Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masuk Usia 20 Tahun Kalian Akan Mengalami Fase Quarter Life Crisis, Inilah Alasannya!

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Kamis, 10 April 2025 | 19:39 WIB
Quarter Life Crisis: Ketika Usia 20-an Dipenuhi Tanda Tanya
Quarter Life Crisis: Ketika Usia 20-an Dipenuhi Tanda Tanya

Radar Tulungagung - Pernah merasa hidup seperti berjalan di tempat, sementara orang lain tampak melaju cepat?

Di media sosial, teman-teman terlihat sudah lulus kuliah, memiliki karier mapan, menikah, bahkan liburan ke luar negeri.

Sedangkan kamu? Masih duduk di kamar, merenung, dan bertanya, "Aku ini mau ke mana, sih?,".

Tenang. Kamu tidak sendiri. Dan kamu bukan gagal.

Bisa jadi, kamu sedang mengalami quarter life crisis , fase penuh kebingungan yang banyak dialami oleh anak muda usia 20-an.

Rahma (25) juga merasakannya.

“Teman-teman seumuranku sudah punya pekerjaan, penghasilan yang stabil, bahkan sebagian sudah menikah. Sementara aku masih begini-begini saja,” ceritanya.

Perasaan seperti ini ternyata sangat umum terjadi. Bahkan bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berada dalam masa quarter life crisis.

Quarter life crisis adalah masa transisi dari remaja menuju dewasa yang umumnya terjadi di usia 20 hingga awal 30-an.

Fase ini sering disertai dengan tekanan batin, pertanyaan tentang jati diri, kebingungan arah hidup, hingga krisis kepercayaan diri.

 

 

Menurut artikel dari Universitas Airlangga, beberapa tanda seseorang mengalami quarter life crisis antara lain:

1. Merasa bingung tentang arah dan tujuan hidup
2. Khawatir berlebihan terhadap masa depan dan pencapaian
3. Merasa hidup terasa monoton dan tidak berkembang
4. Merasa belum mencapai target yang diinginkan dalam hidup
5. Tidak puas dengan pencapaian yang sudah diraih sejauh ini

Psikolog Rahma Febiyana, S.Psi., M.A. dari UNAIR menjelaskan, masa kini ada baiknya mulai mengenal diri dengan mengeksplorasi hal baru.

Memang benar di masa ini kita masih berusaha mencari identitas yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Namun ia juga mengingatkan bahwasannya eksplorasi jangan sampai berlebihan karena akan menyebabkan kehilangan arah.

Gunakan masa ini untuk menggali potensi dan mengenali kelebihan maupun kekurangan diri. Tekanan media sosial juga memperparah krisis ini.

Kita terbiasa membandingkan kehidupan orang lain yang tampak "sempurna" di layar, lalu merasa diri sendiri tertinggal dan tidak cukup baik.

Padahal, kenyataannya setiap orang punya jalan dan waktunya masing-masing. Yang paling penting saat menghadapi quarter life crisis adalah mulai mengenali diri sendiri.

Apa yang kamu suka? Apa yang membuatmu penasaran? Hal apa yang ingin kamu coba, meski kecil?

Membandingkan diri terus-terusan hanya akan membuatmu makin ragu dan cemas. Fokuslah pada langkahmu sendiri. Pelan, nggak apa-apa. Asal jangan berhenti.

Karena quarter life crisis bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari proses pendewasaan yang akan membentukmu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Quarter Life Crisis #masalah remaja #remaja #kebingungan