Anak hingga Lansia Rentan ISPA, Waspadai Gejala yang Makin Berat

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:52 WIB
Anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu lebih waspada terhadap ISPA. Kenali gejala dan langkah pencegahannya.
Anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu lebih waspada terhadap ISPA. Kenali gejala dan langkah pencegahannya.

TULUNGAGUNG - Penyakit saluran pernapasan seperti influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) perlu mendapat perhatian lebih, terutama pada kelompok rentan. Anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga penderita penyakit kronis perlu lebih waspada ketika mengalami gejala pernapasan.

Kepala UPT Puskesmas Kedungwaru Muhroji mengatakan, kondisi daya tahan tubuh menjadi salah satu perhatian pada kelompok tersebut. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna, sedangkan daya tahan tubuh lansia dapat menurun, terlebih jika disertai penyakit kronis.

“Anak-anak itu imunitasnya belum terbentuk sempurna. Kalau lansia, imunitasnya sudah mulai menurun, apalagi kalau ada penyakit kronis,” ujarnya.

Muhroji mengingatkan agar gejala pernapasan tidak dianggap sebagai keluhan biasa apabila berlangsung lama. Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi ketika keluhan mulai disertai sesak napas.

“Kadang dianggap hanya kecapekan atau sakit biasa. Kalau sampai sepuluh hari kemudian sesak, bisa menjadi pneumonia,” jelasnya.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Memakai Masker Saat Flu atau Batuk? Ini Panduannya di Rumah dan Sekolah

Karena itu, pencegahan penularan perlu dilakukan sejak munculnya gejala. Masyarakat yang sedang sakit dianjurkan menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, beristirahat, serta membatasi aktivitas.

“Kalau sakit, pakai masker. Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian istirahat. Kalau bisa mengisolasi diri atau membatasi aktivitas supaya tidak menularkan,” katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Mamik Hidayah mengatakan, promosi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat terus dioptimalkan. Salah satu yang ditekankan adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kami mengoptimalkan promosi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, mulai dari meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, olahraga rutin, dan makan bergizi seimbang,” ujarnya.

Baca Juga: Mengapa Masker Dianjurkan Saat Sedang Flu atau Batuk? Begini Cara Mengurangi Risiko Penularan

Edukasi kepada masyarakat juga mencakup penerapan etika batuk dan bersin. Penggunaan masker turut dianjurkan pada kondisi atau lingkungan yang berisiko terhadap penularan penyakit pernapasan maupun paparan polusi dan asap.

“Penggunaan masker juga perlu dilakukan pada kondisi atau lingkungan yang berisiko terhadap penularan penyakit pernapasan maupun paparan polusi atau asap. Kami juga mengimbau masyarakat menghindari kerumunan,” jelasnya.

Mamik menambahkan, masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala pernapasan. Terlebih jika kondisi justru semakin memburuk.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala pernapasan, terutama apabila gejalanya memburuk,” pungkasnya.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
influenza ispa dinkes tulungagung kesehatan tulungagung puskesmas kedungwaru