Flu dan Batuk Mudah Menular, Bagaimana Cara Mencegahnya? Ini Kebiasaan yang Perlu Dilakukan

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:51 WIB
Cara mencegah flu dan batuk bisa dimulai dari masker, cuci tangan, etika batuk, hingga mengurangi kontak saat sakit.
Cara mencegah flu dan batuk bisa dimulai dari masker, cuci tangan, etika batuk, hingga mengurangi kontak saat sakit.

RADAR TULUNGAGUNG - Cara mencegah flu dan batuk sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Memakai masker ketika sakit, menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan, serta mengurangi kontak dekat dengan orang lain dapat membantu menekan risiko penularan.

Cara mencegah flu dan batuk menjadi penting karena influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebar dari orang ke orang. Di Tulungagung, keluhan influenza belakangan ditemukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, meski belum ada data spesifik yang memastikan jumlah kasus influenza tipe A karena pemeriksaan khusus belum dilakukan.

Kondisi tersebut tidak otomatis berarti terjadi situasi seperti pandemi. Justru, kebiasaan pencegahan dapat dilakukan sebagai langkah sehari-hari untuk mengurangi penyebaran penyakit pernapasan.

Baca Juga: Influenza Tulungagung Mulai Banyak Dikeluhkan, Dinkes Minta Warga Tak Panik

Pakai masker ketika sedang mengalami gejala

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah penggunaan masker ketika mengalami batuk, pilek, atau gejala influenza. Masker terutama berguna untuk mengurangi kemungkinan percikan atau partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit mencapai orang lain.

Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat yang mengalami influenza menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan tangan. Panduan tersebut juga menganjurkan agar orang yang sedang mengalami influenza tetap berada di rumah dan beristirahat untuk mengurangi risiko menularkan penyakit kepada orang lain.

CDC juga menempatkan masker sebagai salah satu lapisan perlindungan tambahan terhadap penyakit pernapasan. Masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus dari orang yang terinfeksi sekaligus memberikan perlindungan kepada pemakainya, terutama ketika digunakan dengan baik dan menutup hidung serta mulut.

Artinya, masker tidak harus dipahami sebagai tanda bahwa situasi kesehatan sedang darurat. Penggunaannya dapat menjadi bentuk perlindungan ketika seseorang sedang sakit atau berada dalam kondisi dengan risiko penularan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Cegah Penularan Influenza, Siswa dan Guru SDN 4 Jengglungharjo Tulungagung Kompak Pakai Masker

Cuci tangan dan terapkan etika batuk

Virus penyebab influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi, kemudian tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Karena itu, mencuci tangan menjadi kebiasaan penting. Tangan sebaiknya dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika fasilitas tersebut tidak tersedia, pembersih tangan berbahan dasar alkohol dapat digunakan sebagai alternatif.

Etika batuk dan bersin juga perlu diperhatikan. Gunakan tisu atau bagian dalam siku untuk menutup mulut dan hidung, kemudian buang tisu setelah digunakan. Kebiasaan ini membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan ke lingkungan sekitar.

Kebiasaan tersebut semakin penting di tempat dengan banyak interaksi seperti sekolah dan kantor. Dalam konteks Tulungagung, komunikasi pencegahan melalui puskesmas juga mulai dilakukan ke lingkungan sekolah dan perkantoran setelah meningkatnya kunjungan dengan keluhan serupa.

Baca Juga: Skrining Kesehatan Anak Sekolah, Apa Saja yang Diperiksa? Gizi, Penglihatan hingga Kesehatan Jiwa

Saat sakit, kurangi kontak dekat dengan orang lain

Pencegahan tidak hanya dilakukan oleh orang yang sehat. Seseorang yang mulai mengalami gejala flu atau penyakit pernapasan justru perlu mengambil langkah agar tidak menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya.

Kementerian Kesehatan menganjurkan orang yang mengalami influenza untuk tetap berada di rumah, memperbanyak istirahat dan minum air, serta mengakses layanan kesehatan apabila kondisi memburuk.

CDC juga menganjurkan orang yang mengalami gejala penyakit pernapasan untuk tinggal di rumah dan menjauh dari orang lain. Aktivitas normal dapat dilanjutkan ketika kondisi secara umum membaik dan tidak mengalami demam setidaknya selama 24 jam tanpa menggunakan obat penurun demam.

Ketika harus kembali beraktivitas, langkah tambahan seperti memakai masker dengan baik, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, dan memperbaiki sirkulasi udara dapat membantu mengurangi risiko penularan. Udara yang lebih bersih dan ventilasi yang baik juga termasuk langkah pencegahan penyakit pernapasan.

Dengan demikian, cara mencegah flu dan batuk tidak bergantung pada satu tindakan saja. Memakai masker saat sakit, mencuci tangan, menerapkan etika batuk, mengurangi kontak dekat, beristirahat di rumah, dan menjaga kualitas udara merupakan kebiasaan yang dapat dilakukan secara bersamaan.

Di tengah meningkatnya keluhan influenza di fasilitas kesehatan Tulungagung, langkah tersebut dapat diterapkan tanpa menimbulkan kepanikan. Pencegahan justru paling efektif ketika menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika muncul kekhawatiran mengenai penyakit tertentu.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
cara mencegah flu dan batuk pencegahan influenza penularan flu memakai masker saat sakit etika batuk dan bersin