Cek Kesehatan Gratis Tulungagung Baru 22 Persen, Dinkes Kejar Target 46 Persen

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 10:13 WIB
Cek Kesehatan Gratis Tulungagung baru mencapai 22 persen hingga awal September. Dinkes mengejar target cakupan 46 persen hingga akhir 2026.(ILUSTRASI AI)
Cek Kesehatan Gratis Tulungagung baru mencapai 22 persen hingga awal September. Dinkes mengejar target cakupan 46 persen hingga akhir 2026.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Capaian Cek Kesehatan Gratis Tulungagung masih belum mencapai target yang ditetapkan.

Hingga awal September 2026, program pemeriksaan kesehatan tersebut baru menjangkau 22 persen sasaran. Sementara itu, target cakupan yang harus dicapai hingga akhir tahun berada di angka 46 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Desi Lusiana Wardhani mengatakan, capaian tersebut masih perlu digenjot. 

Dengan waktu yang tersisa sekitar empat bulan hingga akhir 2026, percepatan pemeriksaan menjadi perhatian Dinkes.

“Agak berat memang karena tinggal empat bulan lagi. Tetapi, saya optimistis (target tercapai), karena adanya dukungan langsung yang dipimpin Bapak Sekda,” ujarnya, Kamis (3/9).

Baca Juga: Skrining CKG Ungkap Risiko Hipertensi dan Diabetes di Tulungagung, Warga yang Periksa Baru 17–18 Persen

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Dinkes Tulungagung melakukan koordinasi lintas sektor. Pemeriksaan CKG akan menyasar sejumlah kelompok dan wilayah, mulai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung, kecamatan, kelurahan, desa, hingga sekolah.

Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan CKG. Pada Agustus lalu, Dinkes lebih banyak memfokuskan pemeriksaan kesehatan bagi pelajar di sekolah.

Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya rampung. Keterbatasan tenaga kesehatan membuat pemeriksaan terhadap siswa harus diperpanjang hingga September.

“Untuk anak sekolah kemarin memang fokus kita di bulan Agustus, tetapi karena keterbatasan tenaga, belum selesai. Jadi diperpanjang sampai September,” terangnya.

Perpanjangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan pemeriksaan. Dengan waktu pelaksanaan yang diperpanjang, Dinkes berharap sasaran pelajar yang belum mendapatkan pemeriksaan dapat segera terlayani.

Baca Juga: Sosialisasi Program Pembangunan Kesehatan Daerah 2026, Heru Tjahjono Ajak Masyarakat Tulungagung Manfaatkan CKG

Sementara itu, hasil pemeriksaan pada kelompok pelajar masih dalam proses pendataan. Karena itu, Dinkes belum dapat memastikan jenis penyakit yang paling banyak ditemukan pada kelompok tersebut.

Berbeda dengan kelompok pelajar yang hasil pendataannya masih diproses, temuan pada kelompok usia produktif sudah menunjukkan sejumlah persoalan kesehatan.

Dua penyakit yang paling menonjol dalam pemeriksaan sementara adalah hipertensi dan diabetes melitus (DM).

Desi mengatakan, temuan tersebut berkaitan dengan pola hidup masyarakat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tidak hanya penting untuk mengetahui kondisi tubuh, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengenali persoalan kesehatan yang dialami masyarakat.

“Hal ini karena terkait dengan pola hidup,” katanya.

Baca Juga: Semarak Rangkaian HUT Ke-52 PPNI Tulungagung, Ribuan Peserta Padati GOR Lembu Peteng Ikuti Senam Sehat dan CKG

Sementara itu, kondisi kesehatan kelompok lanjut usia (lansia) dinilai relatif lebih terpantau. Menurut Desi, salah satu faktornya adalah lansia lebih rutin mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

“Kalau untuk yang kelompok lansia, kondisi kesehatannya relatif lebih terpantau dibanding yang kelompok produktif, karena kelompok lansia rutin mengikuti kegiatan Prolanis,” pungkasnya.

Dengan capaian baru 22 persen, Dinkes Tulungagung masih memiliki pekerjaan untuk memperluas pemeriksaan dalam empat bulan tersisa.

Koordinasi lintas sektor dan percepatan pemeriksaan di berbagai sasaran menjadi strategi yang disiapkan untuk mengejar target 46 persen hingga akhir 2026.(sri)

Editor : Vidya Sajar Fitri
cek kesehatan gratis tulungagung ckg tulungagung hipertensi dan diabetes dinkes tulungagung kesehatan tulungagung