NASIONAL - BRI di bawah kepemimpinan Dirut Sunarso terus melakukan gebrakan dengan berbagai programnya. Entahlah, apakah hal itu terkait dengan isu Sunarso diusulkan mendapatkan penghargaan bergengsi Nobel lantaran jumlah nasabahnya di BRI mencapai lebih dari 15 juta.
Sebagaimana dilansir www.pikiran-rakyat.com (11/3/2024) program terbaru BRI tersebut memang cukup menarik. Untuk KUR Mikro Bank BRI maksimum pinjaman sebesar Rp50 juta per debitur, untuk jenis pinjaman KMK (Kredit Modal Kerja) maksimum pinjaman 3 tahun. Untuk Kredit Investasi (KI) maksimum pinjaman 5 tahun, suku bunga 6% efektif per tahun, bebas biaya administrasi dan provisi.
Untuk KUR Kecil Bank BRI memiliki mekanisme pinjaman dari Rp50-Rp500 juta, dengan jenis pinjaman KMK maksimum pinjaman 4 tahun, dan maksimum pinjaman 5 tahun, suku bunga sebesar 6% efektif per tahun, namun untuk pinjaman jenis ini dengan menggunakan agunan.
Untuk KUR Mikro Bank BRI maksimum pinjaman adalah Rp50 juta per debitur, untuk jenis pinjaman KMK (Kredit Modal Kerja) maksimum pinjaman 3 tahun. Untuk Kredit Investasi (KI) maksimum pinjaman 5 tahun, suku bunga 6% efektif per tahun, bebas biaya administrasi dan provisi.
Untuk KUR Kecil Bank BRI memiliki mekanisme pinjaman dari Rp 50-Rp 500 juta, dengan jenis pinjaman KMK maksimum pinjaman 4 tahun, dan maksimum pinjaman 5 tahun, suku bunga sebesar 6% efektif per tahun dengan menggunakan agunan.
Program ketiga adalah KUR TKI Bank BRI, maksimum pinjaman Rp 25 juta atau berdasarkan ketentuan pemerintah, suku bunganya sama 6% efektif per tahun, bebas biaya administrasi dan provisi, maksimum pinjaman 3 tahun atau sesuai kontrak kerja, dengan penempatan Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.
Kali ini Bank BRI menyediakan kredit terbaru dengan bunga spesial 3% per tahun dengan plafond sampai dengan Rp10 juta, persyaratannya cukup KTP, Izin Usaha dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) untuk plafond di atas Rp 50 juta. Kredit ini dinamai KUR Super Mikro, prosesnya cepat dan mudah, suku bunga rendah, dan limit plafond yang tinggi.
Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 2024 mengalami beberapa kendala yang menyebabkan tidak cairnya dana, baik untuk nasabah baru maupun nasabah lama.
Meski demikian, adakalanya pengajuan kredit KUR BRI tersebut tidak bisa cair. Mengapa? Dalam hal memang ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya, antara lain mengenai soal kelengkapan dokumen pengajuan yang tidak memenuhi persyaratan, tidak adanya usaha yang memenuhi kriteria KUR, serta kuota dan limit akumulasi KUR yang sudah habis.
Selain itu, sejarah kredit nasabah dan kualitas kredit juga menjadi pertimbangan penting dalam penyaluran KUR.
Seperti Dikutip AyoJakarta.com (15/3/2024) ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajuan KUR tidak cair. Salah satu yang utama yakni dokumen pengajuan tidak lengkap atau tidak sesuai dokumen pengajuan.
Misalnya, jika nasabah tidak memiliki surat keterangan usaha dari desa, NIB, atau nomor induk berusaha, maka pengajuan tidak dapat diproses.
Begitu pula jika status pernikahan di KTP belum sesuai, perubahan data harus dilakukan terlebih dahulu.
Tidak memiliki usaha konsep dan aturan KUR yang memerlukan tambahan modal usaha atau investasi usaha yang sudah berjalan. Jadi, jika nasabah tidak memiliki usaha yang memenuhi syarat, pengajuan tentu akan ditolak. Berikutnya mengenai kuota dan limit akumulasi KUR habis.
Kuota KUR super mikro dan mikro BRI untuk tahun 2024 terbatas, dan jika sudah habis, pengajuan akan dialihkan ke unit lain atau program lain yang tersedia.
Selain itu nasabah pernah memiliki pinjaman lain, baik di BRI maupun lembaga lain dengan segmen kredit yang lebih tinggi.
Hal itu akan menyulitkan mendapatkan persetujuan untuk KUR terutama jika masih ada tunggakan pada pinjaman tersebut.
Hal lain menyangkut kualitas kredit dan wilayah kerja
Tingkat non performing loan (NPL) atau kredit macet di suatu wilayah dapat mempengaruhi penyaluran KUR. Jika tinggi, pengajuan akan ditolak untuk mengurangi risiko kredit macet.
Pertimbangan lain dari Kepala Unit, misalnya ada pertimbangan lain yang diambil dari prinsip kredit, seperti karakter, kemampuan bayar, modal, kondisi usaha, dan jaminan.
Jika analisis menunjukkan risiko yang tinggi, pengajuan bisa ditolak. Maka untuk mengatasi kendala tersebut, nasabah dapat memastikan kelengkapan dokumen, memahami syarat dan ketentuan KUR, dan menjaga kualitas kredit serta reputasi usaha.
Selain itu, nasabah juga disarankan untuk terus memantau informasi terbaru terkait pengajuan KUR dan melakukan transaksi non-tunai untuk memudahkan pembayaran.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra