TULUNGAGUNG - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah di Tulungagung mulai memetakan beragam persoalan kesehatan pelajar.
Pada jenjang SD sederajat, salah satu temuan terbesar adalah karies gigi yang dialami 7.764 siswa.
Selain masalah kesehatan gigi, skrining juga menemukan persoalan gizi, kebugaran, penglihatan, pendengaran, kesehatan jiwa, hingga paparan asap rokok.
Temuan tersebut menjadi gambaran awal kondisi kesehatan anak usia sekolah yang perlu mendapat tindak lanjut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Desi Lusiana Wardhani mengatakan, persoalan kesehatan yang ditemukan dari pemeriksaan cukup beragam.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Pantau CKG di Al Azhaar Bandung, Dukungan Sekolah dan Pemangku Wilayah Jadi Kunci
"Temuan tersebut menjadi gambaran awal kondisi kesehatan anak usia sekolah yang perlu mendapat tindak lanjut," jelasnya saat dikonfirmasi Selasa (22/9).
Pada jenjang SD sederajat, Dinkes mencatat 10 anak mengalami gizi buruk. Kemudian, 228 siswa mengalami gizi kurang dan 98 siswa mengalami obesitas.
Masalah kesehatan gigi menjadi salah satu temuan yang cukup menonjol. Sebanyak 7.764 siswa tercatat mengalami karies gigi berdasarkan hasil skrining CKG sekolah.
Selain itu, 565 siswa memiliki tingkat kebugaran kurang sekali. Gangguan penglihatan juga ditemukan pada 774 siswa. Dari jumlah tersebut, 213 siswa di antaranya sudah menggunakan kacamata.
Pada aspek kesehatan telinga, sebanyak 46 siswa tercatat mengalami gangguan pendengaran. Sementara 43 siswa lainnya mengalami infeksi telinga.
Baca Juga: CKG Pelajar Belum Rampung, Ini Alasan Pemeriksaan Kesehatan Anak di Sekolah Perlu Berkala
Data hasil pemeriksaan tersebut kemudian disampaikan kepada sekolah masing-masing. Langkah itu dilakukan agar pihak sekolah mengetahui kondisi kesehatan para siswanya.
"Seluruh data tersebut juga kami sampaikan kepada pihak sekolah masing-masing agar pihak sekolah tahu kondisi kesehatan para siswanya," katanya.
Skrining CKG sekolah juga mencakup kesehatan jiwa. Pada jenjang SD sederajat, terdapat 509 siswa yang menunjukkan gejala signifikan. Sebanyak 62 siswa di antaranya menunjukkan gejala kecemasan berat.
Temuan lain yang cukup banyak adalah paparan asap rokok. Dinkes mencatat 2.439 siswa SD sederajat tercatat terpapar asap rokok.
Persoalan kesehatan juga ditemukan pada jenjang SMP. Dinkes mencatat 15 siswa mengalami gizi kurang, sedangkan 11 siswa mengalami obesitas.
Pada pemeriksaan lainnya, terdapat empat siswa yang berisiko talasemia. Kemudian, 563 siswa mengalami karies, 79 siswa memiliki tingkat kebugaran kurang, dan 135 siswa mengalami gangguan penglihatan.
Untuk kesehatan jiwa, sebanyak 676 siswa menunjukkan gangguan atau gejala yang perlu mendapat perhatian. Dari jumlah tersebut, 148 siswa menunjukkan gejala kecemasan.
Desi menegaskan, hasil skrining CKG sekolah tidak berhenti sebagai data pemeriksaan. Temuan yang diperoleh diharapkan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing siswa.
Tindak lanjut tersebut dapat berupa edukasi, pemantauan maupun rujukan apabila diperlukan. Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat menjadi acuan untuk melihat kondisi kesehatan siswa secara lebih lanjut.
Di sisi lain, pelaksanaan CKG sekolah di Tulungagung masih terus dikebut. Dari target 171.806 siswa, sebanyak 76.493 siswa telah mendaftar.
Sementara itu, siswa yang sudah hadir dan menjalani pemeriksaan tercatat sebanyak 54.043 orang. Jumlah tersebut menunjukkan pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mencapai target sasaran yang telah ditetapkan.
Desi menyampaikan, data hasil pemeriksaan akan menjadi bagian penting dalam melihat berbagai persoalan kesehatan anak usia sekolah. Temuan seperti karies, masalah gizi, kebugaran, gangguan penglihatan, kesehatan jiwa hingga paparan asap rokok menjadi bagian dari hasil skrining yang telah dilakukan.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri