko kesehatan. Upaya berhenti merokok dianjurkan dilakukan segera dan tidak menunda-nunda.

Bahaya rokok dapat menyerang banyak organ sekaligus. Mulai dari stroke, serangan jantung, gangguan paru seperti PPOK, hingga gagal ginjal.

Karena itu, berhenti merokok bukan hanya tentang meninggalkan kebiasaan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang sebenarnya dapat dihindari.

Editor : Maylanni Diana Fitri
bahaya rokok kanker paru serangan jantung merokok stroke