TULUNGAGUNG - Imbauan pencegahan penularan influenza mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Tulungagung. Salah satunya di SDN 4 Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung.
Para siswa dan guru di sekolah tersebut menggunakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Kebijakan itu diterapkan setelah pihak sekolah menerima imbauan dari puskesmas setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit saluran pernapasan.
Salah satu guru SDN 4 Jengglungharjo, Dwi Cahya Mardhinata, mengatakan penggunaan masker mulai diterapkan sejak Senin (21/9). Imbauan dari puskesmas kemudian diteruskan pihak sekolah kepada para orang tua siswa.
“Imbauan dari puskesmas disampaikan kepada guru, kemudian kami share kepada orang tua. Mulai hari Senin, semuanya menggunakan masker,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).
Baca Juga: Influenza Tulungagung Mulai Banyak Dikeluhkan, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Menurut Dwi, penggunaan masker tidak semata-mata untuk mengantisipasi penularan penyakit. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada siswa agar terbiasa menjaga kesehatan dan melindungi diri ketika berada di lingkungan sekolah.
Penerapan kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah siswa tertular virus. Sebab, ketika banyak siswa mengalami sakit, kegiatan belajar mengajar berpotensi terganggu karena mereka harus absen dari sekolah.
“Harapannya, anak-anak tidak tertular virus tersebut, sekaligus mengajarkan kepada anak untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Dwi mengatakan penggunaan masker juga mengingatkan pada pengalaman masyarakat saat pandemi Covid-19. Ketika itu, masker dan protokol kesehatan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Baca Juga: CKG Sekolah Tulungagung Ungkap 7.764 Siswa SD Alami Karies Gigi
Menurutnya, pada periode tersebut masyarakat relatif lebih jarang mengalami keluhan flu. Pengalaman itu pula yang menurut Dwi mungkin menjadi salah satu pertimbangan tim kesehatan dalam mengimbau penggunaan masker di sekolah.
“Pengalaman ketika Covid-19 dulu. Mungkin pihak tim kesehatan mengadopsi pengalaman tersebut,” ungkapnya.
Di SDN 4 Jengglungharjo, penggunaan masker dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Guru dan siswa sama-sama mengikuti kebijakan tersebut sehingga upaya pencegahan penularan tidak hanya dibebankan kepada siswa.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembiasaan menjaga kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan penggunaan masker secara bersama-sama, guru turut memberikan contoh kepada siswa dalam menerapkan kebiasaan menjaga diri dari risiko penularan penyakit saluran pernapasan.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri