Mengapa Masker Dianjurkan Saat Sedang Flu atau Batuk? Begini Cara Mengurangi Risiko Penularan

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:06 WIB

Masker saat flu dan batuk membantu mengurangi risiko penularan. Kenali cara memakai masker dan kebiasaan lain saat sedang sakit.(ILUSTRASI AI)

Masker saat flu dan batuk membantu mengurangi risiko penularan. Kenali cara memakai masker dan kebiasaan lain saat sedang sakit.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Masker saat flu dan batuk bukan sekadar pelindung bagi orang yang memakainya. Ketika seseorang mengalami gejala penyakit pernapasan, masker juga berfungsi mengurangi jumlah partikel pernapasan yang keluar sehingga risiko penularan kepada orang di sekitarnya dapat ditekan.

Masker saat flu dan batuk menjadi relevan karena influenza dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Karena itu, penggunaan masker merupakan salah satu lapisan perlindungan yang dapat dipadukan dengan kebiasaan lain seperti mencuci tangan dan mengurangi kontak dekat.

Di Tulungagung, keluhan influenza belakangan ditemukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, belum tersedia data spesifik mengenai jumlah warga yang terpapar influenza tipe A karena pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tipe tersebut belum dilakukan secara khusus.

Baca Juga: Flu dan Batuk Mudah Menular, Bagaimana Cara Mencegahnya? Ini Kebiasaan yang Perlu Dilakukan

Masker membantu menahan partikel dari orang yang sakit

Ketika seseorang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, partikel yang mengandung virus dapat keluar saat bernapas, berbicara, batuk, atau bersin. Masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik dapat mengurangi jumlah partikel yang keluar ke lingkungan.

CDC menyebut masker sebagai salah satu strategi tambahan untuk menurunkan risiko penularan virus pernapasan. Manfaatnya terutama dapat dirasakan ketika masker digunakan oleh orang yang sedang sakit karena membantu mengurangi penyebaran virus kepada orang lain.

Kementerian Kesehatan juga memasukkan penggunaan masker bagi orang yang sakit sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan influenza. Langkah tersebut dilakukan bersama perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Karena itu, memakai masker ketika sedang flu atau batuk bukan berarti kondisi penyakit selalu berbahaya. Tujuannya lebih sederhana, yakni mengurangi peluang virus berpindah dari orang yang sedang sakit kepada orang lain.

Baca Juga: Influenza Tulungagung Mulai Banyak Dikeluhkan, Dinkes Minta Warga Tak Panik

Masker harus dipakai bersama kebiasaan lain

Masker bukan satu-satunya cara untuk mengurangi penularan. WHO menjelaskan bahwa influenza juga dapat menyebar melalui tangan yang terkontaminasi, sehingga kebersihan tangan menjadi bagian penting dari pencegahan.

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, membuang tisu, atau menyentuh benda yang sering digunakan bersama. Jika air dan sabun tidak tersedia, pembersih tangan dapat menjadi alternatif.

Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan. Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu saat batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu. Jika tidak tersedia, bagian dalam siku dapat digunakan untuk menutup mulut dan hidung.

Ventilasi juga berperan dalam mengurangi risiko penularan. WHO menganjurkan peningkatan sirkulasi udara, misalnya dengan membuka jendela, serta menghindari ruang tertutup yang padat ketika risiko penularan sedang meningkat.

Baca Juga: Cegah Penularan Influenza, Siswa dan Guru SDN 4 Jengglungharjo Tulungagung Kompak Pakai Masker

Saat sakit, kurangi kontak dengan orang lain

Langkah yang tidak kalah penting adalah mengurangi aktivitas bersama orang lain ketika gejala sedang muncul. Beristirahat di rumah membantu memberi kesempatan tubuh memulihkan diri sekaligus mengurangi peluang menularkan virus kepada keluarga, teman, atau rekan kerja.

CDC menyarankan orang yang mengalami gejala penyakit pernapasan untuk tinggal di rumah dan menjauh dari orang lain. Aktivitas normal dapat dilanjutkan ketika gejala secara umum sudah membaik dan tidak mengalami demam selama sedikitnya 24 jam tanpa obat penurun demam. Setelah kembali beraktivitas, tindakan pencegahan tambahan tetap dianjurkan selama lima hari berikutnya. (CDC)

Dalam konteks Tulungagung, anjuran menggunakan masker juga disampaikan karena meningkatnya keluhan influenza di fasilitas pelayanan kesehatan. Komunikasi pencegahan telah dilakukan melalui puskesmas ke lingkungan sekolah dan perkantoran, terutama ketika aktivitas belajar dan agenda ujian mulai padat.

Dengan demikian, masker saat flu dan batuk sebaiknya dipahami sebagai bagian dari upaya mengendalikan sumber penularan, bukan tanda bahwa situasi otomatis kembali seperti pandemi. Ketika dipadukan dengan cuci tangan, etika batuk, ventilasi yang baik, dan mengurangi kontak saat sakit, langkah sederhana tersebut dapat membantu menekan penyebaran penyakit pernapasan.

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
pencegahan influenza penularan flu masker saat flu dan batuk masker saat sakit cara mencegah flu