
RADAR TULUNGAGUNG – Cek kesehatan usia produktif penting dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika tubuh mulai terasa sakit. Kebiasaan tersebut membantu menemukan gangguan kesehatan yang sering berkembang tanpa keluhan jelas, termasuk hipertensi dan diabetes.
Cek kesehatan usia produktif menjadi semakin penting karena kesibukan bekerja sering membuat seseorang mengabaikan kondisi tubuh. Padahal, merasa bugar belum tentu berarti tekanan darah dan kadar gula dalam tubuh berada pada kondisi normal.
Cek kesehatan usia produktif juga tidak harus menunggu munculnya gejala tertentu. WHO menyebut sebagian besar orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala, sehingga pengukuran tekanan darah merupakan cara penting untuk mengetahui apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Gejala Hipertensi dan Diabetes Sering Tak Disadari, Ini Cara Mengenalinya pada Usia Produktif
Mengapa Usia Produktif Perlu Rutin Memeriksa Kesehatan?
Usia produktif identik dengan aktivitas padat, mulai dari pekerjaan, perjalanan, mengurus keluarga, hingga berbagai kegiatan sosial. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan kesehatan sering ditempatkan sebagai urusan belakangan.
Padahal, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes dapat berlangsung tanpa tanda yang mudah dikenali. Seseorang bisa tetap bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari meski sudah memiliki faktor risiko atau gangguan kesehatan tertentu.
Hipertensi menjadi salah satu contoh paling jelas. WHO memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun di dunia mengalami hipertensi pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 44 persen tidak mengetahui bahwa mereka mengidap kondisi tersebut.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan. WHO bahkan merekomendasikan pengukuran tekanan darah pada orang dewasa dalam kunjungan rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan dan dilakukan secara berkala jika hasil sebelumnya normal.
Hipertensi dan Diabetes Tidak Selalu Memberi Sinyal
Salah satu alasan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sebelum muncul keluhan adalah karakter penyakit yang berbeda-beda. Pada hipertensi, seseorang bisa tidak merasakan gejala sama sekali meskipun tekanan darahnya sudah tinggi.
Jika tekanan darah sangat tinggi, sejumlah keluhan dapat muncul, seperti sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri dada, pusing, mual, atau kesulitan bernapas. Namun, gejala tersebut bukan patokan untuk menentukan seseorang mengalami hipertensi karena pemeriksaan tekanan darah tetap diperlukan.
Hal serupa juga terjadi pada diabetes tipe 2. CDC menyebut pradiabetes dan diabetes tipe 2 sering tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan kadar gula darah diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Beberapa tanda yang dapat muncul ketika kadar gula darah bermasalah antara lain sering buang air kecil, mudah haus atau lapar, berat badan turun tanpa direncanakan, mudah lelah, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh. Meski begitu, tidak adanya gejala bukan berarti seseorang terbebas dari diabetes.
Baca Juga: Daftar Buah yang Dilarang untuk Penderita Diabetes: Ada Semangka dan Pisang
Apa Saja yang Perlu Dicek?
Pemeriksaan dasar dapat disesuaikan dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing orang. Tekanan darah merupakan salah satu pemeriksaan penting untuk mendeteksi hipertensi, sedangkan pemeriksaan gula darah membantu menemukan gangguan seperti pradiabetes dan diabetes.
Risiko diabetes tipe 2 antara lain berkaitan dengan kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, serta riwayat keluarga. CDC juga mencatat sejumlah pedoman merekomendasikan skrining pradiabetes dan diabetes tipe 2 mulai usia 35 tahun, terutama sesuai kriteria dan faktor risiko yang dimiliki.
Pemeriksaan juga dapat menjadi kesempatan untuk membicarakan kebiasaan sehari-hari dengan tenaga kesehatan. Pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, serta riwayat penyakit keluarga dapat menjadi bagian dari penilaian risiko.
Deteksi lebih awal memberi kesempatan untuk melakukan langkah pengendalian sebelum masalah berkembang lebih jauh. WHO menegaskan deteksi dini, pemantauan rutin, dan pengobatan yang berkelanjutan dapat membantu mencegah komplikasi akibat hipertensi.
Bagi masyarakat usia produktif, cek kesehatan usia produktif sebaiknya dipandang sebagai bagian dari menjaga kemampuan tetap aktif, bukan sekadar mencari penyakit. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah dapat membantu menemukan kondisi yang tidak terlihat dari luar.
Kebiasaan sederhana tersebut menjadi semakin penting ketika terdapat faktor risiko atau riwayat keluarga. Dengan pemeriksaan rutin dan tindak lanjut sesuai hasil evaluasi tenaga kesehatan, hipertensi maupun diabetes dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber