JAKARTA - Bagian tubuh paling cepat rusak karena merokok ternyata bukan hanya paru-paru. Kebiasaan mengisap rokok secara rutin dapat memengaruhi mulut, tenggorokan, paru-paru, kulit, otak, jantung, hingga tulang dan sendi.
Kerusakan tersebut umumnya tidak langsung terasa setelah seseorang mengisap rokok. Dampaknya berkembang perlahan, dari hari ke hari dan bulan ke bulan, sehingga sering tidak disadari oleh perokok.
Paparan zat kimia dan racun dalam asap rokok dapat memengaruhi berbagai jaringan tubuh. Karena itu, perokok aktif perlu memahami bagian tubuh yang dapat mengalami kerusakan akibat kebiasaan tersebut.
1. Mulut Mulai Mengalami Kerusakan
Mulut menjadi salah satu bagian tubuh yang pertama kali bersentuhan langsung dengan asap rokok. Racun dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan jaringan secara bertahap.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Kebumen 4 Meter Mengamuk, Kios Pantai Setrojenar dan Suwuk Rusak
Dampaknya dapat terlihat dari kondisi gigi yang menguning atau tampak kusam. Gusi juga dapat mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap.
Kemampuan lidah dalam mengecap makanan juga dapat menurun. Jika kebiasaan merokok terus berlangsung, kerusakan jaringan di mulut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Salah satunya adalah kanker mulut dan kanker lidah. Karena itu, perubahan pada kondisi mulut tidak sebaiknya dianggap sebagai persoalan kosmetik semata.
2. Tenggorokan Bisa Terkena Dampak
Selain mulut, tenggorokan juga menjadi bagian tubuh yang terus-menerus terpapar asap rokok. Jaringan tenggorokan dapat mengalami kerusakan akibat kebiasaan merokok dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kecanduan Sabu Bukan Sekadar Ketagihan, Ini yang Terjadi pada Otak Pengguna
Gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah pada tenggorokan. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah kanker tenggorokan.
Dalam paparan video disebutkan, sebagian besar kasus kanker tenggorokan berkaitan dengan kebiasaan merokok. Penyakit ini dapat menimbulkan gangguan serius, termasuk kesulitan berbicara.
Karena itu, keluhan pada tenggorokan yang muncul berulang pada perokok perlu mendapat perhatian.
3. Paru-Paru Jadi Sasaran Utama
Paru-paru menjadi organ yang paling langsung menerima asap rokok. Organ yang seharusnya digunakan untuk menghirup udara bersih justru terus mendapatkan paparan asap dan zat beracun.
Seiring waktu, paparan tersebut dapat memengaruhi sel dan permukaan jaringan paru-paru. Perokok kemudian dapat mengalami batuk, produksi lendir berlebih, sesak napas, dan mudah lelah.
Risiko penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK juga dapat meningkat. Selain itu, perokok berisiko mengalami bronkitis, emfisema, pneumonia, dan gangguan paru lainnya.
Kanker paru juga menjadi salah satu ancaman terbesar bagi perokok. Karena itu, paru-paru menjadi bagian tubuh yang sangat penting untuk dilindungi dari asap rokok.
4. Kulit Bisa Tampak Lebih Cepat Tua
Efek rokok ternyata juga dapat terlihat pada kulit. Perokok aktif dapat mengalami perubahan penampilan kulit seiring berjalannya waktu.
Kulit dapat terlihat lebih kusam dan keriput. Wajah serta bibir juga dapat mengalami perubahan akibat paparan zat kimia dari rokok.
Rokok dapat memengaruhi distribusi oksigen dan aliran darah ke jaringan tubuh. Kondisi tersebut kemudian dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Akibatnya, seseorang dapat terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.
5. Otak dan Pembuluh Darah Ikut Terancam
Sebagian orang menganggap rokok dapat memberikan rasa tenang atau membantu menyegarkan pikiran. Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara.
Dalam jangka panjang, rokok dapat memengaruhi pembuluh darah di otak. Gangguan pada pembuluh darah tersebut dapat meningkatkan risiko masalah serius.
Salah satunya adalah aneurisma atau pelebaran pembuluh darah. Jika pembuluh darah pecah, perdarahan dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan stroke.
Rokok juga dapat memengaruhi pembuluh darah di berbagai bagian tubuh. Karena itu, dampaknya terhadap sistem peredaran darah tidak hanya terjadi di otak.
6. Jantung Mengalami Beban Tambahan
Zat beracun dari rokok masuk ke aliran darah dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Jantung menjadi salah satu organ yang terkena dampaknya.
Gangguan pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan aliran darah tidak berjalan optimal. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner.
Semakin lama kebiasaan merokok dipertahankan, semakin besar pula paparan zat berbahaya terhadap sistem kardiovaskular.
7. Tulang dan Sendi Juga Bisa Terdampak
Dampak rokok ternyata tidak berhenti pada organ vital. Tulang dan sendi juga dapat terkena pengaruh kebiasaan merokok.
Merokok dapat meningkatkan risiko peradangan dan mengganggu kesehatan tulang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Tulang yang rapuh membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah pada sistem gerak.
Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa rokok tidak memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Karena itu, perokok aktif dianjurkan mulai mempertimbangkan berhenti merokok.
Menjaga kesehatan melalui olahraga teratur, pola makan sehat, dan menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit.
Editor : Maylanni Diana Fitri