
RADAR TULUNGAGUNG – Mengenali gejala hipertensi dan diabetes sejak usia produktif penting dilakukan karena kedua penyakit tersebut dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas. Seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa meski tekanan darah atau kadar gula darahnya sudah bermasalah.
Mengenali gejala hipertensi dan diabetes juga tidak cukup hanya dengan menunggu tubuh terasa tidak nyaman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan tekanan darah menjadi cara penting untuk mengetahuinya.
Sementara itu, gejala hipertensi dan diabetes dapat memiliki pola berbeda. Diabetes tipe 2, misalnya, bisa berkembang perlahan selama bertahun-tahun dan pada sebagian orang tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Tulungagung Baru 22 Persen, Dinkes Kejar Target 46 Persen
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Hipertensi menjadi kondisi yang perlu diwaspadai karena tekanan darah tinggi sering tidak memberikan tanda khusus. WHO mencatat sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala, sehingga merasa sehat bukan berarti tekanan darah pasti normal.
Ketika tekanan darah sangat tinggi, keluhan yang dapat muncul antara lain sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri dada, pusing, mual, muntah, kebingungan, hingga kesulitan bernapas. Kondisi dengan tekanan darah sangat tinggi disertai gejala membutuhkan pertolongan medis segera.
Pada diabetes, tanda yang lebih mudah dikenali antara lain sering buang air kecil, rasa haus atau lapar yang meningkat, berat badan turun tanpa direncanakan, mudah lelah, serta penglihatan kabur. Luka atau sariawan yang sulit sembuh dan kesemutan pada tangan atau kaki juga dapat muncul pada diabetes tipe 2.
Jangan Menunggu Keluhan Muncul
Kesalahan yang sering terjadi dalam mengenali penyakit kronis adalah menjadikan gejala sebagai satu-satunya patokan. Padahal, hipertensi dapat berlangsung tanpa keluhan, sedangkan pradiabetes dan diabetes tipe 2 juga sering tidak menunjukkan tanda yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting, termasuk bagi orang yang merasa tubuhnya baik-baik saja. Tekanan darah dapat diperiksa menggunakan alat pengukur tekanan darah, sedangkan diabetes perlu diketahui melalui pemeriksaan kadar gula darah.
Pemeriksaan menjadi semakin relevan jika seseorang memiliki faktor risiko. Untuk diabetes tipe 2, faktor tersebut antara lain kelebihan berat badan, kurang aktif secara fisik, riwayat keluarga, serta kondisi pradiabetes.
Kenapa Deteksi Dini Penting?
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. WHO juga menempatkan hipertensi sebagai salah satu penyebab penting kematian dini yang sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan.
Diabetes yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani juga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius. Karena itu, menemukan gangguan kadar gula lebih awal memberi kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Menjaga aktivitas fisik, memilih pola makan lebih sehat, menghindari rokok, serta mengendalikan berat badan merupakan bagian dari upaya mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular. WHO secara khusus merekomendasikan aktivitas fisik dan pola makan sehat sebagai bagian dari pencegahan hipertensi.
Bagi masyarakat usia produktif, mengenali gejala hipertensi dan diabetes sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan membaca tanda-tanda tubuh. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah tetap diperlukan karena kedua penyakit tersebut dapat hadir tanpa gejala yang mencolok.
Jika muncul keluhan yang mengarah pada tekanan darah sangat tinggi atau gangguan gula darah, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Deteksi lebih awal menjadi langkah penting agar kondisi dapat ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber