Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menihilkan Joki SNBT Perguruan Tinggi

Anggi Septian A.P. • Jumat, 16 Juni 2023 | 01:00 WIB
PENULIS: Mochammad Ramadhan Shofiyulloh, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang.
PENULIS: Mochammad Ramadhan Shofiyulloh, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang.

SELEKSI Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) adalah system seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Pengujian  Pendidikan yang bekerjasama dengan PTN, yang sebelumnya bernama UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer),  ujian ini bertujuan untuk menyeleksi para calon mahasiswa yang akan masuk ke perguruan tinggi PTN Akademik, PTN Vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Agama Islam Negeri (PTKIN), dan seleksi ini bisa diikuti oleh siswa SMA/MA/SMK/sederajat dan Kejar Paket C yang lulus tahun 2021, 2022, dan 2023.

Adapun pergantian nama tersebut bertujuan agar menyambungkan transformasi dan perubahan-perubahan yang sudah dikembangkan melalui kebijakan Merdeka Belajar.Pada SNBT ini siswa lebih terfokus kepada Tes Potensi Skolastik, Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Literasi dalam Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.

Tetapi jalur penerimaan SNBT ini malah dijadikan bisnis bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, oknum-oknum tersebut biasa disebut dengan joki. Jasa joki adalah orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya dan menerima imbalan uang. Tindakan joki sudah bukan hal baru bahkan tabu di dunia pendidikan di tanah air.

Sejak zaman dahulu hingga sekarang, tawaran dan permintaan masih tetap ada. Hal ini menandakan bahwa bisnis joki ini sudah menjadi kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan. Pertumbuhan Internet dan sosial media ikut ambil peran  terhadap pertumbuhan bisnis jasa joki ini. jasa joki mematok harga yang bervarian mulai dari 100 juta hingga 400 juta, tarif joki juga tergantung di mana universitas akan di tuju.

Tindakan joki dapat merugikan diri sendiri karena kedepannya siswa akan sulit untuk memahami matakuliah yang akan ditempuh, dan juga siswa akan menanggung rasa malu jika terbukti melakukan tindakan tersebut bahkan bisa menghambat kesempatan di masa depan.

Joki SNBT juga merugikan siswa lain yang sudah belajar secara tekun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa menggunakan jasa joki dikarenakan kurangnya percaya diri, sehingga mereka mengambil jalan pintas untuk tetap masuk di Perguruan Tinggi impianya walaupun dengan menggunakan cara yang kotor.

Sebenarnya pihak pengawas sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap siswa yang akan melakukan tindakan preventif serta mengenakan sanksi tegas bagi pelaku kecurangan  jika siswa kedapatan menggunakan jasa joki berkemungkinan akan diblokir dari perguruan tinggi negeri dan pengawas juga telah melakukan upaya pencegahan dengan pengembangan system teknologi informasi.

Setiap siswa peserta ujian tidak akan mendapatkan soal yang sama dengan peserta lainnya. Tetapi para penjoki tidak kehilangan akal untuk tetap melancarkan aksinya, seperti kasus yang terjadi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya yang tertangkap menggunakan jasa joki, pada ujian gelombang kedua, Kamis sesi pagi, 25 Mei 2023.

Ridwan Sutisna selaku Koordinator Teknologi Informasi dan Komunikasi Pusat SNBT UPI, “Ada peserta perempuan yang dating dengan membawa peralatan seperti handphone, kabel-kabel, dan sebagainya,” ujar Ridwan.

Pengawas sempat mencurigai tingkah dari peserta ujian, peserta sudah sempat lolos dari pemeriksaan metal detector yang berjarak dari tubuhnya, setelah peserta memasuki ruang ujian peserta meminta izin pengawas untuk ke kamar mandi.

Peserta itu merakit perangkat elektronik yang dibawa terpisah. Tetapi saat di tengah jalan kembali keruangan ada sebuah benda yang terjatuh dan terlihat oleh pengawas ujian. Peserta itu lalu diamankan. “Ketahuan sebelum tes dimulai,“ kata Ridwan. Panitia lalu menanyai tentang alat itu hingga diketahui ada praktek perjokian. Menurut Ridwan, paling tidak peserta itu dibantu oleh tiga orang yang posisinya berada di Tasikmalaya. Lewat perangkat komunikasi yang terlarang dibawa, joki akan membantu menjawab soal ujian ke peserta. “Komunikasinya satu arah hanya dari joki ke peserta,” ujar Ridwan. Saat peserta di tanya perihal kecurangan itu sempat berbohong tidak mau mengakuinya.

Tren seperti ini sudah selayaknya ditinggalkan karena dapat menghambat kemampuan intelektual seseorang. Siswa akan sulit berkreatifitas, nantinya dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Harapan kedepannya pengawasan bisa lebih diperketat agar tidak terulang kembali kasus tersebut dan joki SNBT di Perguruan Tinggi bisa dihilangkan.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#SNBT #jasa joki