Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masjid sebagai Pusat Kajian Umat

M. Choirurrozaq • Minggu, 25 Juni 2023 | 02:09 WIB

Photo
Photo
MENJADI suatu kelaziman bahwa masjid menjadi tempat ibadah umat muslim. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW, masjid tidak saja menjadi tempat untuk bermunajat dalam konteks hablumminallah sebagaimana disebutkan dalam Q.S. At-Taubah:18; Q.S. Al-Jin:18; dan Q.S. An-Nur:26-37.

Masjid juga untuk kepentingan hablumminannas misalnya pendidikan, pernikahan dan kepentingan sosial lainnya dalam rangka memakmurkan masjid. Demikian juga dengan lembaga pendidikan formal, yang didirikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha

Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab. Beriman dan bertakwa menjadi inti terselenggaranya pendidikan nasional yang diharapkan dapat membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya dengan 8 indikator diatas.

Jika masjid dan lembaga pendidikan formal diatas diintegrasikan, maka bukan suatu keniscayaan di dalam masjid terdapat lembaga pendidikan formal yang dikelola secara professional, supaya peserta didik menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai contoh, Ma’had Al-Haram yang berlokasi di Masjid Nabawi Madinah. Universitas ini didirikan oleh pemerintah Arab Saudi dan dibimbing langsung oleh profesor-profesor yang berkompeten di bidang keilmuannya masing-masing.

Penulis: Agus Eko Sujianto (Guru Besar UIN SATU Tulungagung dan Jamaah Haji SUB kloter 31)
Penulis: Agus Eko Sujianto (Guru Besar UIN SATU Tulungagung dan Jamaah Haji SUB kloter 31)
Berdasar pengamatan penulis selama 8 hari di Masjid Nabawi, perkuliahan diselenggarakan dengan metode balagoh yang dilaksanakan selepas sholat fardhu. Peserta utama perkuliahan ini yaitu mahasiswa dan terbuka untuk umum sehingga jama’ahnya banyak.

Sebagaimana perguruan tinggi di Indonesia, ma’had al-haram juga diperkuat oleh sarana perpustakaan yang modern berbasis digital serta tidak meninggalkan keberadaan buku-buku fisik (misalnya buku Tafsir Muyassar).

Perpustakaan menjadi jantung perguruan tinggi, sehingga kualitas dan kuantitas referensi menjadi faktor penting menuju perguruan tinggi kelas dunia. Sedangkan masjid yang sejak didirikan menjadi pusat peribadatan, pusat pendidikan, pusat kegiatan sosial, pusat dakwah dan pusat pemberdayaan ekonomi umat semakin terbuka dengan adanya perpustakaan sebagai penunjang untuk meng-update pengetahuan umat islam.#

Penulis: Agus Eko Sujianto

(Guru Besar UIN SATU Tulungagung dan Jamaah Haji SUB kloter 31)

Editor : M. Choirurrozaq
#UIN Satu Tulungagung #Jamaah Haji #Guru Besar UIN SATU Tulungagung