Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Usaha Aluminium CV Andika Terinspirasi oleh Bakul Gethuk

Wawan Susetya • Jumat, 15 Maret 2024 | 18:13 WIB
Pak Nasikin alias Cak Kin Durenan (kiri), Sony Andika, putra sulung Cak Kin.
Pak Nasikin alias Cak Kin Durenan (kiri), Sony Andika, putra sulung Cak Kin.

NASIONAL - Sesudah perjalanan dari Ponpes Sidoresmo dan Perusahaan Kaca di Surabaya, Pak Nasikin atau sering disapa Cak Kin memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, yakni di daerah Durenan, Trenggalek.

Dari bekal pengalaman dan sejumlah ilmu yang dia peroleh, lalu Cak Kin berinisiatif untuk merintis usaha dalam bidang aluminium dan kaca. Pada tahun 1993 berdirilah perusahaan CV Andika Jaya di daerah Durenan, Trenggalek Jawa Timur.

Namun ketika awal mendirikan usaha tentu ada dilema apakah produk yang disajikan akan diterima atau justru terjadi penolakan oleh masyarakat. Apalagi bisnis di bidang aluminium tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Di saat mengalami kegamangan itu, Cak Kin teringat semasa SMA tatkala berjumpa dengan Pak Lamidi yang keadaannya difabel tapi punya usaha servis elektro di daerah Bandung Tulungagung. Meski dalam keadaan difabel ternyata Pak Lamidi merasa nyaman dan baik-baik saja dalam usahanya di bidang servis elektro.

Nampaknya ketika melihat kesungguhan Pak Lamidi dengan usahanya di bidang elektro itulah yang menjadi trigger, sehingga Cak Kin berani dan bersemangat dalam merintis usaha di bidang aluminium. Apalagi peluang usaha di bidang aluminium tersebut nampak terbuka lebar, sebab di daerah Durenan masih jarang usaha serupa.

"Pada awalnya kami hanya memiliki 3 orang karyawan saja," tutur Sony Andika kepada Radar Tulungagung mengisahkan usaha aluminium di daerah Durenan.

Lambat laun usaha yang dirintis Cak Kin yang dibantu oleh putra sulungnya Sony Andika tersebut mengalami kemajuan pesat. Riset dan pengembangan dilakukan dengan digencar agar mampu menghasilkan sebuah produk-produk baru yang digemari di pasar.

Sebab sebuah terobosan inovasi yang kompatibel terhadap sosial, maka akan menggeser peta pasar.

Masyarakat Durenan, Trenggalek, Tulungagung dan sekitarnya banyak yang memesan lemari maupun kusen, pintu, jendela aluminium di Andika Jaya Aluminium. Tentu saja hal itu membuat usaha mengalami kemajuan pesat. Maka untuk memenuhi pesanan aluminium tersebut menambah sejumlah karyawan.

"Alhamdulillah sejak beberapa tahun lalu karyawan kami sekarang sudah puluhan orang, 40 orang," cerita Mas Sony, panggilan akrab pria yang sudah memiliki seorang anak putri yang masih berumur 6 bulan itu.

Suatu hari, Sony berjumpa dengan seorang mbok bakul gethuk di pasar legi Durenan yang memberi inspirasi kepadanya. Meski hanya dengan satu bahan baku saja yakni ketela, tapi dia mampu mengolah menjadi ragam jenis produk-produk jajanan di antaranya gethuk, kicak, cenil, sredek, mendut dan sebagainya.

"Terus terang, dari pengalaman Mbok bakul gethuk tadi saya menemukan satu kunci yaitu bikin kategori produk. Mbok bakul gethuk yang membuat beraneka ragam jajanan tadi benar-benar menginspirasi kami dalam menjalankan dan memajukan usaha aluminium.

Itulah sebabnya sejak itu kami berusaha menambah jumlah jenis dan item dalam usaha aluminium dengan bahan baku 2 komponen dasar yaitu aluminium dan kaca," jelas Sony yang alumni Pasca Sarjana jurusan Manajemen (Ekonomi) Universitas Malang (UM).

Setelah itu, maka Sony pun menambahkan macam-macam jenis dari aluminium dan kaca di perusahaannya. Yang semula hanya jual lembaran kaca, kini disulap menjadi lemari baju, lemari hias, rak piring, rak sepatu, kitchen set, kusen, pintu, jendela, etalase, jemuran dengan ragam jenis dan model. Pokoknya CV Andika berusaha memenuhi kebutuhan dari depan rumah, isi rumah, dan belakang rumah. Dan, seiring dengan itu pula, maka jumlah karyawan pun juga ditambah.

Dalam menjalankan bisnisnya, Sony yang semula sempat mengajar di Universitas Ciputra Surabaya itu akhirnya harus resign karena lebih fokus dan konsentrasi dalam memajukan usahanya.

"Saya tidak bisa setengah-setengah dalam menjalankan usaha," tuturnya.

Selama ini untuk menjalankan usaha aluminium itu, Sony mendatangkan bahan aluminium dari PT Alutama Semarang dan kaca dari PT Asahi melalui distributor MAG Surabaya. Semua itu, jelas dia, untuk memenuhi kebutuhan dengan segmen nasional.

Ketika ditanya tentang permodalan usaha, Sony mengatakan bahwa pihak Andika Jaya Aluminium menjalin kerja sama dengan Bank BRI pada tahun 2019 sebesar Rp 2 Miliar. Untuk meyakinkan pihak BRI, maka Sony meminta pihak surveyor bank tersebut memeriksa pada saat dia mendatangkan bahan aluminium dari PT Alutama Semarang dan bahan kaca dari PT Asahi Surabaya dalam jumlah besar.

"Alhamdulillah dengan melihat langsung mengenai usaha kami, akhirnya dikucurkan sebesar Rp 2 M dari BRI. Ya, dana tersebut tentu sebagai energi untuk memajukan dan mengembangkan usaha kami di Andika Jaya Aluminium di Durenan," jelasnya.

Pria yang sedang menempuh studi program S-3 jurusan Manajemen Ekonomi di UM (Universitas Malang) itu juga menjalankan tradisi khasanah Jawa dalam menjalankan usahanya, yakni dengan mengadakan Selamatan Jenang Abang dan Sedekah tiap hari Jumat.

Hal itu dilakukan sebagai simbol rasa syukur pada Tuhan demi menjaga keselamatan bagi para karyawannya yang setiap harinya menangani bahan baku aluminium dan kaca yang tajam-tajam.

"Ya, ini sudah menjadi tradisi kami. Setidaknya mereka atau para karyawan itu setiap hari menangani bahkan mengangkat bahan kaca berukuran besar 2 x 1 m. Semoga dengan Slametan Jenang Abang dan sedekah itu Gusti Allah senantiasa melindungi keselamatan dan memberkahi hidup kami," kata Sony yang sekarang tengah merambah usaha lain di bidang perikanan dan pertanian.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#bri