Apa Bedanya Gejala Influenza dengan Penyakit Pernapasan Lain? Kenali Demam, Batuk hingga Nyeri Otot

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:23 WIB
Gejala influenza bisa mirip pilek, Covid-19, dan RSV. Kenali perbedaan demam, batuk, nyeri otot hingga pola munculnya gejala.(ILUSTRASI AI)
Gejala influenza bisa mirip pilek, Covid-19, dan RSV. Kenali perbedaan demam, batuk, nyeri otot hingga pola munculnya gejala.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Gejala influenza kerap sulit dibedakan dari penyakit pernapasan lain karena sama-sama dapat menimbulkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, hingga rasa lelah. Namun, pola munculnya gejala dapat menjadi petunjuk awal, meski tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena influenza.

Di Tulungagung, keluhan influenza belakangan mulai banyak ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap menerapkan langkah pencegahan sederhana, termasuk memakai masker ketika sedang flu atau batuk.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan menyebut belum ada data spesifik mengenai warga yang terpapar influenza tipe A karena pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tipe tersebut belum dilakukan secara khusus. Karena itu, keluhan influenza yang ditemukan tidak dapat langsung disebut sebagai influenza tipe A.

Baca Juga: Mengapa Masker Dianjurkan Saat Sedang Flu atau Batuk? Begini Cara Mengurangi Risiko Penularan

Gejala influenza cenderung muncul mendadak

Gejala influenza umumnya meliputi demam atau rasa meriang, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot atau tubuh, serta kelelahan. WHO menyebut demam pada influenza dapat muncul tiba-tiba, disertai batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, dan pilek.

Salah satu petunjuk yang membedakan influenza dari pilek biasa adalah pola kemunculannya. Flu cenderung membuat gejala terasa lebih berat dan muncul lebih mendadak, sedangkan pilek biasa umumnya lebih ringan dan lebih sering ditandai hidung berair atau tersumbat.

Pada pilek biasa, bersin dan hidung tersumbat atau berair cenderung lebih menonjol, sementara demam relatif jarang. Sebaliknya, flu lebih sering disertai demam, menggigil, pegal atau nyeri tubuh, serta rasa lelah yang lebih nyata. Pola ini berguna sebagai gambaran umum, bukan sebagai alat diagnosis mandiri.

Dalam laporan Dinkes Tulungagung, demam pada keluhan influenza dapat muncul mendadak dan mencapai 38–40 derajat Celsius. Nyeri otot, sakit kepala, mudah lelah, pilek, batuk, dan sakit tenggorokan juga dapat menyertai.

Baca Juga: Flu dan Batuk Mudah Menular, Bagaimana Cara Mencegahnya? Ini Kebiasaan yang Perlu Dilakukan

Mengapa flu sulit dibedakan dari Covid-19 dan RSV?

Kemiripan gejala menjadi alasan seseorang tidak seharusnya menentukan penyakit hanya dari keluhan yang dirasakan. CDC menyebut influenza dan Covid-19 sama-sama dapat menyebabkan demam, batuk, sesak atau kesulitan bernapas, kelelahan, sakit tenggorokan, pilek, nyeri tubuh, dan sakit kepala. Perubahan atau hilangnya penciuman dan pengecap lebih sering ditemukan pada Covid-19, tetapi bukan tanda yang cukup untuk memastikan diagnosis.

Perbedaan juga tidak selalu jelas berdasarkan gejala. CDC menegaskan flu dan Covid-19 tidak dapat dibedakan hanya berdasarkan gejala; pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

RSV juga dapat menyerupai flu. Virus ini umumnya menyebabkan gejala mirip pilek dan tanda-tandanya tidak spesifik, sehingga sulit dibedakan dari flu, Covid-19, atau virus pernapasan lainnya. Pada bayi, lansia, dan orang dengan faktor risiko tertentu, RSV dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Artinya, demam tinggi atau nyeri otot tidak otomatis berarti influenza. Sebaliknya, tidak adanya demam juga tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan flu. Gejala dapat menjadi petunjuk awal, tetapi diagnosis membutuhkan penilaian tenaga kesehatan dan, bila diperlukan, pemeriksaan.

Baca Juga: Cegah Penularan Influenza, Siswa dan Guru SDN 4 Jengglungharjo Tulungagung Kompak Pakai Masker

Kapan gejala pernapasan perlu diperhatikan?

Masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama jika keluhan terasa berat atau memburuk. Pada flu, tanda yang perlu mendapat perhatian antara lain kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan menetap di dada atau perut, pusing berat atau kebingungan, kelemahan berat, serta demam atau batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.

Di Tulungagung, Dinkes juga menganjurkan orang yang mengalami flu atau batuk memakai masker, mengurangi kontak dekat, dan beristirahat di rumah. Kebiasaan mencuci tangan, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup juga tetap relevan untuk membantu mengurangi risiko penularan.

Pemahaman terhadap gejala influenza penting agar masyarakat tidak buru-buru menyimpulkan penyakit dari satu tanda saja. Terlebih, keluhan beberapa penyakit pernapasan dapat tumpang tindih sehingga pemeriksaan menjadi bagian penting ketika gejala membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
penyakit pernapasan rsv influenza gejala flu COVID-19