Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Bangsa Persia: Dari Kekaisaran Raksasa Dunia Kuno hingga Menjadi Iran Modern

Izahra Nurrafidah • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:45 WIB

Sejarah Bangsa Persia: Dari Kekaisaran Raksasa Dunia Kuno hingga Menjadi Iran Modern
Sejarah Bangsa Persia: Dari Kekaisaran Raksasa Dunia Kuno hingga Menjadi Iran Modern

TULUNGAGUNG - Sejarah bangsa Persia menjadi salah satu kisah peradaban paling berpengaruh dalam perjalanan dunia kuno. Bangsa Persia dikenal sebagai kekuatan besar yang pernah membangun kekaisaran luas, membentang dari Eropa hingga Asia. Hingga kini, jejak peradaban Persia masih dapat dilihat dalam budaya, bahasa, hingga sejarah negara Iran modern.

Bangsa Persia merupakan kelompok etnis Indo-Eropa yang menetap di wilayah yang kini dikenal sebagai Iran. Mereka berbicara menggunakan bahasa Persia dan memiliki kesamaan budaya dengan berbagai kelompok etnis Iran lainnya seperti Tajik, Kurdi, Lur, Gilak, hingga Balot. Saat ini, etnis Persia menjadi kelompok mayoritas di Iran dengan jumlah sekitar 60 hingga 65 persen dari total penduduk negara tersebut.

Dalam sejarah dunia, istilah Persia sebenarnya merujuk pada nama lama Iran yang digunakan oleh bangsa Barat. Hingga tahun 1935, dunia internasional lebih mengenal Iran dengan nama Persia. Namun pada tahun itu, Raja Iran saat itu, Reza Pahlavi, secara resmi meminta negara-negara dunia untuk menggunakan nama Iran sebagai nama resmi negara.

Perubahan nama tersebut tidak menghapus jejak sejarah Persia yang begitu kuat. Nama Persia sendiri berasal dari provinsi kuno Persis, salah satu wilayah penting dalam kekaisaran Persia pada masa lalu.

Asal Usul Bangsa Persia

Secara historis, bangsa Persia berasal dari kelompok Indo-Eropa yang bermigrasi ke dataran tinggi Iran sekitar akhir milenium kedua sebelum Masehi. Mereka diperkirakan datang dari wilayah Kaukasus atau Asia Tengah. Pada masa awal kedatangannya, bangsa Persia hidup sebagai masyarakat penggembala yang berpindah-pindah dengan ternaknya di kawasan stepa.

Seiring waktu, bangsa Persia mulai menetap di wilayah barat daya Iran. Mereka membangun pusat kekuasaan di kota kuno Anshan, yang sebelumnya merupakan wilayah bangsa Elam.

Pada abad ke-6 sebelum Masehi, muncul seorang pemimpin besar bernama Cyrus I atau yang dikenal sebagai Cyrus Agung. Ia menjadi tokoh penting dalam sejarah bangsa Persia karena berhasil mendirikan Kekaisaran Akhemeniyah, yang dikenal sebagai kekaisaran Persia pertama.

Cyrus Agung memulai ekspansi besar dengan menaklukkan bangsa Media, kemudian memperluas kekuasaannya ke wilayah Lidia, Elam, hingga Babilonia. Pada puncaknya, wilayah kekaisaran Persia membentang dari Balkan di Eropa hingga India di Asia.

Kekaisaran Terbesar Dunia Kuno

Kekaisaran Persia pada masa Cyrus Agung dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah dunia kuno, baik dari sisi wilayah maupun jumlah penduduk.

Berbeda dengan banyak penakluk lainnya, Cyrus dikenal sebagai pemimpin yang toleran. Ia tidak memaksakan budaya atau agama kepada wilayah yang ditaklukkannya. Sebaliknya, rakyat di wilayah tersebut tetap diizinkan menjalankan tradisi, bahasa, dan agama masing-masing.

Kisah kepemimpinan Cyrus Agung juga tercatat dalam artefak terkenal bernama Cyrus Cylinder, sebuah silinder tanah liat yang memuat kisah penaklukan Babilonia pada tahun 539 sebelum Masehi.

Setelah Cyrus Agung wafat, kekuasaan dilanjutkan oleh Darius I atau Darius Agung. Di bawah kepemimpinannya, kekaisaran Persia mencapai puncak kejayaan. Darius melakukan reformasi besar dengan membagi wilayah kekaisaran menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh gubernur.

Ia juga membangun sistem komunikasi dan administrasi yang maju, termasuk layanan pos pertama di dunia serta jaringan jalan yang menghubungkan wilayah Afrika, Asia, dan Eropa.

Kemunduran Kekaisaran Persia

Masa kejayaan Persia mulai memudar pada masa pemerintahan Xerxes, putra Darius. Ambisi militer yang besar, termasuk kampanye menyerang Yunani yang gagal, membuat keuangan kerajaan mengalami tekanan besar.

Situasi ini membuat kekaisaran Persia semakin melemah hingga akhirnya ditaklukkan oleh Alexander Agung pada tahun 334 sebelum Masehi. Meski penguasa berikutnya mencoba mengembalikan kejayaan Persia, wilayah kekuasaannya tidak pernah sebesar masa Cyrus Agung.

Warisan Budaya Persia

Selain kekuatan militer, bangsa Persia juga meninggalkan warisan budaya yang luar biasa. Mereka dikenal dalam seni arsitektur, ukiran batu, kerajinan logam, hingga seni tekstil.

Salah satu situs bersejarah terkenal dari peradaban Persia adalah Persepolis, ibu kota kuno yang kini berada di Iran selatan. Situs ini menjadi salah satu kompleks arkeologi terbesar di dunia dan telah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1979.

Bangsa Persia juga terkenal dengan karpet tradisionalnya yang memiliki desain rumit dan warna cerah. Seni menenun karpet Persia telah berkembang sejak zaman kuno dan masih menjadi simbol budaya hingga saat ini.

Dalam bidang agama, sebelum kedatangan Islam pada abad ke-7, mayoritas bangsa Persia menganut agama Zoroastrianisme. Agama ini merupakan salah satu agama monoteistik tertua di dunia yang didirikan oleh nabi Persia bernama Zoroaster.

Kini, sebagian besar masyarakat Persia di Iran memeluk Islam, khususnya aliran Syiah. Meski demikian, pengaruh budaya Persia tetap bertahan dan menjadi bagian penting dalam identitas sejarah Iran modern.

Editor : Izahra Nurrafidah
#sejarah bangsa Persia #Kekaisaran Persia #Cyrus Agung